Solok Selatan : Leadernusantara.Com-Sari’ah Nenek usia 60 tahun warga Jorong Kasiak Putiah, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan KPGD, Solok Selatan Sumbar ini hanya dapat duduk termenung sambil meratapi nasibnya yang tidak pernah tersentuh bantuan Pemerintah.
Meskipun dengan kondisi yang sudah terbilang renta, nenek yang berbadan kurus itu terus beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Meskipun terlihat dengan kondisi terbata-bata ia terus tanpa lelah mengumpulkan buah pinang, kemiri, yang ada beberapa pokok di belakang rumahnya. Buah pinang dan Kemiri yang dikumpulkan sehari-hari itu setelah terkumpul ia jual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dari penelusuran Media ini Selasa,(28/04) nenek Sari’ah, tinggal menumpang di rumah adeknya yang berukuran 4×8 M2. Diperkirakan rumah tersebut tua yang sudah berusia sekitar 100 san tahun. Disatu rumah gubuk kecil itu dihuni oleh tiga Kepala keluarga termasuk nenek Sari’ah.
Dari keterangan warga setempat, Nenek Sari’ah, memang seorang wanita yang tidak normal seperti wanita pada umumnya. Sejak lahir ia tidak pernah mengenyam pendidikan, dan termasuk kata gori orang keterbelakang mental. Namun demikian ia tetap beraktivitas seperti layaknya wanita-wanita normal lainya.
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar hasil mengumpulkan buah Pinang dan Kemiri satu minggunya tidak sampai Rp 7500, (Tujuh ribu lima ratus rupiah). Dan uang yang didapat dari penjualan tersebut ia ambil untuk menambah kebutuhan hidup sehari-hari bersama adeknya, karena adeknya juga tergolong keluarga miskin di kampung itu.
Kita kan nenek Sari’ah, Dapek numpang makan jo lalok syukur lah, (Dapat makan dan tidur jadilah) “Ucap nenek tersebut.
Lailatul khadar adik kandung Sariah juga mengatakan, “Sejak lahir memang ia serba kekurangan, terutama kurang normal dan sampai saat ini belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah melalui nagari,jangan PKH, bansos lainya, BPJS pun tak pernah didapat, bedah rumahpun tak tersentuh.Dia sudah sering didata oleh pihak nagari, namun tidak ada relisasinya.”Terang Kadar.
Abidin, salah seorang tokoh masyarakat setempat,yang setiap hari berkaca dengan kondisi keluarganya mengatakan. Setidaknya orang seperti Sari,ah inilah yang harus diperhatikan oleh pemerintah,hidup serba kekurangan,tinggal bersama keluarga yang kurang mampu pula.
Kalau menurut ajaran agama kalau pemerintah tidak memberikan bantuan kepada orang orang terlantar,niscaya orang orang itu akan mendapatkan ganjaran.”Sebut Abidin. (Helfi yulinda)

















Hari ini : 2134
Total Kunjungan : 2906982
Who's Online : 127
Discussion about this post