Natuna, leadernusantara.com-Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Natuna, Muhammad Rapi melalui Sekretaris PWI Natuna Darlis, meminta wartawan harus menjaga independensinya pada Pilkada Tahun 2020.
Hal itu disampaikan Darlis sesuai instruksi Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh, yang meminta wartawan yang menjadi timses atau menjadi caleg mengajukan cuti, atau lebih terhomat jika mengundurkan diri.
Ketua Dewan Pers sebelumnya Stanley, juga menyampaikan,
bahwa wartawan bekerja untuk kepentingan publik. Begitu nyaleg atau tim sukses calon tertentu dia akan bekerja demi kepentingan partai, bukan lagi untuk kepentingan publik.”Ujarnya.
Lanjut Darlis, Stanley, juga menyampaikan ketika itu bahwa Dewan Pers menegaskan akan mencabut status wartawan utama bagi pimpinan redaksi yang ketahuan tak netral.
Dewan Pers juga meminta kepada petinggi partai politik yang memiliki media baik TV maupun yang lain untuk tak mempengaruhi independensi wartawan di ruang redaksi.
“Anda melakukan pelanggaran hukum dan etika jika itu terjadi,” tegas Ketua Dewan Pers.
Juga disampaikan, pengurus organisasi wartawan harus mundur/non aktif dari jabatan di organisasi jika ikut berkompetisi atau ikut menjadi tim sukses di Pilkada.
“Begitu juga yang tertuang di PD/PRT PWI melarang pengurus merangkap jabatan di parpol.”Terang Direktur PT.Natuna Pos ini.
Lanjut Darlis menyampaikan himbauan dewan pers, Secara substansial kalau ada pengurus yang maju otomatis sudah sama dengan merangkap jabatan di parpol, dan harus berhenti atau nonaktif sebagai pengurus maupun profesi kewartawanan.
Dicontohkan Darlis, Ketua Umum PWI Pusat periode sebelumnya Margiono, ketika ia maju sebagai Calon Bupati Tulung Agung, ia Margono, mengundurkan diri dari ketua Umum PWI Pusat dan nonaktif dari kewartawanan nya.”Terang Darlis, dikantor PWI Natuna, Jum’at, ( 4/9/2020).
Pada prinsipnya kata Darlis, wartawan harus menjunjung tinggi moral dan etika profesi, itu lebih tinggi dari aturan hukum.
Khus Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI. “Wartawan independen, bukan berarti tak berpihak. Keberpihakan wartawan untuk kepentingan rakyat, dan kelangsungan demokrasi, dan bukan untuk kepentingan orang atau calon tertentu.”Jelas Darlis.
Seluruh wartawan yang tergabung di PWI Kabupaten Natuna, Darlis menghimbau agar dapat menjaga dan mentaati KEJ. Nilai tertinggi professi wartawan kata Darlis menjaga independensi dan moralitas. (Herman)














Hari ini : 3162
Total Kunjungan : 2907033
Who's Online : 129
Discussion about this post