Bengkayang, Kalbar (Leadernusantara.com) – Kapolres Bengkayang Polda Kalbar, AKBP Syahirul Awab, S.Sos., S.I.K., turun langsung melakukan pengecekan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Rabu (22/7/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar di tengah meningkatnya antrean kendaraan dalam beberapa hari terakhir.
Pengecekan dilakukan di SPBU PT Jessy Ak Lakeng, Jalan Raya Sanggau Ledo, Kelurahan Sebalo, serta SPBU PT Imanuel Jaya di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Bumi Emas.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Kasat Intelkam, Ps. Kasat Samapta, Kapolsek Bengkayang, serta personel Satintelkam, Satsamapta, dan Polsek Bengkayang.
Di SPBU PT Jessy Ak Lakeng, pengelola memastikan tidak terjadi kelangkaan BBM. Pasokan dari Depot Pertamina Pontianak tetap dikirim setiap hari sehingga stok dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, pelayanan pengisian BBM jenis Pertamax untuk sementara dihentikan akibat kerusakan pada motor Submersible Turbine Pump (STP) yang berada di tangki penyimpanan. Pengelola SPBU, Yudas, menjelaskan proses perbaikan belum dapat dilakukan karena teknisi yang menangani masih sakit, meski telah dihubungi sejak sekitar sepekan lalu.
Yudas juga menerangkan bahwa antrean panjang kendaraan dipicu meningkatnya permintaan Biosolar, ditambah adanya kendaraan yang beralih dari SPBU PT Imanuel Jaya setelah stok Biosolar di lokasi tersebut sempat kosong. Untuk menghindari penumpukan, penyaluran Biosolar dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas area pelayanan yang hanya memiliki dua jalur, yakni untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
Pada malam harinya sekitar pukul 18.45 WIB, Kapolres melanjutkan pengecekan ke SPBU PT Imanuel Jaya. Di lokasi ini, personel Satlantas dan Satsamapta turut melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan akibat antrean kendaraan.
Hasil koordinasi dengan pengelola menunjukkan stok BBM di SPBU PT Imanuel Jaya juga dalam kondisi aman. Pasokan dari Pertamina tetap berjalan sesuai jadwal sehingga kebutuhan masyarakat dipastikan masih dapat terpenuhi.
Pengelola SPBU, Junai, menjelaskan pembelian BBM menggunakan jeriken hanya diperbolehkan bagi masyarakat yang telah mengantongi surat rekomendasi. BBM tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan warga di wilayah pedalaman maupun untuk dijual kembali di kios-kios, dengan batas maksimal 70 liter per orang.
Sementara itu, penyaluran Biosolar untuk kendaraan truk dibatasi maksimal 100 liter per kendaraan sebagai upaya menjaga pemerataan distribusi BBM bersubsidi.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab menegaskan, hasil pengecekan menunjukkan stok BBM di Kabupaten Bengkayang secara umum masih aman sehingga masyarakat tidak perlu panik ataupun melakukan pembelian secara berlebihan.
“Kami memastikan distribusi BBM di Kabupaten Bengkayang berjalan dengan baik. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan dari Pertamina tetap tersedia. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak SPBU agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal serta mengawasi penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran,” ujar AKBP Syahirul Awab.
Ia menambahkan, Polres Bengkayang akan terus memantau distribusi BBM di lapangan serta membantu pengaturan arus lalu lintas di sekitar SPBU apabila terjadi peningkatan antrean kendaraan, sehingga situasi keamanan, ketertiban, dan kelancaran aktivitas masyarakat tetap terjaga. (Maria)















Hari ini : 2176
Total Kunjungan : 2972101
Who's Online : 128
Discussion about this post