Natuna, leadernusantara.com- Didampingi Kadis Kesehatan dan Kepala Puskesmas Ranai, Wakil Bupati Natuna Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti, MA., memaparkan inovasi pelayanan kesehatan dengan nama SI BERES ( Siab Bersih, Terima Bersih, Praktis dan Ringkas).
Hal tersebut dipaparkan Wabup melalui Video Conference di Ruang Rapat Lantai II, Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai Senin 6 Juli 2020 siang.
Ngesti juga menyampaikan ucapkan terima kasih atas keberhasilan Kabupaten Natuna saat ini berada dalam peringkat Top 99 dari 2.250 proposal kompetisi pelayanan public puskesmas se-Indonesia.
Hasil akhir Uji Pemaparan Materi dari Program Inovasi Pelayanan yang dilakukan saat ini, diharapkan Kabupaten Natuna dapat meraih peringkat Top 45 besar, dengan kontribusi mendapatkan Dana Intensif Daerah dari Pemerintah Pusat.
Dikatakan Ngesti, “Berada diwilayah kepulauan dan perbatasan Negara, Natuna, selalu menjadikan pelayanan dan peningkatan mutu kesehatan masyarakat sebagai salah satu prioritas utama pembangunan.”Ujarnya.
Lanjut Ngesti, adapun latar belakang dirancangnya inovasi program Siberes ini adalah kurangnya kesadaran dari masyarakat, terutama dalam menjaga kesehatan pribadi, keluarga maupun lingkungan.
Selain itu pemenuhan kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan juga masih rendah dan masih tingginya angka kematian ibu dan bayi, meskipun Pemerintah Kabupaten Natuna telah menerapkan jaminan kesehatan Tahun 2008 dan 2018 yang terintegrasi dalam BPJS kesehatan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut diantaranya, stigma masyarakat tentang proses bersalin di Puskesmas/klinik/rumah sakit, yaitu “rasa takut” dengan pelayanan menggunakan alat kesehatan.
Ini sudah merupakan tradisi turun temurun, lebih memilih bidan kampung dari Rumah sakit/Puskesmas.
Dan Rumah Sakit/Puskesmas dianggap kurang familiar dan kurang ramah, gender, dalam pengambilan keputusan tidak berpihak kepada ibu hamil.
Dari pemikiran diatas, kebijakan pemerintah dirasa harus diubah sesuai dengan tujuan menghilangkan semua factor kendala diatas. “Diharapkan kondisi cakupan persalinan di fasiltas kesehatan akan meningkat dan tingkat kematian ibu dan bayi akan menurun.”Terang Ngesti.
Upaya yang dilakukan oleh Kabupaten Natuna untuk mencapai target Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan indikator kesehatan kerja dibidang pelayanan kesehatan dirasa perlu ada terobosan baru, dengan berinovasi memberikan pelayanan yang bernama SIBERES.
Adapun regulasi yang mendasari kebijakan inovasi diatas, telah diatur melalui Peraturan Bupati No 11 Tahun 2017 Tentang Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi dan disosialisasikan pada Bulan Maret 2018, ditandai dengan dibukanya Ruang bersalin 24 jam di Puskesmas Ranai, yang didukung Polindes/Puskesmas Pembantu Se-Kecamatan Bunguran Timur.
Setelah berjalannya inovasi Si Beres ini, terjadi perubahan positif yang signifikan, diantaranya dalam hal cakupan persalinan di fasilitas kesehatan meningkat sebesar 69,91% (2017), 95,19% (2018), dan 98,44% (2019).
Dampak lain dapat dilihat dari Angka Kematian Ibu (AKI) menurun 1 orang (2017), 2018 dan 2019 tidak ada kasus, sedangkan Angka Kematian Bayi 6 orang (2017), 5 orang (2018) dan 4 orang (2019).
Harapan Ngesti, melalui Pers Rilis Humas Pemkab Natuna, Senin,(06/07), program ini harus terus dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, diupayakan agar operasionalnya lebih praktis dan gratis untuk seluruh masyarakat.
Kadiskes Pemkab Natuna pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa,
program SIBERES ini sudah diterapkan di seluruh Puskesmas di Kabupaten Natuna, yang bekerjasama dengan OPD dan Instansi Vertikal terkait.
Di Kabupaten Natuna, terdapat 14 Puskesmas. Apabila terdapat kasus yang tidak bisa ditangani di Puskesmas, maka akan segera dirujuk ke Rumah Sakit.”Ujar Rizal Rinaldy. (Hum/her)


















Hari ini : 4912
Total Kunjungan : 2908783
Who's Online : 129
Discussion about this post