Batam (leadernusantara.com) – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlatamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., bersama pimpinan TNI dan unsur FKPD Porvinsi Keperi menghadiri pembekalan yang disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Ka BNPB) RI Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, di ruangan Aula Restoran Golden Prawn Batam, Kepulauan Riau, Minggu 8 Maret 2020.
Sebelum menerimaan pembekalan, seluruh undangan mendapat suguhan jamuan makan malam, setelah itu acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian Do’a, kata sambutan Plt. Gubernur Provinsi Kepri yang diwakili oleh Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Kepri Samsul Bahrum, pemberian cinderamata, diakhiri dengan pembekalan oleh Ka BNPB RI.
Secara global pembekalan dari Ka BNPB RI antara lain menyampaikan bahwa peran serta TNI/Polri dan pemerintah daerah serta komponen masyarakat terhadap evakuasi WNI dari Cina dan Abk World Dream yang dilaksanakan di Natuna di perairan Nipah, sangat baik serta berjalan dengan aman.
Dampak bencana yang selama terjadi di Indonesia banyak ditimbulkan dari faktor ulah manusia itu sendiri, selebihanya karena faktor alam. Sehingga untuk pencegahan jangka panjang perlu banyak kita viralkan menanam pohon yang disesuikan dengan sedimen tanah. Terutama ditepi pantai dan lahan-lahan gundul yang berpotensi longsor.
Dengan kita perbanyak pohon ditanam, dapat menghasilkan debit air yang bayak pula, sehingga saat kemarau panjang mata air yang ada didalam tanah tidak kering, kemudian untuk yang di tepi pantai dapat menahan gelombang besar, seperti tsunami.
Didepan awak media usai memberikan pembekalan Ka BNPB RI mengatakan “Untuk wilayah Kepri potensi bencana relative aman, artinya ancaman geologi tidak terdapat patahan pergeseran kulit bumi”, tuturnya.
Dikatakan juga “Potensi kekeringan air di Kepri semakin hari semakin meningkat, hal ini disebakan karena terjadi perubahan vegetasi, dimana kawasan yang dulu hutan sudah terkupas, lalu digunakan untuk perumahan, industri, perkantoran. Solusisnya dengan cara menanam pohon, karena untuk mengembalikan fungsi aslinya paling cepat jangka waktu hampir 5 tahun “, jelasnya.
Ka BNPB RI menghimbau “Agar meningkatkan kesadaran kolektif dari seluruh komponen masyarakat mulai dari keluarga dan di tingkat RT mulai menanam bibit pohon apa saja jenis vegetasi yang cocok di wilayah Kepri ini dengan berkoordinasi dengan dinas pertanian dan kehutanan setempat”, himbaunya
Ka BNPB RI berharap “Pohon yang ditanam selain berfungsi nilai ekonomis, tapi juga fungsi ekologis seperti contohnya pohon aren dan pohon alpukat, sehingga 8 sampai dengan 10 tahun perubahan vegetasi ini dapat pulih kembali serta dapat membuat sumber mata air baru”, pungkasnya.
Hadir pada acara tersebut Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, S. Sos., Wadanlantamal IV Kolonel Laut (P) DR. Imam Teguh Santoso, S.T., M.Si., Danlanud RHF Kolonel Pnb Andi Wijanarko, Para Pejabat Utama Korem 033/WP, Para Pejabat Utama Lantamal IV, Pejabat Pemerintah Provinsi. Kabupaten/Kota, Wadanwing Uadara 1, Danlanudal Tanjungpinang Letkol Laut (P) Dani Achnisundani,S.H.,M.Tr.Hanla., Unsur pimpinan TNI, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Wanita, Tokoh Pemuda, Organisasi Insan Media, Manggala Agni serta Relawan Se Provinsi Kepri. Sumber Dispen Lantamal IV Tanjungpinang. (Leader)








Hari ini : 3096
Total Kunjungan : 2869747
Who's Online : 130
Discussion about this post