
Tanjungpinang (leadernusantara.com) – Pemerintahan pada saat ini disibukan dengan Covid 19, sedangkan masyarakat pedagang kecil merisaukan ekonominya mulai berantakan tidak ada pembeli, dampak dari pelarangan keluar rumah untuk antisivasi penyebaran covid 19.
Hal itu terlihat sekira pukul 10.8 WIB pada Rabu 1 April 2020 di Pasar Kota Tanjungpinang sejumlah kedai Kopi tampak sepi tidak ada pembeli, bahkan sejumlah pedagang makanan tutup karena tidak ada pelanggan datang membeli makanan yang sudah diolahnya, akibatnya setiap hari menanggung keugian.
Ketika awak media ini berbincang dengan para pedagang pasar baru kota Tanjungpinang mengatakan, bahwa dangannya setiap hari nombok terus modal, maka sebagian lebih memilih tutup untuk semenara waktu, karena selama sepekan ini dagangan merugi terus, sebutnya.
“ Sudah seminggu ini pak dagangan saya sepi tidak ada pembeli, setiap harinya nombok terus pak, belum lagi gaji karyawan, tidak terbayar, maka lebih baik tutup, yang menjadi kekwatiran bagi kami pak, kalau lama kodisi seperti ini, untuk makan keluargapun terancam,” sebutnya belum mahu namanya disebutkan di media ini.
Jika dinilai bahaya Virus Corona dapat mematikan orang secara cepat, begitu juga dengan masyarakat tidak dapat beraktipitas dalam mengais rezeki untuk keluarganya, ujungnya mati juga, hanya mungkin agak pelan-pelan. kata pedagang sambil mengelus dadanya.
Terkait permasalahan ini, belum terlihat gerakan pemeritah dalam upaya mengantisivasi untuk menangani perekonomian masyarakat yang setiap harinya merugi, dapat diyakinni jika pemerintah tidak cepat tanggap, maka akan terjadi kesenjangan sosial, akan berdampak kepada masyarakat yang berekonomi lemah, terancam tidak makan, dapat menimbulkan daerah tidak kondusif.
Ketika berita ini dipostingkan, media ini belum berhasil konfirmasi kepada istansi terkait, (sdr)








Hari ini : 3368
Total Kunjungan : 2870019
Who's Online : 131
Discussion about this post