Natuna (leadernusantara.com) – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Susi Pudjiastuti prihatin terkait kerusakan terubu Karang dan habitat laut Natuna serta sampah pelastik cemari keasriannya.
Hal tersebut dikatakannya pada saat penyampaian pidatonya tentang perikanan di Laut Natuna. Begitu juga dengan karang karena potasium dan Bom Ikan, hingga sampah Pelastik yang mencemari laut di Natuna.
Dalam kegiatan kerjanya di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Pelabuhan Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Susi meminta kesadaran masyarakat pesisir di Natuna lebih tinggi agar tidak membuang sampah kelaut.
Diarahkannya agar masyarakat membuat rumah di pesisir, harusnya punya beranda yang menghadap ke laut, bukan membelakangi laut, selama ini terlihat bangunan rumah, memunggungi (membelakangi) laut. Jelasnya.
Padahal laut adalah menjadi sumber kehidupan kita di daerah kepulauan ini. Jika perlu rumah pesisir, menghadap laut semua. Jadikan laut ini beranda, himbau Susi.
Susi Pujiastuti bahkan menyindir kebiasaan buang sampah ke laut yang dilakukan masyarakat pesisir. Ya kalau menghadap depan tentu tidak mungkin ruang beranda rumah dipenuhi sampah. Mau buang ke belakang tentu malu karena sudah menghadap ke jalan, ujarnya.
Natuna menurutnya merupakan daerah yang memiliki laut yang indah. Susi menegaskan hal ini benar-benar harus dijaga kelestariannya dengan baik, tidak hanya oleh aparat, namun masyarakat juga, tidak hanya keamanan saja namun keasriannya juga. Tuturnya.
Kita nggak bisa memagari laut. Karena luasnya batas laut Natuna, kita jejerin kapal KRI juga nggak bakal bias terpagar. Tentu caranya memagari laut dengan konsistensi dan keseriusan kita semua.
“Tapi kalau aparat bisa disuap, hukum bisa dibeli, izin diperjualbelikan, selesailah semua,”. ujar Susi dengan lantang didepan ratusan orang yang hadir, pada saat itu.
Juga diteegaskannya laut sebagai aset masa depan yang harus dijaga bersama kelestariannya. Dalam kegiatan di Natuna ini, total bantuan Rp7 Milyar, terdiri dari kapal dan alat tangkap diberikan kepada nelayan.
Susi mewanti-wanti, nelayan untuk tidak menggunakan Bom Ikan, potasium dan sebagainya yang bisa merusak terumbu karang. “Satu gram potasium itu bisa merusak enam meter persegi terumbu karang. Jelas himbaunya.
Jangan kita menjadi kufur nikmat. Kita nyari nafkah di laut, harusnya kita cintai laut, ujarnya. Bahkan ia mengaku banyak mendapat informasi selama empat hari berada di Natuna.
Ia menyempatkan diri berkeliling menggunakan helikopter pribadinya, berenang di laut dan bertemu dengan masyarakat. Kehadiran Susi juga meninjau progres pembangunan SPKT Selat Lampa yang akan diresmikan presiden beberapa waktu ke depan.
SKPT ini dilengkapi cold storage dan pusat pengolahan ikan. Di lokasi ini juga terdapat kantor administrasi pelayanan Dirjen Perikanan Tangkap, KKP. Rencananya Susi usai kegiatan ini kembali bertolak ke Pontianak menggunakan kapal PSDKP Orca 2. Dari Pontianak lanjut ke Jakarta menggunakan pesawatnya. (jamilus)








Hari ini : 2298
Total Kunjungan : 2865302
Who's Online : 128
Discussion about this post