• Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
Jumat, 23 Januari 2026
Leader Nusantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
Leader Nusantara
No Result
View All Result

Gubernur Ansar Gesa Penurunan Levelisasi PPKM di Kepri

ADVETORIAL

Leadernusantara.com by Leadernusantara.com
24/09/2021 4:02 PM
in Advertorial, Kepri
0
Gubernur Ansar Gesa Penurunan Levelisasi PPKM di Kepri
0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Pasokan Pasir Laut Diduga Ilegal Masuk Batam, Aktivis Desak Penindakan Tegas

Terlihat Rokok Ilegal di Tanjungpinang Masih Menjamur, Bea Cukai Minta Masyarakat Turut Awasi

Gubernur Kepri H Ansar Ahmad dalam arahannya saat memimpin Rapat Koordinasi Penurunan PPKM.

*Tracing, Tracking dan Treatment Harus Dimaksimalkan

LEDAERNUSANTARA.COM, TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau saat ini tengah mempersiapkan langkah-langkah penurunan level PPKM di Kabupaten dan Kota di Kepri. Hal ini dilakukan seiring dengan semakin menurunnya angka penyebaran virus Covid-19 di Kepri. Sampai dengan tanggal 24 September 2021 seluruh kabupaten dan kota di Kepri berada di PPKM Level III.

Gubernur Kepri H Ansar Ahmad dalam arahannya saat memimpin Rapat Koordinasi Penurunan PPKM mengatakan jika berbagai indikator penilaian level PPKM di Kepulauan Riau sudah menunjukkan perbaikan yang bagus beberapa minggu belakangan.

“Kalau kita lihat seperti angka kasus positif harian, angka keterisian rumah sakit, dan angka kematian sudah menunjukkan penurunan yang drastis. Jadi beberapa Kabupaten dan Kota seharusnya sudah turun ke level II atau level I,” kata Gubernur Ansar di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (23/9) malam.

Pada rapat yang dihadiri oleh Bupati/Wali Kota dan Forkompinda Kepri secara virtual ini, Tjetjep Yudiana sebagai Wakil Ketua Harian Satgas Covid-19 Kepri sekaligus ahli epidemiologi menjelaskan ada dua komponen utama yang menjadi asesmen levelisasi Covid-19 oleh Pemerintah Pusat.

Dua komponen itu adalah transmisi komunitas dan kapasitas respon. Masing-masing komponen tersebut selanjutnya terdiri dari tiga indikator. Komponen transmisi komunitas terdiri dari indikator kasus konfirmasi, rawat inap, dan kematian. Sementara komponen kapasitas respon terdiri dari indikator testing, tracing, dan treatment.

“Dari keenam indikator terhadap dua komponen asesmen tersebut, yang masih menjadi hambatan untuk penurunan level ada di rendahnya capaian tracing di beberapa daerah,” ujar Tjetjep Yudiana.

Tjetjep memberikan contoh pada Kota Batam sebagai gambaran. Di Kota Batam saat ini kasus konfirmasi sudah menyentuh angka 3,50 per 100 ribu penduduk dalam satu minggu, menurut asesmen angka tersebut sudah berada di tingkat I. Lalu rawat inap RS di Kota Batam berada di angka 7,65  per 100 ribu penduduk dalam satu minggu atau berada pada tingkat 2. Begitu juga dengan angka kematian yang ada di angka 0,58 per 100 ribu penduduk yang berada di level I.

Gubernur Kepri H Ansar Ahmad dalam arahannya saat memimpin Rapat Koordinasi Penurunan PPKM.

Namun angka tracing di Kota Batam saat ini baru mencapai angka 4,86 rasio kontak erat. Artinya dalam 1 kasus positif Covid-19, Pemerintah Kota Batam hanya menelusuri sebanyak 4 orang lainnya. Angka ini jauh dari standar WHO (World Health Organization) yang menetapkan setiap 1 kasus positif maka harus dilakukan tracing terhadap 15 orang lainnya.

Gambaran serupa terjadi di Kabupaten dan Kota lain di Kepri. Beberapa daerah masih terhalang dengan rendahnya capaian tracing kasus positif. Tercatat hanya Kabupaten Anambas dan Natuna yang berhasil melewati standar WHO. Kabupaten Anambas mencatat angka tracing di 16,00 dan Kabupaten Natuna sudah mencatatkan capaian tracing di angka 18,00.

