PADANG PARIAMAN, Leadernusantara.com—Tradisi Basapa 2026 resmi dibuka di Kompleks Makam Syekh Burhanuddin, Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Rabu (29/7/2026). Pada hari pertama pelaksanaan, jumlah peziarah diperkirakan mencapai 15.000 hingga 20.000 orang.
Para peziarah datang dari berbagai daerah di Sumatera Barat hingga luar provinsi untuk mengikuti ziarah, zikir, doa bersama, dan rangkaian kegiatan keagamaan lainnya. Tingginya jumlah pengunjung menunjukkan kuatnya antusiasme masyarakat terhadap tradisi keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan jumlah peziarah pada hari pertama diperkirakan mencapai 15.000 hingga 20.000 orang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peziarah. Semoga ziarah yang dilaksanakan mendapat rida Allah Swt.,” ujar John Kenedy Azis.
Menurutnya, Basapa tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Lonjakan kunjungan peziarah membuka peluang perputaran ekonomi bagi pedagang dan pelaku usaha di sekitar kawasan makam.
Untuk mendukung kenyamanan peziarah sekaligus mengoptimalkan potensi tersebut, pemerintah berkomitmen membenahi kawasan Makam Syekh Burhanuddin agar semakin bersih, tertata, aman, nyaman, dan tertib. Pembenahan akan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, tokoh agama, niniak mamak, tokoh masyarakat, serta masyarakat Ulakan Tapakis.
Selain pembenahan kawasan, penguatan nilai sejarah dan budaya Basapa juga menjadi perhatian. Tokoh masyarakat Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag., menilai tradisi tersebut memiliki kekuatan sejarah, budaya, dan spiritual yang besar sebagai bentuk penghormatan kepada Syekh Burhanuddin, ulama besar sekaligus penyebar Islam di Minangkabau.
“Basapa tidak hanya memberikan dampak keagamaan, tetapi juga ekonomi dan sosial, serta mempererat silaturahmi,” katanya.
Duski juga mendorong pembangunan Museum Syekh Burhanuddin yang terintegrasi dengan kawasan makam. Menurutnya, museum itu dapat memperkuat edukasi sejarah Islam sekaligus mendukung pengembangan wisata religi di Padang Pariaman.
Sejalan dengan itu, Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Sumatera Barat Edi Dharma, yang mewakili Gubernur Sumatera Barat, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak agar Basapa terus berkembang sebagai warisan budaya dan keagamaan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Tradisi Basapa 2026 akan berlangsung melalui Sapa Gadang dan Sapa Ketek selama bulan Safar. Pemerintah berharap tradisi tersebut tetap menjadi bagian penting dari syiar Islam dan budaya Minangkabau, sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat di kawasan Ulakan. (Jeff)

















Hari ini : 2463
Total Kunjungan : 3059551
Who's Online : 128
Discussion about this post