Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menyerahkan Pataka Polda Kepri “Seligi Sakti Marwah Negeri” kepada Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM. (Foto: Humas Polda Kepri)
Dari Nongsa, Bintang Sutarman dan Asep Safrudin Melesat ke “Langit Polri”
Oleh Saibansah Dardani
Ada jejak Nongsa dalam perjalanan karier dua jenderal yang kemudian menempati posisi penting di tingkat nasional. Jenderal Pol. (Purn.) Sutarman dan Komjen Pol. Asep Safrudin sama-sama pernah bertugas di Kepri sebelum dipercaya mengemban amanah besar di tubuh Polri. Sutarman menjadi Kapolri, sedangkan satu dekade kemudian Asep ditunjuk sebagai Kabareskrim Polri. Keterkaitan keduanya juga terjalin melalui keluarga: putri Asep, Deas Olivia, menikah dengan Danny Trisespianto Arief, putra Sutarman yang dikenal sebagai Danny Sutarman.
Asep bukan sosok asing bagi masyarakat Kepri. Lulusan Akademi Kepolisian 1993 itu pernah menjabat Kapolresta Barelang pada 2014, termasuk bertugas di Nongsa yang berada di kawasan strategis perbatasan. Lahir di Bogor pada 15 Juni 1969, Asep memiliki pengalaman di bidang narkotika, reserse kriminal, dan kejahatan siber. Ia pernah menjadi Direktur Reserse Narkoba Polda Banten, Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, serta Kepala Biro Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Lemdiklat Polri.
Setelah menjabat Wakapolda Kalimantan Barat, Asep kembali ke Kepri sebagai Wakapolda pada 2023 dan dipercaya menjadi Kapolda Kepri pada 2025. Memimpin wilayah perbatasan dengan karakter geografis dan sosial yang khas menuntut ketegasan penegakan hukum, kecermatan membaca situasi, serta kedekatan dengan masyarakat. Kepri juga menjadi jalur penting pergerakan orang dan barang lintas negara.
Pengalaman tersebut mengantarkan Asep ke tingkat nasional. Pada Oktober 2026, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuknya sebagai Kabareskrim Polri melalui Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Ia menggantikan Komjen Pol. Syahardiantono dan naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi.
Sebagai Kabareskrim, Asep memimpin fungsi reserse kriminal secara nasional, termasuk mengoordinasikan penanganan perkara pidana dan memastikan penegakan hukum berjalan profesional. Tantangannya mencakup kejahatan konvensional, kejahatan berbasis teknologi, serta perubahan pola transaksi. Profesionalisme penyidik, kepastian prosedur, transparansi, penghormatan terhadap hak warga negara, dan akuntabilitas menjadi kunci menjaga kepercayaan publik. Pengalaman di bidang reserse, narkotika, dan siber menjadi bekal, tetapi harus dibuktikan melalui kinerja, integritas, dan hasil nyata.
Kepri tetap memiliki tempat penting dalam perjalanan Asep. Hal itu tampak saat ia menyampaikan pidato dalam apel Serah Terima Pataka Polda Kepri “Seligi Sakti Marwah Negeri” di Mapolda Kepri, Jumat (9/10/2026) pagi. Suaranya sempat tersekat sebelum ia melanjutkan pidato. Momen itu menunjukkan bahwa Kepri bukan sekadar tempat persinggahan, melainkan ruang yang menyimpan pengalaman, kenangan, dan nilai pengabdian.
Bagi Asep, Pataka “Seligi Sakti Marwah Negeri” merepresentasikan semangat dan marwah pengabdian di Kepri. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang ia bawa dalam menjalankan tugas penegakan hukum di tingkat nasional.
Kisah Asep mengingatkan kembali pada perjalanan Sutarman. Dari Kepri, keduanya melangkah menuju panggung nasional dengan tanggung jawab yang lebih besar. Nongsa dan Kepri menjadi tempat menempa pengalaman, memimpin, serta membangun kedekatan dengan masyarakat sebelum dipercaya mengemban jabatan strategis di tingkat Polri. Pengabdian di daerah perbatasan dapat menjadi fondasi kepemimpinan nasional untuk menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan melayani masyarakat.
Selamat bertugas, Jenderal. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memudahkan setiap langkah Anda.
Penulis adalah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri dan Ahli Pers Dewan Pers



















Hari ini : 2499
Total Kunjungan : 3057921
Who's Online : 126
Discussion about this post