Untuk mempercepat tracing sesuai dengan standar WHO, maka Tjetjep Yudiana memberikan arahan kepada Kabupaten dan Kota sesuai dengan pedoman Menteri Dalam Negeri agar melakukan tracing terhadap tetangga di sekeliling lingkungan sampai dengan 15 orang di lokasi kasus positif itu berada.

“Dari data NIK yang sudah kita tracing kepada tetangga-tetangga mereka, data tersebut dimasukkan ke aplikasi SiLacak dan diteruskan ke aplikasi PeduliLindungi sehingga nanti akan terdeteksi apabila ada kontak erat suspek Covid-19 yang ingin memasuki tempat-tempat umum,” ujar Tjetjep Yudiana.

Gubernur Ansar mengatakan bahwa aplikasi PeduliLindungi akan digunakan secara menyeluruh mulai pekan depan di seluruh wilayah Kepulauan Riau. Hal ini sebagai upaya dari integrasi data nasional untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

Lalu untuk semakin mempercepat tracing di Kepulauan Riau, dijelaskan oleh Pj Sekretaris Daerah Lamidi jika Gubernur Ansar bersama dengan Kapolda Kepri dan Danrem 033/WP sudah bersepakat untuk membentuk satuan relawan di masing-masing kecamatan. Satuan relawan tersebut berjumlah tiga orang yang terdiri dari aparat TNI-POLRI dan tenaga puskesmas. Tugas dari satuan relawan adalah melakukan tracing dari rumah ke rumah sekaligus memasukkan data tracing ke aplikasi SiLacak.

“Jadi ini untuk memantapkan lagi tracing kita, nanti kita juga akan memberikan mereka intensif transportasi selama tiga bulan sampai dengan Desember,” ucap Sekda Lamidi.

Dengan penentuan asesmen level daerah yang akan ditetapkan pada 4 Oktober mendatang, Gubernur Ansar berharap kepada seluruh kepala daerah dapat bekerja lebih maksimal lagi untuk melakukan perbaikan di sektor-sektor yang menjadi catatan.

“Paling tidak tanggal 4 nanti minimal seluruh kabupaten dan kota sudah turun ke level II, itu minimal (level II), lebih bagus lagi jika sudah ada yang turun ke level I,” ujar Gubernur Ansar.

Tampak hadir dalam rapat tersebut Wakil Gubernur Hj Marlin Agustina secara virtual, Kepala Dinas Kesehatan M. Bisri, Asisten I Juramadi Esram, Asisten III Hasbi, Kepala BPKAD Venny, Kepala BP2RD Reny, Kepala Biro Pemerintah Darwin, dan Dr. Hasyim Ashari.

Narasi/Foto: Humprohub Setdaprov Kepri

Discussion about this post

Berita Terkini

Tableau Parier Et Animé Principal Options — République française Jouez En Argent Réel

18 Januari 2026

Plus Lucratif Virtuel Tables De Roulette Encaisser ◦ territoire français Collectez Le Bonus

18 Januari 2026

Élő Megbízó Cselekmény _ Hungary Kezdj El Játszani

18 Januari 2026

Liaison Option – zone française Commencez À Jouer

18 Januari 2026

Pourquoi Miser En Ligne Roulette En Ligne Est Amusant • République française Obtenez Le Bonus Maintenant

18 Januari 2026

Licenc És Biztonsági Intézkedések — Magyarország Szerezd Meg A Bónuszt Most

15 Januari 2026

János Király – HU Játssz Most

15 Januari 2026

De Hele Dag Voor U Klaar Met Professionele Ondersteuning. · Nederlandse markt Verzamel Bonus

15 Januari 2026

Behave BetUS Call For Support For Sedimentation République française Réclamez Des Tours Gratuits

15 Januari 2026

Langue Américaine Bloc Opératoire Européen Roulette — territoire français Jouez Maintenant

15 Januari 2026
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto

Pengunjung

2846430
Hari ini : 1850
Total Kunjungan : 2846430
Who's Online : 127

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Contact
  • Pedoman
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Riau
  • Sumbar
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Advertorial
  • Redaksi
  • Contact
  • Pedoman

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.