90PADANG PARIAMAN, Leadernusantara.com — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nagari Ambuang Kapua Sungai Sariak menjadi momentum untuk menghimpun aspirasi masyarakat sekaligus menentukan arah pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga. Forum yang digelar Kamis (29/10/2026) ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah nagari, instansi terkait, dan masyarakat dalam menyusun program pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Musrenbang bukan sekadar tahapan administratif dalam perencanaan pemerintahan. Forum ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan usulan, mengidentifikasi persoalan di lapangan, serta menentukan kebutuhan yang perlu diprioritaskan berdasarkan urgensi dan kemampuan anggaran.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Padang Pariaman, Ihksandri Hardiansyah, yang disebut menjabat sebagai pejabat fungsional bidang keuangan; Camat VII Koto Zulfikar beserta Tim Satgas Pol-PP Kecamatan VII Koto; pendamping desa; Ketua dan anggota Badan Musyawarah (Bamus) Nagari; para ketua lembaga nagari; Koordinator Penyuluh Pertanian; kepala puskesmas; bidan desa; serta tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor agar usulan pembangunan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Antusiasme peserta dalam menyampaikan aspirasi menunjukkan besarnya harapan masyarakat terhadap kemajuan nagari. Berbagai masukan yang dihimpun menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun skala prioritas, dengan memperhatikan kebutuhan riil warga serta ketersediaan anggaran.
Wali Nagari Ambuang Kapua Sungai Sariak, Ardi Armansyah, menegaskan komitmen pemerintah nagari untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan masukan terkait pembangunan.
Menurutnya, setiap usulan perlu menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan, dengan tetap mengacu pada skala prioritas, kebutuhan masyarakat, dan kemampuan keuangan nagari.
Pemerintah nagari juga berupaya memperjuangkan usulan yang belum dapat direalisasikan melalui anggaran nagari dengan membangun koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan instansi terkait. Dengan demikian, kebutuhan yang belum terakomodasi di tingkat nagari tetap dapat diusulkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan pada tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.
Namun, keberhasilan Musrenbang tidak cukup diukur dari banyaknya usulan yang masuk atau pihak yang hadir. Hal yang lebih menentukan ialah kejelasan tindak lanjut, penetapan prioritas secara objektif, serta peluang realisasi setiap usulan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran sesuai ketentuan.
Karena itu, hasil Musrenbang diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi menjadi pijakan bagi pemerintah nagari untuk mengawal kebutuhan masyarakat hingga tahap penganggaran dan pelaksanaan program.
Pemerintah Nagari Ambuang Kapua Sungai Sariak berharap proses perencanaan tersebut mampu menghasilkan pembangunan yang transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada akhirnya, kualitas pembangunan nagari tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang direncanakan, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah dalam menerjemahkan aspirasi menjadi kebijakan dan kegiatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. (Jeef)














Hari ini : 2403
Total Kunjungan : 3077224
Who's Online : 128
Discussion about this post