Natuna, leadernuaantara.com–Terkait adanya pemberitaan disalah satu Media Online, yang memuat berita bahwa Kabupaten Natuna membatalkan keikutsertaan di Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) ke-IX Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Selasa, 27 Juli 2021 karena terkendala signal, namun hal tersebut lansung dibantah oleh Supervisor Plasa Telkom Natuna Yusnedi. Yusnedi-red) sangat merasa tersinggung dan murka atas setetmen pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna tersebut.
Selaku pengelola provider dikatakan Yusnedi, pihaknya sanggat merasa tersinggung dan dilecehkan. “kalau pemda mengatakan pembatalan peserta Natuna ikut Seleksi Tilawatil Qur’an Tingkat Provinsi Kepri, karena signal, itu tidak benar.”Bantah Yusnedi.
Lanjut Yusnedi menambahkan, jangan dikambing hitamkan Telkom, memang selama ini mereka bekerja pakai signal apa,”Tanya Yusnedi.
Juga dijelaskan Yusnedi, bahwa pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna tidak pernah melakukan koordinasi dengan kami atas apa yang dituduhkan itu.
Dengan tegas Yusnedi mengatakan, jangan jadikan sinyal sebagai alasan untuk tidak ikut STQ, kalau mereka melakukan koordinasi dengan kami melebihi kapasitas yang mereka butuhkan dapat kami sediakan.”Terang bapak paroh baya itu kepada wartawan di Warung Kopi Ayong, Ranai, Kamis, (29/07) pagi tadi.
Ditempat terpisah beberapa warga yang berhasil dikonfirmasi apakah benar signal lemah seperti apa yang kan pihak Pemda Natuna itu, mengaku itu tidak benar.
“Alhamdulillah sinyal baik pak, mungkin yang tak ada signal bagi yang paketnya sudah habis kali pak,”Ujar Agus, berseloroh.
Berikut komentar Pj Sekda Natuna Boy Wijanarko, yang diterbitkan salah satu media online gokepri.com.
“Pak Bupati (Wan Siswandi) meminta kontingen Natuna tidak ikut. Alasannya pelaksanaan STQH secara virtual tidak maksimal,” kata Pjs Sekda Natuna, Boy Wijanarko.
Persoalan sinyal itu sebelumnya dikeluhkan Wakil Bupati Natuna Rhodial Huda dalam rapat koordinasi pelaksanaan STQH Kepri. Menurut Rhodial, tidak semua daerah kabupaten memiliki akses sinyal yang baik. Selain itu, dalam kompetisi STQ, kejelasan suara merupakan penilaian utama.
“Kita memahami Kondisi PPKM sangat membatasi ruang gerak kita. Tapi perlu dipahami bahwa jika terpaksa dilakukan secara virtual, pemerintah harus memikirkan daerah yang akses internetnya belum sebaik kota-kota besar. Apakah kemudian akan ada treatment khusus untuk daerah kepulauan?” katanya.
Pemkab Natuna telah melakukan berbagai persiapan untuk mengirimkan kontingen menuju STQ tingkat Provinsi. Bahkan sudah membeli tiket pesawat dan akomodasi.
“Sebenarnya, kita telah memesan tiket secara online. Kalau dibilang rugi, kita sangat rugi. Karena tiket telah dibeli hangus,” kata Boy. (Red)







Hari ini : 2078
Total Kunjungan : 2875767
Who's Online : 130
Discussion about this post