• Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
Kamis, 24 September 2026
Leader Nusantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
Leader Nusantara
No Result
View All Result

Penimbunan Mangrov Pelaku Bebas Melenggang Tanpa Tersentuh Hukum

sudirman leader by sudirman leader
05/04/2025 1:01 PM
in Bintan, Kepri, News
0
Penimbunan Mangrov Pelaku Bebas Melenggang Tanpa Tersentuh Hukum

Ini lokasi penimbunan hutan bakau di Bintan timur

0
SHARES
242
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Lokasi bakau yang di timbun

Bintan (Leadernusantara.com) – Pengusaha ternama di kijang Bintan Timmur, kabupaten Bintan, berhasil timbun Kayu Bakau dan alur sungai, berpotensi mengakibatkan banjir akan meredam pemungkiman warga.

Penimbunan pokok Mangrove dan alur sungai, Sekitar 2 Hektar Lahan, di Tokojo kelurahan Kijang Kota, Bintan Timur, kabupaten Bintan, “yang diduga dilakoni pengusaha tenar Keje spesialis penimbunan kayu Bakau atas nama sapaan Kambing, di Bintan Timur cukup dikenal oleh masyarakat”.

Ketika sejumlah orang awak media turun meninjau langsung ke lokasi penimbunan kayu bakau tersebut, pada Maret lalu 2025, memang benar adanya penimbunan kayu bakau dan tumbuhan kayu liar lainya, habis tertimbun tanah, hingga berubah warna, dari hijau, kini menjadi warna kuning.

Berdasarkan Informasi, sebagian lahan tersebut berada dalam Kawasan Ekosistem Mangrove yang dilindungi. tentunya bertentangan dengan Undang-Undang No. 26 Tahun 2007, tentang Penataan Ruang, bahwa kawasan mangrove tidak boleh dimanfaatkan tanpa izin khusus.

Baca Juga

Ketua KSPSI Anambas Soroti Puluhan Pekerja PT Duta Marine Diduga Belum Memiliki Kejelasan

RSUD Muslim Kasim Resmi Berdiri, Nama Berganti Semangat Pelayanan Harus Naik Kelas

Berdasarkan dokumen resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bintan, menjelaskan bahwa informasi pemanfaatan ruang yang dikantongi atas nama Joko Wiratno, tidak dapat dijadikan dasar hukum, untuk kegiatan pembukaan lahan, yang akan di alihpungsikan untuk lahan produktif.

tidak ada bukti bahwa izin lingkungan atau dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang diterbitkan oleh dinas terkait, sehingga menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat, atas kegiatan penimbunan hutan mangrove yang dilakukan pengusaha di Tokojo kelurahan Kijang Kota.

Yang lebih mencurigakan lagi, nilai retribusi yang dibayarkan hanya Rp 350 ribu. Angka ini sangat tidak masuk akal sehat, mengingat skala aktivitas penebangan pohon mangrove dan penimbunan sungai. Kuat dugaan terjadi manipulasi polume penimbunan dan pengerusakan pohon bakau.

Sesuai aturan, Izin penutupan sungai di Indonesia, dapat di terbitkan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). Namun perisyaratan banyak yang harus dilengkapi oleh pelaku, untuk melakukan kegiatan yang merubah alur sungai, supaya terhindar dari dampak lingkungan lainya yang berada di pinggir pantai.

Sedangkan untuk mendapatkan izin penutupan sungai dari BWS, perlu memenuhi persyaratan, seperti Gambar detail desain, spektek, jadwal, dan metode pelaksanaan Izin lingkungan (rekomendasi AMDAL/UKL-UPL/SPPL) Berita acara, pertemuan konsultasi masyarakat.

Jenis prasarana dan teknologi yang akan digunakan. Dokumen kepemilikan/penguasaan/perjanjian lahan yang akan digunakan, selain itu juga, perlu memenuhi persyaratan lain sesuai dengan status usaha yang dilakoni mereka. informasinya pengusaha tersbut tidak memiliki izin dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah Provinsi Kepri.

Oknum pengusaha es balok berinisial Joko Wiratno yang akrab disapa Kambing, berdomisli di Tokojo, Kelurahan Kijang Kota, hanya berbekal izin timbun dari perizinan berbasis online OSS dan retribusi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dibayar hanya Rp350 ribu saja.

Ketika awak media konfirmasi Camat Bintan Timur, Indra Gunawan, mengaku belum mengeluarkan rekomendasi untuk kegiatan tersebut. Ia menegaskan akan segera turun ke lapangan bersama pihak terkait untuk memastikan legalitas aktivitas yang dilakoni pengusaha tersebut.

“Kami akan memeriksa apakah kegiatan ini sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan kami rekomendasikan,” ujarnya.

