• Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
Selasa, 20 Oktober 2026
Leader Nusantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
Leader Nusantara
No Result
View All Result

Bupati Lingga Fokus Upaya Jadikan Mepar Tujuan Wisata Sejarah dan Religi

sudirman leader by sudirman leader
29/01/2022 2:16 PM
in Lingga
0
Bupati Lingga Fokus Upaya Jadikan Mepar Tujuan Wisata Sejarah dan Religi

foto Bupati Lingga saat menyampaikan kata sambutan diacara pengukuhan LAM Desa Mepar

0
SHARES
57
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
foto Bupati Lingga memberikan tepung tawar kepada ketua LAM Desa Mepar saat dikukuhkan

Lingga (Leadernusantara.com) – Bupati Lingga Muhammad Nizar kukuhkan Lembaganya Adat Melayu (LAM) Desa Mepar, masa bakti 2022-2027, pada Sabtu malam 29 Januari 2022. Pemkab Lingga focus ingin jadikan Desa Mepar sebagai salah satu desa tujuan wisata sejarah, budaya dan religi.

Menurut Bupati Lingga dalam kata sambutan M.Nizar mengatakan, bahwa Desa Mepar merupakan pintu masuk Kabupaten Lingga, adalah pulau yang kaya dengan sejarah dan adat budaya. Kearifan lokal yang masih terjaga ditengah hiruk-pikuknya moderenisasi.

Cagar budaya yang masih berdiri kokoh sebagai benteng pertahanan di masa kesultanan Lingga-Riau-Johor-Pahang, menjadi saksi bisu, betapa pentingnya pulau bersejarahi ini yang sudah melegenda perlu dipertahankan dan dibudayakan sebagai daerah yang bersejarah untuk tujuan wisata religi dan budaya, jelas Nizar.

“Selamat dan tahniah kepada pengurus LAM Desa Mepar. Dan kami berharap semoga dapat menjadi teladan dan contoh bagi masyarakat, terutama bicara adat dan budaya melayunya. Kalaulah bergerak seiring selangkah niat dicapai pantang menyerah,” papar Nizar.

Baca Juga

PLN ULP Dabo Pasang Pengaman Jaringan, Cegah Gangguan Akibat Hewan

Peralatan dan Mesin Aset Milik  Daerah Di DPRD Lingga Tak Diketahui Keberadaannya, Jadi Sorotan BPK

Menurut Nizar, dari catatan sejarah Lingga merupakan pusat tamaddun yang cukup lama, lebih kurang 113 tahun menjadi pusat pemerintahan para Sultan Melayu di Daik.

“Sejak 1787 sampai 1900-an, umur yang panjang dan tua menjadi sebuah pusat pemerintahan. Barulah pada tahun 1900, menjelang penghapusan kesultanan oleh Belanda, pusat pemerintahan dipindahkan ke Pulau Penyengat,” urainya lagi.

Apalagi peran penting pulau Mepar, tentu tak lepas dari catatan sejarahnya. Dengan adanya makam Temenggung Jamaluddin, Datok Kaya Motel, benteng-benteng Mepar, serta cerita meriam sumbing.

Daik juga dikenal sebagai negeri para Sultan atau Yang Dipertuan Besar. Ada 4 Yang Dipertuan Besar dan seorang Yang Dipertuan Muda yang bersemayam di tanah Daik. Mereka adalah Sultan Mahmud Riayat Syah III (Marhum Masjid), Sultan Abdul Rahman Syah (Marhum Bukit Cengkeh), Sultan Muhammad Syah II (Marhum Kedaton) serta Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah II serta Muhammad Yusuf Al Ahmadi, Dipertuan Muda Riau X.

“Jika dibandingkan dengan Pulau Penyengat, Sejarah di Lingga lebih tua. Maka dari itu kita harus mampu menggrand desainnya semaksimal mungkin, untuk wisata sejarah dan religinya, disini salah satunya,” jelas Nizar.

Pemerintah daerah sudah merancang rencana besar tersebut, namun perlu dukungan dan semangat dari semua kalangan, termasuk para pelaku budaya dan masyarakat di Desa Mepar sendiri. Dengan terbentuknya LAM Desa Mepar, dengan harapan pemerintah daerah agar dapat menjadi motor penggerak adat dan budaya bagi masyarakat setempat, tutur Nizar.

” Saya percaya dengan semangat bersama, walaupun baru akan memulai untuk mempromosikan, meski  terlambat tidak menyurutkan niat untuk menjadikan, tidak ada kata istilah terlambat untuk memulainya, konsep Desa Mepar diseksamai dengan matang,” jelasnya.

