• Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
Rabu, 28 Oktober 2026
Leader Nusantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
Leader Nusantara
No Result
View All Result

Direktur Cerdas Demokrasi Ajak Masyarakat Tak Pilih Kotak Kosong Pada Pilkada Bengkayang

sudirman leader by sudirman leader
10/09/2024 7:08 PM
in Kalbar, Nasional
0
Direktur Cerdas Demokrasi Ajak Masyarakat Tak Pilih Kotak Kosong Pada Pilkada Bengkayang

Direktur Cerdas Demokrasi Indonesia, Crisantus Heru Siswanto di Pontianak

0
SHARES
79
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bengkayang Kalbar (leadernusantara.com)- Direktur Cerdas Demokrasi Indonesia, Crisantus Heru Siswanto mendorong pentingnya kesadaran politik masyarakat dalam Pilkada 2024.

Diharapkannya masyarakat dapat mengunakan hak politiknya dengan bijak dan tidak memilih kotak kosong pada Pilkada Kabupaten Bengkayang, sebut Crisantus Heru Siswanto, di  Pontianak, pada 10 September 2024.

“Kita mengimbau masyarakat untuk mengunakan hak pilihnya dengan bijak dan tidak memilih kotak kosong,” kata Crisantus Heru Siswanto.

Direktur Cerdas Demokrasi Indonesia itu, mengemukakan beberapa alasan masyarakat, sebaiknya tak memilih opsi ini. Walaupun sejatinya memilih kotak kosong juga bagian dari proses demokrasi dan sah secara hukum.

Baca Juga

HUT ke-75 Humas Polri, Polres Bengkayang Gelar Donor Darah untuk Bantu Sesama

Kabut Asap Mengancam, Polres Bengkayang Turun Langsung Lindungi Warga

“Tapi dalam konteks demokrasi yang ideal, bisa diartikan sebagai apatisme politik, karena setiap suara punya peran penting memberikan legitimasi kepada pemimpin daerah,”

Menurutnya, Pilkada merupakan wujud dari kedaulatan rakyat. Esensi dari pesta demokrasi itu, adalah memilih pemimpin di daerah yang diyakini, mampu membawa perubahan dan kemajuan daerahnya.

“Tapi memilih kotak kosong, bisa dikatakan tidak memiliki kontribusi dalam Pilkada tersebut,” katanya.

Hanya dengan memilih pasangan calon yang ada memungkinkan masyarakat memberikan dukungan terhadap visi dan misi yang dirasa sesuai kebutuhan. Sekaligus, pemimpin terpilih punya legitimasi yang kuat.

Disamping itu, jika kotak kosong menjadi pemenang, akan memperpanjang ketidakpastian politik suatu daerah, karena Pilkada mesti diulang. Dampaknya, memperlambat pengambilan kebijakan, dan biaya makin besar, ujarnya.

Seharusnya anggaran yang ada dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur, tapi karena Pilkada kembali diulang, pemerintah harus menganggarkan lagi, tentunya yang dirugikan masyarakat, paparnya.

“Maka dari itu, masyarakat harus bijak melihat lebih banyak manfaat atau mudarat,” ungkapnya.

Disamping itu, Ruang demokrasi sudah sangat terbuka dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60, esensi dari putusan ini mencegah kotak kosong. Hanya saja tak dimanfaatkan partai dan kandidat yang lain untuk memajukan calon. (Maria)

Discussion about this post

Berita Terkini

Como jogar online no Onabet Cassino: dicas para um registro seguro e rápido

27 Oktober 2026
PWI Kepri, Polda Kepri, dan BP Batam Perkuat Kolaborasi Menjaga Keberlanjutan Air Bersih di Batam

PWI Kepri, Polda Kepri, dan BP Batam Perkuat Kolaborasi Menjaga Keberlanjutan Air Bersih di Batam

27 Oktober 2026
Jelang HUT Kabupaten Lingga, Pemkab dan PLN Siapkan Antisipasi Gangguan Listrik

Jelang HUT Kabupaten Lingga, Pemkab dan PLN Siapkan Antisipasi Gangguan Listrik

27 Oktober 2026
114 Siswa Kelas XII SMAN 2 Lubuk Alung Ikuti TKA, Satu Laboratorium Komputer Jadi Kendala

114 Siswa Kelas XII SMAN 2 Lubuk Alung Ikuti TKA, Satu Laboratorium Komputer Jadi Kendala

27 Oktober 2026
Proyek Irigasi Rp162,94 Juta di Sungai Asam Disorot, Pelaksana dan Mutu Pekerjaan Dipertanyakan

Proyek Irigasi Rp162,94 Juta di Sungai Asam Disorot, Pelaksana dan Mutu Pekerjaan Dipertanyakan

26 Oktober 2026
Nurhayati Imbau Warga Padang Pariaman Memeriksa Data Perlindungan Sosial Sebelum Akhir 2026

Nurhayati Imbau Warga Padang Pariaman Memeriksa Data Perlindungan Sosial Sebelum Akhir 2026

25 Oktober 2026
Diguyur Hujan, Seni Gendang Kepri Binaan Boby Jayanto Tampil Memukau di Simponi Alam Berkicau

Diguyur Hujan, Seni Gendang Kepri Binaan Boby Jayanto Tampil Memukau di Simponi Alam Berkicau

25 Oktober 2026
Pengurus PKSS Tanjungpinang-Bintan Periode 2026–2031 Resmi Dilantik Perkuat Keberagaman

Pengurus PKSS Tanjungpinang-Bintan Periode 2026–2031 Resmi Dilantik Perkuat Keberagaman

25 Oktober 2026
Retreat Wali Nagari Padang Pariaman Rp5,5 Juta per Orang, Peran Universitas Dipertanyakan, DPMD Belum Merespons

Retreat Wali Nagari Padang Pariaman Rp5,5 Juta per Orang, Peran Universitas Dipertanyakan, DPMD Belum Merespons

24 Oktober 2026
ADA APA DI BINTAN? Dugaan Tambang Pasir Ilegal Terus Beroperasi, Dua Nama Disebut Dalangnya

ADA APA DI BINTAN? Dugaan Tambang Pasir Ilegal Terus Beroperasi, Dua Nama Disebut Dalangnya

24 Oktober 2026
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto

Pengunjung

3076386
Hari ini : 4666
Total Kunjungan : 3076386
Who's Online : 134

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Riau
  • Sumbar
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Advertorial
  • Redaksi
  • Pedoman

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.