PADANG PARIAMAN, Leadernusantara.com — Keselamatan pelajar saat melintasi jalur kereta api menjadi perhatian dalam kegiatan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang yang digelar di SMAN 1 Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.
Kegiatan ini diikuti para siswa dan jajaran sekolah. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Padang Pariaman Yusra Sos dan Kepala SMAN 1 Lubuk Alung Arizon.
Sosialisasi difokuskan pada peningkatan kesadaran dan kewaspadaan pelajar saat berada di sekitar perlintasan kereta api. Para siswa diberikan pemahaman mengenai potensi bahaya serta langkah sederhana yang harus dilakukan sebelum melintas.
Salah satu pesan utama yang disampaikan melalui slogan “BERTEMAN”, yaitu Berhenti, Tengok Kiri-Kanan, Aman, Jalan.
Slogan tersebut menjadi pengingat agar pengguna jalan tidak langsung menerobos perlintasan, melainkan berhenti terlebih dahulu, melihat kondisi kiri dan kanan, memastikan tidak ada kereta yang melintas, kemudian melanjutkan perjalanan setelah dinyatakan aman.
Keselamatan Harus Menjadi Kebiasaan Sekretaris Dishub Padang Pariaman Yusra Sos menekankan pentingnya membangun budaya keselamatan sejak usia sekolah.
Menurutnya, keselamatan di jalan maupun perlintasan sebidang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas. Kesadaran serta kedisiplinan pengguna jalan juga menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan.
“Keselamatan harus menjadi kebiasaan. Anak-anak perlu memahami bahwa berhati-hati di perlintasan bukan sekadar aturan, tetapi untuk melindungi diri sendiri,” ujar Arizon.
Kepala SMAN 1 Lubuk Alung Arizon menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi keselamatan transportasi penting diberikan kepada siswa sebagai bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menggunakan fasilitas umum.
Diingatkan Tidak Terburu-buru Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga diingatkan agar tidak terburu-buru ketika hendak melewati perlintasan sebidang.
Berhenti, memperhatikan kondisi sekitar, memastikan jalur benar-benar aman, kemudian melanjutkan perjalanan merupakan langkah sederhana yang harus dibiasakan setiap kali melintasi jalur kereta api.
Kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa mengikuti pemaparan materi dan berinteraksi dengan pemateri mengenai berbagai kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan di perlintasan.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman pelajar SMAN 1 Lubuk Alung terhadap keselamatan semakin meningkat. Kesadaran tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga diterapkan saat berada di jalan dan dibagikan kepada keluarga serta masyarakat.
Sebab, di perlintasan sebidang, beberapa detik untuk berhenti dan memastikan keamanan dapat menjadi pembeda antara selamat dan celaka.
Versi ini sudah dibuat lebih jurnalistik, tegas, tidak bertele-tele, dan lebih layak tayang sebagai berita portal online.

















Hari ini : 2188
Total Kunjungan : 3053226
Who's Online : 130
Discussion about this post