Berkaitan dengan kearifan lokal, wisata religi yang masih dilestarikan di Mepar, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Berzanji yang sudah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia. Selain itu wisata kuliner di Tanjung Buton dengan view gunung Daik, sudah pasti menjadi pelengkap destinasi di Desa Mepar.

” Masyarakat disini harus siap sadar wisata, harus kita lakukan bersama-sama, LAM disini juga harus ada gerakan bersama dengan pemerintah desanya, bulatkan tekad untuk mencapai keinginan dalam  membangun desa kita,” harap Nizar.

Hal senada Kepala Desa Mepar Handoyo mengatakan, terbentuknya LAM Desa Mepar, bisa menjadi leader sejarah dan budaya bagi masyarakat, Apalagi progran pemerintah daerah untuk menjadikan Desa Mepar sebagai desa wisata sejarah dan religi, menjadi tantangan bagi desa dan seluruh pelaku budaya serta masyarakat desa, kata Handoyo.

“Saya yakin rencana ini bisa terwujud, bila kita semua ikut berperan serta untuk mewujudkan, Mari bersama kita bahu membahu, LAM terpilih diharapkan salah sato motor penggerak” harapnya  dihadapan masyarakatnya yang hadir. Sumber Kominfo. (Leader)

Tags: headline

Discussion about this post

Berita Terkini

Lantik 53 Pejabat, JKA Tekankan Amanah Jabatan dan Kualitas Pelayanan Publik

Lantik 53 Pejabat, JKA Tekankan Amanah Jabatan dan Kualitas Pelayanan Publik

19 Oktober 2026
Liga Wali Nagari Cup VIII Resmi Dibuka, Camat Apresiasi Kekompakan Nagari Ambuang Kapua

Liga Wali Nagari Cup VIII Resmi Dibuka, Camat Apresiasi Kekompakan Nagari Ambuang Kapua

19 Oktober 2026
Menelusuri Jejak Sejarah dan Mendokumentasikan Warisan Melayu

Menelusuri Jejak Sejarah dan Mendokumentasikan Warisan Melayu

17 Oktober 2026
HUT ke-36 Perumda Tirta Anai, Aznil Mardin Perkuat Komitmen Transformasi dan Pelayanan Berkualitas

HUT ke-36 Perumda Tirta Anai, Aznil Mardin Perkuat Komitmen Transformasi dan Pelayanan Berkualitas

16 Oktober 2026
Harjo Waluyo Dilantik Pimpin PWI Bintan 2026–2029, Soliditas dan Profesionalisme Jadi Prioritas

Harjo Waluyo Dilantik Pimpin PWI Bintan 2026–2029, Soliditas dan Profesionalisme Jadi Prioritas

15 Oktober 2026
PWI Bintan Gelar Konferkab II, Saibansah Tekankan Integritas dan Independensi Wartawan

PWI Bintan Gelar Konferkab II, Saibansah Tekankan Integritas dan Independensi Wartawan

15 Oktober 2026
Rp 4,3 Miliar Barang Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Tanjungpinang, Potensi Kerugian Negara Rp2,6 Miliar

Rp 4,3 Miliar Barang Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Tanjungpinang, Potensi Kerugian Negara Rp2,6 Miliar

14 Oktober 2026
Peninjauan Ungkap Irigasi Sikayan Bersumber dari BWS, Pembangunan Diharapkan Tingkatkan Produktivitas Petani

Peninjauan Ungkap Irigasi Sikayan Bersumber dari BWS, Pembangunan Diharapkan Tingkatkan Produktivitas Petani

13 Oktober 2026
Diakhir Tarung Derajat Padang Pariaman Raih 5 Medali, 3 Emas Pertegas Prestasi Tuan Rumah

Diakhir Tarung Derajat Padang Pariaman Raih 5 Medali, 3 Emas Pertegas Prestasi Tuan Rumah

11 Oktober 2026
Asmadi Sambangi Posko Hapkido Padang Pariaman di Solok, Beri Motivasi Atlet

Asmadi Sambangi Posko Hapkido Padang Pariaman di Solok, Beri Motivasi Atlet

10 Oktober 2026
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto

Pengunjung

3065531
Hari ini : 1560
Total Kunjungan : 3065531
Who's Online : 138

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Riau
  • Sumbar
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Advertorial
  • Redaksi
  • Pedoman

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.