• Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
Rabu, 26 Agustus 2026
Leader Nusantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
Leader Nusantara
No Result
View All Result

Lingga Siap Terapkan Pengelolaan Hibah dan Bansos Berbasis Online

Leadernusantara.com by Leadernusantara.com
02/05/2019 4:23 PM
in Lingga
0
Lingga Siap Terapkan Pengelolaan Hibah dan Bansos Berbasis Online
0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Lingga (Media Center) – Sebagai bentuk tindak lanjut dari MoU Pemkab Lingga dengan Pemerintah Kota Bandung beberapa waktu lalu, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lingga menggelar sosialisasi pengelolaan hibah dan bantuan sosial berbasis online. (02/05/2019)

Bertempat di One Hotel Dabo Singkep, kegiatan sosialisasi yang dihadiri langsung oleh Bupati Lingga tersebut, diharapkan mampu melahirkan output terwujudnya transparansi dan akuntabilitas menuju pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN.

Hadir dalam acara tersebut utusan dari BPKA Kota Bandung, Bapak Rizal; serta Bapak Seno dan Bapak Mulya perwakilan dari Diskominfo Kota Bandung.

Pada kesempatan itu, Bupati Lingga, Alias Wello menyampaikan bahwa beliau  sangat bersyukur  atas penandatanganan kerjasama yang dilaksanakan oleh Pemkab Lingga dan Pemko Bandung beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Temuan BPK di Pemkab Lingga: Perjalanan Dinas Bermasalah, Ratusan Juta Rupiah Belum Dikembalikan

Penyimpangan Perjalanan Dinas Pemkab Lingga Tembus Rp350 Juta, Ratusan Juta Belum Dikembalikan ke Kasda

“Setidaknya dengan adanya kerjasama ini, kami dapat menyegerakan diri untuk menata segala program-program kegiatan yang berbasis aplikasi online,” ungkapnya.

Beliau mengakui bahwa saat ini Kabupaten Lingga masih jauh tertinggal dalam pengelolaan program berbasis aplikasi seperti ini. Padahal, seperti yang diketahui bersama bahwa, program-program hibah dan bantuan sosial ini hampir setiap tahun ada muatannya di dalam APBD di kabupaten Lingga.

Ia mengungkapkan, dengan kehadiran bapak ibu, saudara-saudari calon penerima hibah bansos yang setiap tahun digulirkan tersebut, sedikit banyak memberikan pemahaman bahwa segala bentuk pengeluaran keuangan yang bersumber dari APBD memang memiliki mekanisme tersendiri.

“Jadi tidak bisa seperti yang dulu-dulu lagi, yang cukup dengan mengantarkan proposal, ketika itu juga bisa langsung sesuai dengan kebijaksanaan pengelola anggaran tersebut, bisa langsung disalurkan. Sekarang tidak bisa seperti itu lagi, sudah mengarah kepada akuntabilitas dan transparansi pengelolan anggaran.”

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa, ada keunggulan penerapan pengelolaan bansos melalui aplikasi online tersebut nantinya. Yakni setelah proposal dimasukkan, pihak pemohon dapat mengetahui apakah proposal itu ditindak lanjuti atau tidak dilanjuti setelah melalui proses klarifikasi dan verifikasi.

“Selain itu juga, kita juga bisa mengetahui siapa saja penerima bansos tersebut, lengkap dengan jumlah hibah atau bansos tersebut, serta  apa programnya dan bagaimana pertanggungjawabannya.

Jadi itulah 4 hal yang penting dalam proses hibah bansos,” kata beliau menambahkan.

Program ini diakuinya memang mengandung resiko yang sangat besar. Ia menyebutkan bahwa, banyak pejabat atau pihak-pihak yang sudah terseret dengan masalah hibah bansos ini, baik itu yang kedapatan melakukan tindak korupsi, hingga ada juga yang mengalami kesalahan prosedur dan kesalahan administrasi sehingga akhirnya memberikan implikasi hukum.

