Tanjungpinang (leadernusantara.com) – Berbagai budaya Kepulauan Riau banyak mengandung sejarah yang dapat dijadikan sebagai acuan budi pekerti bagi generasi penerus anak daerah Kepri.
Maka dari itu perlu dilestarian agar anak daera paham dan megerti tentang budaya yang patut dijadikan sury tauladan, sehingga Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepulauan Riau mengambilangkah, kini tidak hanya mengandalkan teks dalam penyampaian informasi nilai budaya.
Kepala BPNB Kepri, Toto Sucipto menjelaskan, dokumen terkait kebudayaan selama ini cenderung hanya dinikmati oleh penulis dan analisis, tidak oleh masyarakat umum, khususnya usia muda.
Supaya bisa dinikmati secara umum, khususnya di kalangan muda, terang Toto, BPNB menyajikan media dalam bentuk lain, semisal komik, film sketsa.
“Atau kalau di medsos (media sosial) berupa teater, supaya mudah dipahami,” ujar Toto di Tanjungpinang, Kamis (27/6/2019).
Menurut Toto, BPBB Kepri yang membawahi wilayah Kepulauan Riau, Jambi, Riau dan Bangka Belitung, banyak mengkaji sejumlah nilai lokal, semisal tata krama, kesenian tradisional, pantang dan larangan.
Hasil kajian yang selama ini disampaikan dalam bentuk buku dikatakan Toto hanya dinikmati oleh kalangan tertetu saja.
“Tidak secara umum, Orang malas melat dalam bentuk teks, Apalagi budaya membaca masyarakat yang masih rendah, Kita coba dalam berbagai media, supaya mudah dicerna oleh seumuran anak-anak, Mulai dari anak seusia TK hingga SMA,” paparnya. Sumber Komimfo Kepri (leader)







Hari ini : 2238
Total Kunjungan : 2821078
Who's Online : 125
Discussion about this post