Natuna (Leadernusantara.com) – Kesungguhan Dewan Pers, dalam melakukan pendataan media sekaligus memverifikasi sesuai aturan, mulai dari kelengkapan administrasi serta sarana dan prasarana perusahaan media Siber, hingga pekerjanya, demi kelansungan Pers yang profesional di Tanah Air Indonesia.
Hal itu Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers, Dewan Pers, Ahmad Djauhar, melakukan verifikasi faktual pada sembilan perusahaan pers bergerak di bidang media siber di Natuna, mulai dari tanggal 23 hingga 25 Juni 2021.
Adapun media yang diverifikasi, 9 perusahaan pers merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Natuna. Pada kesempatan itu ketua AMSI Kepulauan Riau Zakmi menyampaikan Apresiasi melalui Ketua SMSI Natuna, Rianto Sianipar yang akrap disapa Rian.
Menurut Zakmi, kedatangan Tim Verifikasi Dewan Pers ke Kabupaten Natuna sebagai bentuk perhatian terhadap pers lokal, meskipun berada jauh di ujung utara Indonesia.
“Kami SMSI Provinsi Kepri mengucapkan terimakasih sekaligus mengapresiasi kedatangan Tim Verifikasi Dewan Pers yang telah melakukan verifikasi terhadap anggota SMSI Natuna,” ucap Rianto, pada malam ramah tamah SMSI Natuna dengan Tim verifikasi Dewan Pers, di Cafe Hari Dah Sore (HDS), Kamis 24 Juni 2021.
SMSI mendukung langkah Dewan Pers melakukan verifikasi media, sehingga Perusahaan Pers dapat berjalan dengan profesional dan sesuai Undang-Undang Pers.
“Kami akan menjaga nama baik Dewan Pers, SMSI maupun Pers itu sendiri. Kunjungan ini akan menjadi catatan evaluasi kami untuk menjadi lebih baik kedepan,” tuturnya.
Menurutnya, edukasi yang diberikan Tim Verifikasi Dewan Pers turut menjadi penyemangat sehingga para penggiat perusahaan pers di Natuna.
Sementara itu, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers, Dewan Pers, Ahmad Djauhar, meangamanahkan, agar pers tidak mendzolimi masyarakat dan pihak manapun.
Dikatakannya, Dewan Pers juga mendorong seluruh konstituennya untuk menjadi profesional, baik individual maupun institusional.
“Perusahaan Pers wartawannya harus profesional. Untuk jadi seperti itu ya jalurnya wartawan harus mengikuti Uji Kompetisi Wartawan (UKW),” tutur Ahmad Djauhar.
Menurut mantan Pemimpin Redaksi Harian Bisnis Indonesia ini, jumlah Perusahaan Pers di Natuna cukup banyak dan memiliki potensi yang seharusnya mampu menggerakan dunia usaha.
Dia pun meminta, intitusi pers dapat menjaga marwahnya, tak harus menggantungkan diri dengan pemerintah daerah.
“Kalau kita bersatu pasti bisa, sebab saya tak pernah liat (perusahaan pers) sekompak ini. Sangat bagus,” ujarnya.
Ahmad Djauhar pun turut mengapresiasi perusahaan pers di Natuna tak hanya fokus pada administrasi, namun juga pada keterbukaan informasi tentang perusahaan medianya ke publik, dengan cara memasang struktur redaksi di kantor sehingga dapat dilihat orang banyak.
“Saya sekali lagi apresiasi atas sambutan dan kesediaan teman semua. Saya minta maaf jika ada kata yang menyinggung. Namun hanya semata-mata bentuk edukasi kami,” tutur Ahmad Djauhar. (Leader)







Hari ini : 2442
Total Kunjungan : 2870908
Who's Online : 127
Discussion about this post