Tanjungpinang (Leadernusantara.com) – Dinas Kominfo Kepri gelar acara Seminar Nasional mengangkat tema “Pers Merawat Perbatasan” Remi dibuka oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad SE.MM, pada 2 April 2021, di ruangan Wan Seri Beni Gedung serbaguna di Komplek perkantoran Pemprov Kepri di Dompak Tanjungpinang.
Acara tersebut merupakan rangkaian setahun kepemimpinan Gubernur Kepri Ansar-Marlin, serta memeriahkan hari Pers Nasional tahun 2022, mengundang Tokoh Nasional sebagi narasumber, dintaranya Jurnalis Senior Indonesia Desi Anuar. Komisioner Komisi Informasi Nasional Cecep Suryadi. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Agung Suprio. Ketua Komisi Antar Lembaga dan Luar Negeri Dewan Pers Indonesia DR. Agus Sudibyo.
Dalam kata sambutan Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengucapkan selamat datang kepada para nara sumber yang telah sudi datang dari Jakarta ke daerah Provinsi Kepulauan Riau. Menurut Gubernur sengaja mengundang para tokoh Nasional dan Pers Senior sebagai nara sumber di acara ini, sesuai tema yang diangkat, “Pers Merawat Perbatasan”, sebut Ansar.
Ansar juga menyebutkan, Provinsi Kepulauan Riau, terdepan di Indonesia, dengan jumlah pulau sebanyak, 2.408, di antaranya 394 berpenghuni dan 22 di antaranya sebagai pulau terdepan. Sedangkan wilayah lautanya 96 persen, daratan hanya 4 persen.
Kepri berbatasan langsung dengan Malaysia, Singapura, serta Kamboja, Vietnam, dan China, “wilayah Kepri yang patut dijaga dan dirawat oleh semua pihak sebagai wilayah perbatasan, sudah semestinya kita berupaya mengoptimalisasi kedaulatan maritim yang ada, dengan mengoptimalkan semua potensi” uncap Ansar.
Kepri juga sesungguhnya menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan segala potensi yang ada. Akan tetapi di sisi lain di Kepri juga menjadi sumber kerawanan, karena berdekatan dengan negara tetangga, maka tidak heran di laut Kepri selalu terjadi kegiatan illegal fishing, sebut Ansar.
Perlu diakui “Selat Melaka jauh lebih besar pemampaatan negara Malaysia dan Singapore ketimbang negara kita, maka kedepan akan berupaya memaksimalisasi dengan mengoptimalkan Badan Usaha Milik Daerah Kepri untuk memanfaatkan semua potensi di pulau-pulau yang ada di daerah Kepri”, kata Ansar.
Untuk menjaga potensi dan kedaulatan Indonesia di Kepri dengan bergandengan tangan dan kerja sama berbagai pihak, salah satunya dengan pers sebagai penyedia informasi, corong dunia, negara, dan rakyat, maka pers memiliki peran penting menjaga kedaulatan dan merawat perbatasan, ujar Ansar lagi.
“Jangkauan informasi itu penting, untuk mendukung agar pers dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, kita harus membangun infrastruktur. Tahun ini akan terbangun 76 BTS di daerah 3T, khususnya di Kabupaten Natuna, Anambas, dan Lingga, baik melalui kerjasama dengan BAKTI Kominfo maupun BTS operator seluler swasta, agar wilayah-wilayah blankspot tersebut bisa terjangkau jaringan yang dibutuhkan, untuk membangun komunikasi yang efektif” sebut Gubernur.
Untuk merawat daerah perbatasan, sebut Ansar, perlu dorongan untuk peningkatan profesionalitas Pers dan meningkatkan akreditasinya di berbagai jenjang yang telah diatur Dewan Pers dan KPI.
“Kita akan siapkan anggaran untuk teman-teman jurnalis untuk ikut kursus bahasa asing, karena kita berbatasan dengan negara tetangga, maka saya kira kompetensi itu diperlukan. kolaborasi seperti inilah yang ingin kita bangun bersama, agar dapat merawat kedaulatan dan perbatasan” kata Ansar.
Terakhir Gubernur Ansar menyampaikan terima kasih kepada Dewan Pers dan KPI pusat yang telah menganugerahi Kepri sebagai Provinsi dengan kemerdekaan dan Kebebasan Pers terbaik di Indonesia, tahun 2021, dan Provinsi Terbaik Nasional KPI Award 2021.
Hadir pada kesempatan itu Anggota DPRD Kepri Boby Jayanto, perwakilan Forkopimda Kepri, Ketua Komisi Informasi Kepri Endra Mayendra, Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra, Pimpinan Instansi Vertikal, Staf Khusus, Staf Ahli, dan Kepala OPD di lingkungan Pemprov Kepri, Kepala Diskominfo Kabupaten Kota se Kepri, pimpinan media se Kepri, dan peserta seminar lainya. (Leader)






Hari ini : 1570
Total Kunjungan : 2872337
Who's Online : 129
Discussion about this post