Hal ini menjadi sorotan karena menyangkut kelestarian lingkungan dan potensi kerugian negara. Aparat penegak hukum, seperti Kepolisian Daerah Kepulauan Riau dan Dinas Lingkungan Hidup, diminta untuk segera bertindak pelaku agar di usut sampai tuntas atas pelanggaran tersebut.

Hal tersebut terungkap, saat awak media turun ke lokasi bekas timbunan, diperkirakan ribuan pokok pohon mangrove telah rata ditimbun tanah urug, pada areal pabrik es balok, yang disebutkan sumber media ini. “Pemiliknya Pak Kambing”, sebut sumber itu pada Jumat lalu (16/1/25).

Tim awak media wawancara’i Budi yang merupakan putra dari pengusaha es balok ternama di Tokojo, kelurahan Kijang Kota, Bintan Timur. Budi mengatakan, “terkait aktivitas penimbunan pihaknya telah mengantongi izin, yang diurus oleh oknum pihak pengusaha juga, akrap disapa Keje”, kata Budi.

“Izin penimbunan sudah diurus oleh Keje, dan tim dari Pekanbaru sudah datang meninjau langsung kesini. Ada lima orang yang datang dari KLHK dari Pekanbaru, pembiayaan kami bayar, seperti tiket pesawat terbang untuk petugas datang langsung mengukur,” ujar Budi, disela kesibukannya melayani kapal-kapal ikan untuk mengisi es pendingin Ikan.

Namun saat para awak media meminta Budi untuk dapat memperlihatkan izin penimbunan hutan mangrove tersebut, sayangnya Budi tidak dapat memperlihatkannya.

Budi menceritakan, bahwa oknum Keje saat itu terus menawarkan kepada pihaknya, untuk memberikan jasa penimbun lahan dan pengurusan izin surat-menyrat, pihak Budi hanya tinggal menerima bersih saja, kata Budi.

“Maaf pak, surat-menyurat izin penimbunan mangrove ini, sama orang yang mengurus lahan ini pak, (Keje), bapak tanya saja langsung kepada yang bersangkutan,” tegas Budi.

Di tempat terpisah Tim awak media, melakukan konfirmasi dengan Keje, melalui nomor handphone Whatsapp-nya. Keje mengakui bahwa pihaknya telah mengurus izin penimbunan dan membayarkan retribusi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di KLHK, kata Keje.

“Bang, timbunan itu hanya sedikit Bang, tidak cocok ditanyakan Amdal Bang, hanya ratusan trip Lori saja. Kalau lahan 10 hektare seperti PT. Bintan Aluminium Indonesia (BAI), boleh abang pertanyakan,” dalih Keje.

Bahkan kata Keje sudah beralasan dapat memiliki rekomendasi dari PTSP dan PUPR Kabupaten Bintan.

“Ada bang, kalau tak salah Alas Hak, entah sertifikat hak milik. Gini saja bang, Abang ke Kantor UPTD saja, di Tanjung Unggat Kota Tanjungpinang, (maksudnya KPHP Unit IV Tanjungpinang-Bintan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepri),” kata Keje.

Sementara itu Kepala KPHP Unit IV Tanjungpinang-Bintan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepri, Ruah Alim Maha, saat awak media mendatangi Kantor KPHP, di Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Ruah Alim Maha sedang tidak berada di kantor.

“Bapak Ruah tidak ada di kantor Pak, nanti kami sampaikan kepada beliau perihal tujuan bapak,” ujar salah satu staff, yang mengaku bernama Fandi yang juga enggan memberikan nomor handphone Kepala UPTD KPHP Unit IV Tanjungpinang-Bintan. Tunggu sekmen berikutnya. (Leader

Tags: headline

Discussion about this post

Berita Terkini

Warum MiFinity Casinos die optimale Wahl für e-Wallet-Zahlungen sind

24 September 2026

Sicherheit im Rapid Transfer Casino: Warum Ihre Daten beim Spielen geschützt sind

24 September 2026

Quando è il momento giusto per fermarsi al casino?

23 September 2026

High Roller Casino: Oppdag hvordan du maksimerer gevinster i 2026

23 September 2026

Apostatudo Casino en 2026: descubre los bonos más emocionantes y sus beneficios

23 September 2026

VIP Casino Latvijā: kādas ir labākās ātras izmaksas metodes?

23 September 2026

Kan du stole på online casinoer?

23 September 2026

The future of virtual casinos: Trends to watch

23 September 2026

Beste Online Casino Zonder Cruks: ontdek de meest populaire slots van 2026

22 September 2026

Hva bør du vite før du besøker et kasino?

22 September 2026
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto

Pengunjung

3044041
Hari ini : 3106
Total Kunjungan : 3044041
Who's Online : 126

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Riau
  • Sumbar
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Advertorial
  • Redaksi
  • Pedoman

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.