• Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
Minggu, 19 April 2026
Leader Nusantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
Leader Nusantara
No Result
View All Result

Peluncuran Buku ICMI Bertajuk “Mulia Karena Tulisan”

Leadernusantara.com by Leadernusantara.com
30/10/2021 2:09 PM
in Tanjungpinang
0
Peluncuran Buku ICMI Bertajuk “Mulia Karena Tulisan”
0
SHARES
165
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tanjungpinang (Leadernusantara.com) – Bedah dan peluncuran Buku ICMI merupakan karya tulis penuh ilmu yang kaya dengan nasehat serta pantun sebagai bentuk budaya melayu sesuai pilosofinya tak lakang kena panas tak lapuk kena hujan, yang sudah melegenda dari zaman ke zaman hingga saat ini.

Pada kesempatan peluncuran Buku ICMI yang bertajuk “ Mulia Karena Tulisan” tema ini bermaknakan  hasil pemikiran para ilmuan yang dilahirkan dalam sebuah buku, dapat dijadikan tuntunan dalam kehidupan bagi generasi sebagai anak negeri, bila rajin membaca maka akan kaya dengan ilmu.

Buku yang berisikan tulisan para ilmuan, merupakan bentuk gudang ilmu, bagi siapa yang rajin membaca maka mereka akan kaya dengan limu pengetahuan, maka sedari dulu semua umat dianjurkan untuk membaca, sesuai ayat “dalam Surah Al–’Alaq (Iqra) dengan  Arti (bacalah). Dala artian bahwa kita semua dianjurkan untuk membaca.

Pantun telah menjadi Warisan Budaya Tak Benda atau WBTB yang di tetapkan UNESCO pada tanggal 17 Desember 2020. Pantun yang diusulkan untuk Indonesia berasal dari Kepulauan Riau dan Riau Daratan. Hal itu terungkap dalam bedah buku ICMI berpantun dengan tema “Mulia Karena Karya”.

Baca Juga

Sahkan APBD Perubahan 2025  Dintadai Dengan Ketok Palu DPRD

Bergelora Semangat Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 80 Sekwan & Anggota DPRD Bagikan Bedera Merah Putih

Kegiatan bedah buku yang disejalankan dengan peluncuran buku ICMI berpantun yang digelar di Aula SMA Negeri 4 Tanjungpinang, sebelumnya dihadiri oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad secara daring, yang dimoderatori langsung oleh Sekretaris ICMI Orda Tanjungpinang, Ridarman Bay, SE, MM.

Dalam bedah buku tersebut, dihadiri pemantun se Kota Tanjungpinang itu, Profesor, Dr Abdul Malik bertindak sebagai penanggap dalam bedah buku, menjelaskan bahwa orang pertama yang menyusun buku pantun ternyata berasal dari Kepulauan Riau, yaitu Haji Raja Ibrahim pada tahun 1877 silam. Haji Raja Ibrahim merupakan teman dari Raja Ali Haji, namun beliau lebih mengkhususkan pada pantun.

Lebih lanjut, Budayawan periah jembia emas 2018 itu menambahkan, bahwa Pantun menggunakan bahasa melayu yang tinggi karena pantun dihargai sebagai karya yang bernilai tinggi. Oleh karena itu kemahiran berpantun ini memerlukan kecerdasan yang tinggi.

“Pantun merupakan jenis sastra yang memberi keindahan perbagai rupa dalam bertuturkata. Pantun merupakan jenis sastra melayu yang sangat disukai, dari dahulu hingga sekarang.” Kata Abdul Malik.

Mantan Dekan FKIP Umrah Tanjungpinang ini pun mengapresiasi, Buku ICMI berpantun karena merupakan kepedulian terhadap warisan budaya bangsa. Buku ini merupakan sumbangan tulisan yang terdiri dari 29 penulis dengan profesi yang beragam.

