Natuna, leadernusantara.com-Asisten 1 Setda Natuna Senin,(01/02) mewakili Bupati Natuna melantik 45 Anggota BPD se-Kecamatan Pulau Tiga dan Kecamatan Pulau Tiga Barat di Gedung Serbaguna Kecamatan Pulau tiga.
Hadir pada kegiatan itu diantaranya, beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat, para Kepala Desa, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat serta beberapa tokoh masyarakat di wilayah tersebut.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna, Budi Dharma, S.Sos, mewakili Bupati Natuna dalam kesempatan tersebut menerangkan, ” jabatan BPD memiliki peran strategis dalam pelaksanaan pembangunan desa.
Selain berperan sebagai penyerap aspirasi masyarakat, juga menjalankan kewenangan sebagai penyeimbang dan pengawasan terhadap pelaksanaan program kerja pemerintahan desa, dengan harapan realisasinya dapat sesuai program kerja yang telah direncanakan.”Ujar Budi.
Selain itu terang Budi, BPD juga dituntut untuk responsive dalam mengamati kondisi desa, dan selanjutnya merancang regulasi yang pada gilirannya bertujuan untuk memberikan pengaruh positif pada aktifitas perekonomian dan pelayanan bagi masyarakat.
Yang tidak kalah pentingnya juga dipesankan Budi, mengingat saat ini sedang mengalami kondisi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi pola kehidupan masyarakat luas, BPD dan Pemerintah Desa diharapkan mampu menyikapi hal tersebut secara bijak dan dapat memutus mata rantai penyebaran penyakit tersebut, sekaligus melakukan upaya pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
hal tersebut dapat dilakukan jika seluruh pihak, baik BPD maupun pemerintah desa berkomitmen, mengutamakan prioritas penanganan Covid-19 agar tidak tersebar diwilayah desanya, melalui penerapan Protokol Kesehatan, serta pemberdayaan potensi ekonomi desa yang lebih dioptimalkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Terakhir, Budi juga mengatakan bahwa dilihat dari komposisi BPD masa bakti 2021-2027 yang baru saja diresmikan ini, keterwakilan kaum perempuan sudah memenuhi kuota, yakni 16 orang, atau 35 persen dari 45 orang dari 9 desa.
“Hal ini merupakan peluang besar bagi kaum perempuan untuk memberikan perhatian dan focus pada beberapa bidang, terutama terkait peningkatan pelayanan kesehatan anak dan ibu hamil, perbaikan gizi dan pencegahan stunting di tingkat desa.”Tutup Budi.(Red)



















Hari ini : 3449
Total Kunjungan : 2906318
Who's Online : 130
Discussion about this post