Tentunya dengan harapan tidak terjadi hal-hal yang demikian, maka beliau mengharapkan kegiatan sosialisasi ini bisa diikuti dengan seksama oleh para pesertanya, agar kedepannya bisa membuat masyakat Lingga umumnya, dan pemerintah Kabupaten Lingga khususnya bisa lebih tertib administrasi, terutama dalam pemberian bansos kepada masyarakat atau badan yang berhak menerima.

Sebelum mengakhiri sambutannya, beliau menyempatkan diri menyampaikan rasa terimakasihnya kepada ketiga nara sumber yang telah berkenan hadir langsung dari kota Bandung.

Beliau optimis, ditengah segala keterbatasan yang dialami oleh Kabupaten Lingga, terutama menyangkut penerapan aplikasi yang berbasis online yang sedang digadang-gadang oleh pemerintah pusat ini, maka suka atau tidak suka untuk mewujudkan hal tersebut Kabupaten Lingga harus segera berbenah, terutama untuk konektifitas dan aksesbilitas internet, sebagai penunjuang penerapan aplikasi online ini kedepannya.

“Dengan mengucapkan bismillah hirrohman nirrohim, sosialisasi pengelolaan hibah dan bansos secara online pada hari ini, resmi kami nyatakan dibuka,” kata beliau menutup sambutannya.

Masih ditempat yang sama, Kepala BPKAD Kabupaten Lingga, Azet berharap, dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, maka mekanisme pemberian dan pengelolaan hibah dan bansos semakin jelas, sehingga tidak lagi muncul kecemburuan sosial bagi pihak yang mengajukan permohonan bansos tersebut nantinya.

Turut hadir pada kegiatan sosialisasi tersebut sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lingga, LSM serta berbagai Ormas yang ada di Kabupaten Lingga. (MC)

Lingga, Leader  – Sebagai bentuk tindak lanjut dari MoU Pemkab Lingga dengan Pemerintah Kota Bandung beberapa waktu lalu, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lingga menggelar sosialisasi pengelolaan hibah dan bantuan sosial berbasis online. (02/05/2019)

Hal itu dilaksanakan di One Hotel Dabo Singkep, dihadiri oleh Bupati Lingga, juga utusan dari BPKA Kota Bandung, Bapak Rizal, Seno,Mulya perwakilan dari Diskominfo Kota Bandung. Kegiatanan ini bertujuan untuk mampu melahirkan output terwujudnya transparansi dan akuntabilitas menuju pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN.

Pada kesempatan itu, Bupati Lingga, Alias Wello menyampaikan,  sangat bersyukur  atas penandatanganan kerjasama yang dilaksanakan oleh Pemkab Lingga dan Pemko Bandung beberapa waktu lalu.

“Setidaknya dengan adanya kerjasama ini, kami dapat menyegerakan diri untuk menata segala program kegiatan yang berbasis aplikasi online,” ungkapnya.

Diakui Bupati bahwa saat ini Kabupaten Lingga masih jauh tertinggal dalam pengelolaan program berbasis aplikasi seperti ini. Padahal, seperti yang diketahui bersama bahwa, program hibah dan bantuan sosial ini hampir setiap tahun ada muatannya di dalam APBD di kabupaten Lingga.

Diungkapkannya juga, kehadiran bapak ibu para calon penerima hibah bansos yang setiap tahun digulirkan tersebut, sedikit banyak memberikan pemahaman bahwa segala bentuk pengeluaran keuangan yang bersumber dari APBD memang memiliki mekanisme tersendiri.

“ Tidak bisa seperti yang dulu-dulu lagi, cukup dengan mengantarkan proposal, ketika itu juga bisa langsung sesuai dengan kebijaksanaan pengelola anggaran tersebut, bisa langsung disalurkan. Sekarang tidak bisa seperti itu lagi, sudah mengarah kepada akuntabilitas dan transparansi pengelolan anggaran.”