Buku ICMI Berpantun berkontribusi dalam bebebarapa hal, diantaranya Kepedulian terhadap pantun sebagai WBTB bangsa Indoensia, Pengekalan karya (tertulis) sehingga dapat dinikmati oleh kalangan luas.

Dalam bedah buku bersempena hari sumpah pemuda 28 oktober itu juga terungkap, beragamnya Tema Pantun dalam buku dimana ada sebanyak 36 tema, mulai dari nasihat, kasih sayang, karakter, peduli lingkungan, pembangunan, kerja keras dan lain sebagainya. Usai penangggap menyampaikan materinya.

Bedah buku ICMI berpantun juga diisi sesi diskusi Tanya jawab, antara lain Afitri Susanti, S Psi, MM yang menyarankan agar gencarnya dilakukan sosialiasi terhadap penggunaan kosakata dalam bahasa Melayu. “Tidak semua kosakata dalam Bahasa Melayu diakhiri dengan huruf “e”. Contohnya Lagu Segantang Lada selalu di sebutkan dengan “Seganteng Lade” seharusnya “Segantang Lada”. Ungkap Fitri.

Sementara salah seorang peserta lainnya, dari kalangan akademisi Poltekes Tanjungpinang menyampaikan bahwa Buku Karya ICMI berpantun ini sangat menarik, mulai dari tampilannya serta penulis dan editornya tidak perlu diragukan lagii.

Namun terkait substansinya, dalam upaya ICMI melestarikan pantun yang benar, sarannya pada revisi selanjutnya untuk dimasukkan latar belakang pantun dan tata cara membuat pantun yang baik. (Leader)

Tags: headline

Discussion about this post

Berita Terkini

PLN ULP Dabo Singkep Tingkatkan Keandalan Listrik, Pasang Cover Bushing FCO

PLN ULP Dabo Singkep Tingkatkan Keandalan Listrik, Pasang Cover Bushing FCO

12 April 2026
Pemdes Rantau Panjang Gelar MTQ ke-V Tingkat Desa

Pemdes Rantau Panjang Gelar MTQ ke-V Tingkat Desa

9 April 2026
Polres Bengkayang Amankan Ibadah Misa Jumat Agung, Jemaat Beribadah Khusyuk

Polres Bengkayang Amankan Ibadah Misa Jumat Agung, Jemaat Beribadah Khusyuk

4 April 2026
Selamat Hari Raya Idulfitri Syatu Sawal 1447 2026.

Selamat Hari Raya Idulfitri Syatu Sawal 1447 2026.

19 Maret 2026
Polres Bengkayang Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Kapuas 2026, Amankan Mudik Lebaran 1447 H

Polres Bengkayang Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Kapuas 2026, Amankan Mudik Lebaran 1447 H

12 Maret 2026
KUA Lingga Utara Hadiri Silaturahmi MUI Kabupaten Lingga: Perkuat Ukhuwah dan Marwah Umat

KUA Lingga Utara Hadiri Silaturahmi MUI Kabupaten Lingga: Perkuat Ukhuwah dan Marwah Umat

4 Desember 2025
Bupati Padang Pariaman Imbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Bupati Padang Pariaman Imbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

14 September 2025
Kampung Nelayan Merah Putih Segera Dibangun di Padang Pariaman

Kampung Nelayan Merah Putih Segera Dibangun di Padang Pariaman

14 September 2025
Wakil Bupati Temui Masyarakat Kapalo Hilalang Bahas Tuntutan di Tarok City

Wakil Bupati Temui Masyarakat Kapalo Hilalang Bahas Tuntutan di Tarok City

12 September 2025
Walinagari Batu Kalang Sosialisasikan Bahaya Tentang Penyalahgunaan Narkoba.

Walinagari Batu Kalang Sosialisasikan Bahaya Tentang Penyalahgunaan Narkoba.

11 September 2025
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto

Pengunjung

2913065
Hari ini : 2358
Total Kunjungan : 2913065
Who's Online : 128

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Riau
  • Sumbar
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Advertorial
  • Redaksi
  • Pedoman

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.