• Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
Selasa, 15 September 2026
Leader Nusantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
Leader Nusantara
No Result
View All Result

Suaraku di Ujung Pertiwi

Leadernusantara.com by Leadernusantara.com
02/09/2020 7:01 PM
in Natuna
0
Suaraku di Ujung Pertiwi
0
SHARES
95
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : HAZRIANI, S. Pi
Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna

Natuna, leadernusantara.com-Bumi yang kita tempati sekarang adalah titipan yang harus kita jaga dan pelihara dari tangan – tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

Bagaimana mungkin kita tidak punya hati untuk menghargai alam yang kita tempati sekarang ini ? nikmat yang tak terhingga sampai sekarang kita rasakan seperti lingkungan tempat tinggal kita yang masih nyaman , darat dan laut tempat mencari nafkah, udara yang kita hirup, semua merupakan titipan. Awalnya cukuplah menghargai, agar tumbuh rasa kepedulian dan tanggung jawab.

Kepedulian dan tanggung jawab menjaga dan menyelamatkan bumi kita dari kerusakan dan pencemaran di mulai dari pendidikan karakter,yang bukan sekedar teori semata. Pendidikan karakter berawal dari sebuah wadah, tempat dimana kita bisa melangsungkan pendidikan, contohnya di rumah, di sekolah dan di lingkungan tempat tinggal.

Baca Juga

Muhammad Rapi : PWI Natuna Tetap Tegak Lurus, Tunduk Pada Pusat Hukum

Dinas Kominfo Natuna Terima Kunjungan Guru dan Siswa SLB

Yang harusnya di perankan orang dewasa untuk memberikan pendidikan karakter tersebut. Bagaimana mana mungkin kita sebagai individu bisa memainkan peran masing-masing di setiap wadah itu kalau tidak melakoninya.

Pendidikan karakter merupakan pendidikan dalam hal kebiasaan dan mengarah pada suatu tindakan. Jadi sebelum pendidikan karakter diajarkan, hendaknya orang dewasa yang berada pada wadah tertentu (rumah, sekolah dan lingkungan tempat tinggal) merubah cara pandang, pola pikir, sikap dan tingkah laku.

Contoh: saya sebagai seorang pendidik yang akan memberikan pendidikan karakter cinta lingkungan. Awalnya saya memberikan teori, makna cinta lingkungan itu memelihara/ merawat/ peduli terhadap lingkungan agar tidak rusak untuk kelangsungan hidup semua mahkluk yang ada di bumi.

Selanjutnya saya akan mengajak anak-anak mempraktekkan bagaimana cara memelihara lingkungan. Menanam tanaman agar lingkungan sekolah kita sejuk, membuang sampah di tempat yang sudah di tentukan dan terpilah.

Mengajak artinya memberikan contoh kebiasaan yang baik. Pekerjaannya simple tapi kalau karakter tidak terbangun secara internal maka akan terasa sulit.
Seberapa pentingkah membangun karakter anak- anak kita dalam menjaga lingkungan?.

Tidak bisa di pungkiri, dengan perkembangan dan kemajuan zaman kita malah terlena, maunya gampang, praktis, semua bisa di bayar dengan rupiah. Secara sadar menurunkan kemampuan kita untuk memiliki sikap cinta lingkungan.

Kita juga mengetahui semakin banyaknya permasalahan lingkungan dewasa ini yang harus di hadapi manusia, maka sangat penting membangun karakter cinta lingkungan dari sejak dini, karena mereka yang akan mendiami dan menjaga bumi ini setelah kita tiada.

Sebagai orang dewasa, selayaknya kita bertanggung jawab terhadap pendidikan karakter anak-anak kita, menanamkan dan memupuk rasa cinta terhadap lingkungan sejak usia dini. Dengan harapan karakter yang telah terbentuk akan membiasakan mereka dalam berbuat dan mengambil keputusan bila mereka dewasa.

Dirumah kita biasakan anak-anak kita membantu atau melakukan aksi nyata, mengajarkan hal-hal kecil tapi berdampak besar terhadap lingkungan kita seperti menyiram/merawat tanaman, menempatkan sampah di tempat terpilah, menghemat air, cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan pulang bepergian, tidak menyisakan makanan bila makan, membawa wadah makan dan tumbler/tempat minum sendiri dari rumah.

Ditengan pandemic corona, bagaimana sikap kita orang dewasa menanamkan cinta lingkungan pada anak-anak kita? Pada prinsifnya sama saja kalau tidak ada pandemic. Hidup bersih dan selalu menjaga kebersihan badan, pakaian, rumah dan lingkungan tetap harus tertanam di hati sanubari kita. Bagaimana bisa kita mencinta kalau kita tidak peduli. Yang terpenting kepedulian dan menghargai alam akan membentuk karakter cinta lingkungan. Selanjutnya karakter itu sendiri akan melekat pada kepribadian anak-anak kita, dan tentunya dimulai dari hal kecil, dari diri sendiri dan dari usia dini.

Dan marilah kita menjadi orang dewasa yang berkarakter cinta lingkungan sebelum kita mengajarkan pendidikan karakter cinta lingkungan itu pada anak-anak kita demi menyelamatkan lingkungan di masa sekarang dan nanti.
Terima Kasih.(**)

Tags: HL

Discussion about this post

Berita Terkini

Rp786 Juta Revitalisasi SDN 01 Padang Sago Dipertanyakan, Besi Rangka Baja Lama Disorot

Rp786 Juta Revitalisasi SDN 01 Padang Sago Dipertanyakan, Besi Rangka Baja Lama Disorot

15 September 2026

Come gestire il proprio bankroll nel gioco d’azzardo

15 September 2026

Обзор игр в Pinco casino: от Aviator до захватывающих слотов

15 September 2026

Погружение в мир Pin-Up Casino: живые игры и как в них играть

15 September 2026
SMAN 2 Sungai Geringging Masih Kekurangan Guru Sebagai Tenaga Pendidik

SMAN 2 Sungai Geringging Masih Kekurangan Guru Sebagai Tenaga Pendidik

15 September 2026
PC PMII Tanjungpinang-Bintan Luncurkan Ruang Nalar, Gandeng PWI Perkuat Literasi Mahasiswa

PC PMII Tanjungpinang-Bintan Luncurkan Ruang Nalar, Gandeng PWI Perkuat Literasi Mahasiswa

13 September 2026
Naufal Bintang Raih Juara 2 Tarung Derajat Sumbar, Tingkat SMP

Naufal Bintang Raih Juara 2 Tarung Derajat Sumbar, Tingkat SMP

10 September 2026
76 Siswa SMPN 4 VII Koto Sungai Sariak Terima Seragam Gratis

76 Siswa SMPN 4 VII Koto Sungai Sariak Terima Seragam Gratis

10 September 2026
Tak Lagi Pusing Beli Seragam, 94 Siswa SMPN 1 Padang Sago Terima Bantuan Gratis

Tak Lagi Pusing Beli Seragam, 94 Siswa SMPN 1 Padang Sago Terima Bantuan Gratis

9 September 2026
Bantuan Gratis Semangati 29 Siswa SMPN 2 VII Koto

Bantuan Gratis Semangati 29 Siswa SMPN 2 VII Koto

9 September 2026
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto

Pengunjung

3037999
Hari ini : 3043
Total Kunjungan : 3037999
Who's Online : 125

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Riau
  • Sumbar
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Advertorial
  • Redaksi
  • Pedoman

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.