Natuna, leadernusantara.com -SD Negeri 005 Sepempang adalah sekolah yang berlokasi di Jalan Air Hijau, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Sekolah ini terletak tidak terlalu jauh dari pusat kota, kurang lebih setengah jam perjalanan. Siswanya sekarang berjumlah 232 0rang, guru berjumlah 15 orang, dan tenaga kependidikan berjumlah 3 orang.
Setiap Jum’at pagi, sekolah ini rutin mengadakan kegiatan pembinaan Iman dan Taqwa (IMTAQ) kepada peserta didik termasuk juga para guru. Mereka antusias mendengarkan materi atau tausiyah yang disampaikan oleh pembimbing IMTAQ. Kegiatan ini dimulai pada pukul 07.30 Wib s.d pukul 08.05 Wib. Menghabiskan waktu kurang lebih satu jam pelajaran. Kegiatan ini tidak hanya tausiayah/ceramah agama saja, tetapi diisi dengan solawat, menghafal surat pendek, nayanyian islami, tepuk, dan Tanya jawab, serta tidak lupa berinfak. Selain guru pembimbing, peserta didik juga dilatih tampil menguji keberanian, mental dan bakatnya untuk mengisi kegiatan IMTAQ. Adapun Guru pembimbing IMTAQ adalah ibu Rosdiana, S.Pd.I, dan Sijarmi, S.Pd.I sekaligus guru Pendididikan Agama Islam di SD Negeri 005 Sepempang.
Tujuan kegiatan IMTAQ adalah untuk menciptakan suasana yang agamis agar peserta didik memiliki ahlakul karimah (ahklak yang mulia) atau karakter religius yang baik. Selain itu peserta didik dilatih bakat dan mentalnya agar mereka berani tampil dan berbicara di depan umum. Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan berinfak. Tujuan berinfak adalah mendidik dan melatih peserta didik sejak dini perduli dan ketertarikannya untuk berbagi rezeki yang dimiliki. Uang infak ini digunakan untuk dibagikan kepada anak yatim dan piatu setiap tahun, yaitu dibagikan pada saat memasuki hari Raya Idul Fitri.
Kepala Sekolah SD Negeri 005 Sepempang, Wan Maryani, S.Pd.SD sangat menyambut baik kegiatan IMTAQ yang rutin dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam setiap pagi Jumat. Menurutnya, kegiatan ini sangat bagus sekali diadakan di sekolah-sekolah. Anak akan menambah wawasan keagmaannya, mereka semakin baik akhlaknya, semakin sopan, dan semakin rajin salatnya.
“Anak tidak hanya pintar pengetahuannya saja, tetapi baik juga budi pekertinya. Pintar pun tiadak ada artinya jika tidak diiringi dengan akhlak yang baik, tutur Wan Maryani. (Narasi Rosdiana, S.Pd.I)


















Hari ini : 4196
Total Kunjungan : 2914325
Who's Online : 128
Discussion about this post