
(ASN) Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna ( Ketua Komunitas Kehati dan Lingkungan Kabupaten Natuna
Natuna, Leadernusantara.com-
“Aksi sedekah Eco Enzyme ke sungai” dalam rangka Hari Air Sedunia yang dilaksanakan oleh Komunitas KeHati dan Lingkungan Kabupaten Natuna Sabtu, 21 Maret 2021 berlokasi di samping Natna Hotel Darat Ranai.
Aksi ini di lakukan bekerjasama dengan beberapa komunitas anak muda seperti Natuna sastra, Kompas Benua, Mapala STAI, Gendre, FAN, Gen Hijau Nurul Jannah di dukung oleh DLH Kabupaten Natuna, Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR, KPHP Unit V Natuna, Kecamatan Bunguran Timur, Kelurahan Ranai Darat, Kelurahan Bandarsyah.
Aksi ini dilakukan berkenaan dengan Tema Hari Air Sedunia 22 Maret 2021 adalah “ Menghargai Air”. Sebagai bentuk kepedulian, dan penghargaan kita terhadap air, sumber air baik secara kualitas dan kuantitas.
Mungkin banyak pertanyaan di tengah masyarakat kita, air apa itu yang di curahkan, mengapa di sungai dan apa gunanya? dll,…
Baiklah saya akan memberikan sedikit pemahaman terkait dengan apa yang sudah kita lakukan kemaren.
1. APA ITU ECO ENZYME?
Eco-Enzyme adalah cairan alami serba guna, yang merupakan hasil fermentasi dari: air sisa kulit buah, potongan sayuran, dan gula merah atau molase. Di permentasi selama 3 bulan, Hasil akhirnya adalah cairan berwarna kecoklatan dengan aroma asam segar. Warna Eco-Enzyme bervariasi dari coklat muda hingga coklat tua, bergantung pada jenis sisa buah / sayuran dan jenis gula yang digunakan.
Eco-Enzyme dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong — pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand, yang melakukan penelitian sejak tahun 1980-an. Eco-Enzyme diperkenalkan secara lebih luas oleh Dr. JoeanOon, seorang peneliti Naturopathy dari Penang, Malaysia.
2. MENGAPA KITA MEMBUAT ECO -ENZYME?
Ø 70% sampah yang terbuang di TPA adalah SAMPAH ORGANIK Sampah organik di TPA menimbulkan bau tidak sedap di lingkungan, serta memberi resiko terjadinya ledakan TPA. Pembusukan sampah organik juga menghasilkan gas metana. Dengan membuat ECO-ENZYME, kita telah mengolah sebagian besar sampah kita dan MENGURANGI BEBAN TPA.
Ø Produk yang kita gunakan di rumah sebagian besar mengandung bahan kimia sintetis yang BERBAHAYA bagi kesehatan manusia dan lingkungan, Kemasan dari produk – produk tersebut juga mencemari lingkungan, karena hanya sebagian kecil yang didaur ulang. Eco-Enzyme adalah alternatif alami dari bahan kimia sintetis berbahaya di rumah. Dengan membuat Eco-Enzyme, kita mengurangi produksi limbah kimia sintetis dan sampah plastik sisa kemasan produk rumah tangga pabrikan.
Ø Manfaat Eco Enzyme untuk sehari – hari :Karbol dan pembersih alami • Sabun cair alami • Penjernih udara alami • Pembersih rumah tangga alami • Hand sanitizer alami (pembersih Udara, Air, tanah dan Manfaat Medis).
3. BUMI KITA SEDANG SAKIT
Banyak terjadi bencana sekarang ini seperti banjir, kekeringan, kebakaran, longsor, tsunami adalah pertanda bumi kita sedang sakit. Telah terjadi ketidak seimbangan dalam ekosistem akibat pencemaran dan kerusakan terhadap lingkungan hidup. Yang jelas dampak yang kita lihat dan rasakan saat ini kenaikan suhu rata-rata akibat penumpukan gas rumah kaca di atmosfe, curah hujan, kenaikan permukaan air laut, angin topan lebih kuat dan sering terjadi, kemarau dan terjadi migrasi binatang karena adanya pemansan global dan perubahan iklim.
Apakah kita hanya diam berpangku tangan, pasrah menyaksikan dan merasakan dampak ini?. Pilihan ada di tangan kita dalam menghadap, menyikapi perubahan iklim dan pemanasan global yng terjadi.
4. MENGAPA KEGIATAN INI DILAKUKAN
Ø Aksi menuangkan / sedekah eco enzyme ke sungai di karenakan air sungai mengalir dari hulu ke muara dan akan menuju ke samudera luas. Dampak baik/positif dari Eco enzyme yang kita sedekahkan selain menetralir kandungan kimia akibat buangan dari hulu, juga akan berdampak baik bagi kehidupan biota laut. Salah satunya adalah peranan plankton yang memproduksi oksigen untuk pernafasanmakhluk hidup dan sebagai sumber makanan bagi ikan dan terumbu karang yang ada di laut. Ketika terumbu karang mati (sebagai penyangga) maka ancaman air laut ke daratan semakin besar sehingga terjadinya abrasi.
Ø Secara prinsif kita mempunyai tiga pilihan : MITIGASI (Upaya untuk mengurangi resiko), ADAPTASI (Penyesuaian system alam dan manusia) dan PASRAH (Tidak berbuat apa-apa). Pertanyaannya kombinasi prinsif yang mana akan kita ambil. Semakin banyak mitigasi yang kita lakukan, semakin sedikit adaptasi yang di perlukandan semakin berkurang penderitaan yang kita dapatkan.
Aksi sedekah Eco Enzyme, yang di mulai dari membuat Eco Enzyme adalah bentuk Mitigasi, kepedulian yang Komunitas Kehati dan lingkungan lakukan untuk menjaga bumi kita, menyehatkan kita dan bumi.
Tujuan utama pembuatan Eco-Enzyme adalah menyelamatkan Bumi. Beribu manfaat dari Eco-Enzyme hanyalah BONUS, Manfaat yang sebenarnya adalah kelestarian Bumi bagi anak cucu kita.
“Mari kita lakukan dengan hati yang tulus.(Tulisan diambil dari berbagai sumber)***



















Hari ini : 2994
Total Kunjungan : 2905863
Who's Online : 127
Discussion about this post