Natuna, leadernuaabtara.com-Adanya sebuah Vidio diskusi Pimpinan Redaksi TVONE Karni Ilyas bersama Mantan Menteri Kesehatan RI, dr. Siti Fadilah, yang beredar di medsos yang menanyakan untuk apa kita di Vaksin? bahkan kedua tokoh itu terlihat bingung terkait vaksinasi Covid-19 yang lagi gencar diberikan pemerintah kepada masyarakat Indonesia saat ini, yang ternyata tidak ada jaminan untuk tidak terpapar Covid-19.
Sebab menurut tokoh pers dan dokter senior itu vaksinasi yang diberikan pemerintah secara gratis kepada masyarakat tidak ada jaminan dapat terhindar dari penularan Covid-19.
“Selalu banyak kedengaran tetapi entah kenapa sudah di vaksin masih banyak terkena Covid-19. dokter spesialis yang tiap bulan mengontrol kesehatan saya sudah divaksin, sekarang dirawat di ICU sudah tiga minggu lagi, beratkan,”sebut Karni dalam Vidio itu.
Lanjut Karni, Hari ini mantan Menteri Perindustrian kita Pak Saleh Husin, yang mengumumkan dirinya positif Covid-19 sudah vaksin dua kali lagi. “Jadi kalau begitu halnya buat apa kita divaksin.”Tanya Karni Ilyas.
Bahkan dalam Vidio berdurasi pendek tersebut Karni Ilyas mengaku membatalkan dirinya untuk divaksin dengan vaksin Cinovac.
Begitu juga dr Siti Fadilah, mengaku ada dokter teman sejawatnya yang sudah divaksin dua kali masih terpapar Covid-19 dan meninggal dunia.
Disebutnya pula dalam sejarah belum ada vaksin yang dapat mengatasi penularan Pandemi. Kalau virus asli dari yang kuasa secara berlahan akan hilang dengan sendirinya, namun bedahalnya dengan virus buatan manusia.”Ujar Siti Fadilah.
Lanjutnya, informasi media luar negeri beberapa negara di Eropa sudah menarik dan menghentikan proses pemberian vaksin AstraZeneca kepada masyarakatnya,
begitu juga dengan vaksin Cinovac, dikatakan dr Siti Fadillah, pemerintah Republik Cina (RC) sendiri tidak dapat menjamin vaksin cinovac dapat menghentikan penularan virus Corona.
Sehingga beredarnya video diskusi berdurasi pendek itu membuat keresahan ditengah rakyat Indonesia termasuk masyarakat Kabupaten Natuna, baik yang sudah di vaksin maupun yang belum divaksin.
Menanggapi vidio tersebut PLH Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmad, saat diminta tanggapannya melalui pesan singkat HPnya pada (27/6/21) malam mengatakan, “Pemerintah tentunya tidak mungkin akan menyengsarakan masyarakatnya, jadi pemberian vaksin adalah salah satu solusi untuk memutuskan rantai penularan Covid-19, setelah vaksinasi ada saja kemungkinan seseorang terkena covid karena kekebalan tubuh yang terbentuk belum sempurna, ini dapat terjadi karena evikasi vaksin 65 – 80 persen, artinya dalam 100 org yg divaksinasi akan ada 20-35 orang yang kemungkinan bisa terinfeksi tergantung anti bodi di dalam tubuhnya.Kalapun sakit umumnya tidak berat.”ujarnya.
Adanya informasi masyarakat yang sudah dua kali divaksin yang terpapar covid sampai meninggal dunia hanya sebagian kecil.
“ya, itu tadi kejadiannya kan kecil jika dibandingkan dengan yang sudah divaksinasi dan tidak meninggal.”terang juru bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemda Natuna itu.
Menanggapi hasil survei media ini di masyarakat natuna yang mengaku mau divaksin karena terpaksa adanya berbagai ancaman dari pemerintah dikatakan Hikmad, “Ya, memang dari pusat yang mengeluarkan sangsi itu, mungkin pemerintah sedikit tegas karena masyarakat lebih banyak percaya degan hoax yang tersebar di medsos dibandingkan upaya penyuluhan yang dilakukan pemerintah, sehingga dengan memberikan sangsi ini diharapkan partisipasi masyarakat untuk divaksin meningkat.”terangnya.
Saat ditanya apakah vido diskusi Redaksi TVONE (Karni Ilyas) bersama mantan Menkes itu sebagai berita hoax?
“Itu yang berhak mengklarifikasinya adalah kemenkes.”sebut hikmad. (Herman)



















Hari ini : 2522
Total Kunjungan : 2917864
Who's Online : 131
Discussion about this post