• Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
Kamis, 24 September 2026
Leader Nusantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
Leader Nusantara
No Result
View All Result

Bahtiar Beserta Jajaran Pancang Titik Lokasi Jembatan Babin

Leadernusantara.com by Leadernusantara.com
01/12/2020 10:31 PM
in Advertorial
0
0
SHARES
58
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Leadernusantara.com – Pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) kini ditandai dengan pemancangan patok titik awal, lokasi di sisi landing point di Kabil, Pulau Batam. Dimana jembatan Babin akan dibangun dengan titik di Pulau Batam, Tanjung Sauh, Pulau Buau dan Pulau Bintan.

Pjs. Gubernur Kepri, Bahtiar Baharudin bersama Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Darmawan, Danlantaman IV Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, Kaskoggabwilham Kogabwilhan I Mayjend TNI Syafruddin, Pjs. Walikota Batam, Syamsul Bahrum dan Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto, BPN Kepri Askani melakukan pemancangan titik awal lokasi landing point dilakukan, Selasa (1/12) di Kabil, Batam.

“Kita hari ini ingin membuat sejarah yang belum terselesaikan selama ini. Hari ini kita menentukan yang didiskusikan dan belum selesai-selesai,” ujar Bahtiar.

Pada kesempatan itu, mereka melakukan simbolis pemancangan tiang. Sementara, kelanjutan pembangunan, nantinya direncanakan, dilakukan tahun 2021.

Baca Juga

Pemkap Lingga Ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Selamat Hari Raya Idulfitri Syatu Sawal 1447 2026.

“Ini lahan BP Batam, dan BP mendukung. Bahkan kalau kurang, BP siap membantu lahan,” ungkap Bahtiar.

Pada kesempatan itu, Bahtiar menyampaikan, peresmian dan penetapan titik, merupakan rencana pembangunan yang dimimpikan selama 20 tahun.

Pihaknya bersama perwakilan Kementerian PUPR, Navigasi, Pemko, Pemprov, Polda dan TNI, sudah meninjau ini rencana pembangunan Jembatan Babin.

“Sudah menggelar rapat dengan PUPR, yang sebelumnya tidak selesai-selesai, titiknya dari mana. Hasilnya, kita putuskan mulai. Kalau kebanyakan diskusi, tak jadi. Makanya saya minta mulai,” tegas Bahtiar.

Diungkapkan, sudah diputuskan tinggi jembatan di Batam ke Tanjung Sauh, 20 meter. SK untuk itu sudah ditandatangani Bahtiar. Kemudian dari Tanjungsauh ke Pulau Buau tingginya 40 meter dari pasang tertinggi. Sehingga dipastikan tingginya, bisa dilewati Kapal Dewa Ruci.

“Semua kapal bisa lewat. Ini penting, karena kita berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia,” kata Dirjen Polpum Kemendagri ini.

Menurut Bahtiar, ke depan jembatan ini akan memberi dampak ekonomi besar bagi bangsa ini. Jembatan ini tak hanya menyambung pulau-pulau, tetapi juga menyambung kehidupan masyarakat.

“Kita ingin ketika disambung, kehidupan ekonomi masyarakatnya juga tersambung. Jadi apa yang berlaku disini berlaku pulau sebelah. Kalau bisa kita lakukan, saya sudah menyiapkan surat terbaik untuk dilaporkan ke Bapak Presiden. Termasuk tim yang dibentuk melancarkan kegiatan ini,” harapnya.

Bahtiar juga menyampaikan bahwa pembangunan itu juga menjadi pilot project, dalam penyelesaian masalah lahan. Pihaknya juga sudah membentuk Satgas untuk mengawal, mulai dari BPN, TNI, Navigasi, Polri, Pemprov dan lain-lain.

Bahtiar berharap tim ini bisa mengawal proses pembangunan jembatan. Dengan demikian, ditegaskan jika kedepan, tidak ada lagi transaksi lahan diatas lahan.

“Jadi kalau ada transaksi, akan berurusan dengan Kapolda,” terangnya.

Diharapkan, pembangunan itu menjadi kebanggaan RI. Ini juga menjadi menunjukkan konsistensi dalam pembangunan. Diharapkan, kedepan, pembangunan bisa selesai dalam waktu dua atau tiga tahun.

“Kalau kita konsisten, bisa selesaikan 2 tahun dan paling lama 3 tahun. Sehingga pemulihan ekonomi, bisa dimulai dari sini,” harap dia.

Pada kesempatan itu, dia menyinggung masalah nama. Dinilai jika nama jembatan kurang tepat Jembatan Babin. Alasannya, ada empat pulau yang dillewati. Sehingga, kurang tepat kalau disebut nama jembatan Babin.

“Nanti kita pikirkan. Di kepala saya, usulkan nama gelar pahlawan. Panglima Perang, Dipertuan Muda Pertama Kelana Jaya Putra. Yang memindahkan kerajaan dari Johor. Tapi itu keputusan nanti di Presiden. Ada LAM dan tokoh-tokoh masyarakat. Raja-raja lain sudah banyak disebut (penamaan). Yang Kelana Putra Jaya malah belum ada,” imbuhnya.

Discussion about this post

Berita Terkini

Warum MiFinity Casinos die optimale Wahl für e-Wallet-Zahlungen sind

24 September 2026

Sicherheit im Rapid Transfer Casino: Warum Ihre Daten beim Spielen geschützt sind

24 September 2026

Quando è il momento giusto per fermarsi al casino?

23 September 2026

High Roller Casino: Oppdag hvordan du maksimerer gevinster i 2026

23 September 2026

Apostatudo Casino en 2026: descubre los bonos más emocionantes y sus beneficios

23 September 2026

VIP Casino Latvijā: kādas ir labākās ātras izmaksas metodes?

23 September 2026

Kan du stole på online casinoer?

23 September 2026

The future of virtual casinos: Trends to watch

23 September 2026

Beste Online Casino Zonder Cruks: ontdek de meest populaire slots van 2026

22 September 2026

Hva bør du vite før du besøker et kasino?

22 September 2026
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto

Pengunjung

3044398
Hari ini : 3463
Total Kunjungan : 3044398
Who's Online : 126

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Riau
  • Sumbar
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Advertorial
  • Redaksi
  • Pedoman

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.