• Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
Kamis, 23 Juli 2026
Leader Nusantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
Leader Nusantara
No Result
View All Result

Gubernur Inginkan Dokter Spesialis dari Anak Tempatan

Leadernusantara.com by Leadernusantara.com
15/11/2017 1:14 PM
in Tanjungpinang
0
Gubernur Inginkan Dokter Spesialis dari Anak Tempatan

foto Humas, dokter 2

0
SHARES
54
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tanjungpinang (leadernusantara.com) – Gubernur H. Nurdin Basirun mengatakan kebutuhan dokter yang akan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau cukup tinggi. Terlebih para dokter spesialis sangat dibutuhkan cukup banyak.

“Kepri ini kekurangan dokter spesialis, kalau bisa dokter spesalis kita ambil dari anak tempatan karena mereka lebih paham kondisi geografis Kepri sehingga pastinya lebih betah dan tak ingin pindah ke daerah lain. Dokter spesailis tersebut nantinya bukan dokter spesalis biasa tapi dokter yang hafal Al-Qur’an 30 juz,” kata Nurdin saat menghadiri acara Pisah Sambut Peserta Program Interenship Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan IV tahun 2016 dan Angkatan IV tahun 2017 di Aula Wan Sri Beni, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (14/11).

Turut hadir pada acara ini Wakil Ketua KIDI Pusat dr. Wawang S. Sukaria, Sp.OG, Ketua KIDI Provinsi Kepri, Kepala RSAL Kota Tanjungpinang dan para Dokter Pendamping.

Menyadari posisi strategis para tenaga dokter dalam pelayanan kesehatan, Gubernur sangat mengharapkan bahwa peserta PIDI dapat meningkatkan profesionalismenya seiring dengan peningkatan akhlak dan empati dalam melayani. Tidak dapat ditampik, bahwa dapat dikatakan tingkat kepuasan masyarakat dalam pelayanan kesehatan di negeri ini masih relatif rendah. Akibatnya, tidak sedikit dari masyarakat yang mampu mencari pelayanan kesehatan ke negara tetangga.

Baca Juga

Polresta Tanjungpinang Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Bentuk Komitmennya Perangi Peredaran Narkoba

Polresta Tanjungpinang Komitmen Perangi Peredaran Narkoba

“Tentunya hal ini merugikan dan membebani masyarakat kita. Kita tidak ingin kejadian ini berlanjut terus. Oleh karena itu adalah merupakan tugas kita semua khususnya para dokter untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kita ingin Indonesia berdaulat dari segala macam aspek, bukan hanya aspek ekonomi tapi juga harus berdaulat dari aspek kesehatan,” ujar Nurdin.

Lebih lanjut Nurdin berharap kepada peserta PIDI yang baru dapat menyelesaikan masa intership dengan sebaik-baiknya. Kepada dokter yang telah selesai internship, Gubernur menyampaikan banyak terimakasih dan selamat melanjutkan pengabdian di tempat yang baru.

“Selamat datang kepada peserta PIDI yang baru dan terima kasih banyak kepada para dokter yang telah menyelesaikan program ini. Untuk dokter yang baru mengikuti program ini saya berpesan bekerjalah dengan sepenuh hati, cintai tugas dan pekerjaan anda serta ikhlaslah dalam berbuat. Berikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat Kepri,” ujar Gubernur Kepri.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dalam laporannya menyebutkan bahwa 108 peserta dokter internship angkatan IV tahun 2016 yang ditempatkan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Seluruh peserta berhasil menyelesaikan masa penugasan dengan baik dan diberikan rekomendasi penerbitan Surat Tanda Selesai Internship untuk pengurusan Surat Tanda Registrasi (STR) ke Konsil Kedoketarn Indonesia. Selanjutnya PIDI angkatan IV tahun 2017 berjumlah 99 orang akan ditempatkan di berbagai wilayah di Provinsi Kepri.

Pihaknya berharap peserta PIDI yang baru merasa betah, aman dan nyaman di Kepri dalam menjalankan tugas. Kedatangan dokter internship ini sangat membantu dalam memperkuat dan mengisi kekurangan tenaga dokter pada fasilitas pelayanan kesehatan, baik yang difasilitas pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan.

“Semoga pada periode berikutnya jumlah peserta internship di Provinsi Kepri dapat ditambah khususnya untuk didistribusikan ke daerah-daearh terpencil yang sangat membutuhkan seperti Kabupaten Natuna, Lingga dan Kepulauan Anambas,” tutup Tjetjep Yudiana.(hamzah/red)

 

Tags: headline

Discussion about this post

Berita Terkini

Grenzenlose Einsätze ohne Hürden – wie online wetten ohne Limit neue Freiheiten schafft

23 Juli 2026

Test Post Created

23 Juli 2026

Navigating the best casinos online feels surprisingly effortless once you know where to look

23 Juli 2026

Test Post Created

23 Juli 2026

Navigating the fresh landscape of new online casino Canada with ease and clarity

23 Juli 2026

Test Post Created

23 Juli 2026

Navigating seamless payments with Interac Casino Canada feels surprisingly effortless

23 Juli 2026

Test Post Created

23 Juli 2026

Smooth navigation turns casual spins into seamless wins

23 Juli 2026

Test Post Created

23 Juli 2026
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto

Pengunjung

2972585
Hari ini : 2660
Total Kunjungan : 2972585
Who's Online : 129

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Riau
  • Sumbar
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Advertorial
  • Redaksi
  • Pedoman

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.