Lebih lanjut dijelaskannya, ada keunggulan penerapan pengelolaan bansos melalui aplikasi online tersebut nantinya, Yakni setelah proposal dimasukkan, pihak pemohon dapat mengetahui apakah proposal itu ditindak lanjuti atau tidak, setelah melalui proses klarifikasi dan verifikasi.

“Selain itu juga, kita juga bisa mengetahui siapa saja penerima bansos tersebut, lengkap dengan jumlah hibah atau bansos tersebut, serta  apa programnya dan bagaimana pertanggungjawabannya, Jadi itulah 4 hal yang penting dalam proses hibah bansos,” kata AW.

Program ini diakuinya memang mengandung resiko yang sangat besar, sudah banyak pejabat atau pihak-pihak yang sudah terseret dengan masalah hibah bansos, baik itu yang kedapatan melakukan tindak korupsi, hingga ada juga yang mengalami kesalahan prosedur dan kesalahan administrasi sehingga akhirnya memberikan implikasi hukum, jelasnya.

Tentunya dengan harapan tidak terjadi hal-hal yang demikian, maka diharapkannya kegiatan sosialisasi ini, bisa diikuti dengan seksama oleh para pesertanya, agar kedepannya bisa membuat masyarakat Lingga umumnya, dan pemerintah Kabupaten Lingga khususnya bisa lebih tertib administrasi, terutama dalam pemberian bansos kepada masyarakat atau badan yang berhak menerima.

Sebelum mengakhiri sambutannya, beliau menyempatkan diri menyampaikan rasa terimakasihnya kepada ketiga nara sumber yang telah berkenan hadir langsung dari kota Bandung.

AW, optimis ditengah segala keterbatasan yang dialami oleh Kabupaten Lingga, terutama menyangkut penerapan aplikasi yang berbasis online yang sedang digadang-gadang oleh pemerintah pusat ini, maka suka atau tidak suka untuk mewujudkan hal tersebut Kabupaten Lingga harus segera berbenah, terutama untuk konektifitas dan aksesbilitas internet, sebagai penunjuang penerapan aplikasi online kedepannya.

“Dengan mengucapkan bismillah hirrohman nirrohim, sosialisasi pengelolaan hibah dan bansos secara online pada hari ini, resmi kami nyatakan dibuka,” kata AW menutup sambutannya.

Masih ditempat yang sama, Kepala BPKAD Kabupaten Lingga, Azet berharap, dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, maka mekanisme pemberian dan pengelolaan hibah dan bansos semakin jelas, sehingga tidak lagi muncul kecemburuan sosial bagi pihak yang mengajukan permohonan bansos tersebut nantinya.

Turut hadir pada kegiatan sosialisasi tersebut sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lingga, LSM serta berbagai Ormas yang ada di Kabupaten Lingga. Sumber humas, editor (sdr)

Tags: berita Lingga.headline

Discussion about this post

Berita Terkini

Verde Casino Aktionscode nutzen und sofort die ersten Bonuspunkte sichern

25 Agustus 2026

Test Post Created

25 Agustus 2026

Odkryj najlepsze strategie do gier w kasynie

25 Agustus 2026

Innovative trends driving the future of casinos

25 Agustus 2026

Navigating the colorful reels of online pokies NZ through a fresh pair of eyes

25 Agustus 2026

Test Post Created

25 Agustus 2026

Reseña de Pin up: ¿es confiable y qué ofrecen sus usuarios?

25 Agustus 2026

Los juegos más emocionantes en casinos online: descubre qué te espera

25 Agustus 2026

Elabet Casino: Αξιολόγηση των μπόνους και προσφορών του 2026

25 Agustus 2026

Pinup casino: acceso seguro y fácil para apostadores en Chile

25 Agustus 2026
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto

Pengunjung

3014593
Hari ini : 1368
Total Kunjungan : 3014593
Who's Online : 131

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Riau
  • Sumbar
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Advertorial
  • Redaksi
  • Pedoman

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.