Jakarta, (Leadernusantara.com) – Induk Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) mengapresiasi penyelesaian transaksi investasi Indonesia Investment Authority (INA) dan Silk Road Fund (SRF) pada PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Kimia Farma Apotek (KFA). 6 Maret 2023.
Melalui penyelesaian transaksi investasi ini, INA dan SRF resmi menjadi investor strategis KAEF dan KFA dengan mengambil bagian atas penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) KAEF, mengambil bagian 40% saham pada anak perusahaannya, KFA, yang merupakan entitas usaha KAEF portofolio bisnis ritel apotek yang tersebar 1170 lebih pusat layanan di seluruh Indonesia.
Untuk diketahui, pada acara B20 Summit bulan November 2022 lalu, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesti Basyir; Direktur Utama KAEF, David Utama. Direktur Utama KFA Nurtjahjo Walujo Wibowo. Ridha Wirakusumah selaku Ketua Dewan Direktur INA:-
Chairwoman of The Board of Directors SRF, Zhu Jun dan yang tersebut diatas, telah menandatangani Perjanjian Pengambilan dan Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Share Subscription and Purchase Agreement) serta dokumen-dokumen transaksi lainnya, sebut Honesti.
”Aksi korporasi ini menunjukkan spirit Holding Farmasi yang semakin fokus dalam mendukung perkembangan ekosistem kesehatan di Indonesia, atas capaian itu sejalan dengan semangat sesuai arahan Menteri BUMN agar Indonesia menjadi negara yang berdaulat di sektor kesehatan,” kata Honesti.
Ditambahkan Honesti, perjanjian tersebut merupakan bentuk lebih lanjut dari kemitraan yang lebih luas, kerja sama jangka panjang antara SRF dan INA. Sebelumnya, pada bulan Juni 2022, INA dan SRF menandatangani Kerangka Kerja Sama Investasi (Investment Framework Agreement) untuk memfasilitasi kerja sama investasi keduanya di Indonesia, guna meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara.
Ridha Wirakusumah, selaku Ketua Dewan Direktur INA mengatakan, layanan kesehatan di Indonesia menawarkan peluang menarik bagi para investor, mengingat besarnya ukuran pasar dan kelas menengah yang tumbuh pesat di Indonesia.
Bahkan, dengan investasi tersebut, INA akan mengakselerasi akses layanan kesehatan di seluruh Indonesia, mengoptimalkan jaringan ritel dan saluran distribusinya, serta mempercepat digitalisasi sistem layanan kesehatan, untuk mencapai segmen pasien dan pelanggan yang lebih luas, jelas Ridha.
Chairwoman of The Board of Directors SRF, Zhu Jun menambahkan, penyelesaian transaksi investasi tersebut, bukti dimulainya tahap baru kerja sama antara SRF, INA, KAEF, dan KFA. ”Dalam bekerja sama dengan mitra kami, SRF akan menyediakan sumber daya yang efektif untuk mendukung KAEF dan KFA.
Keduanya fotensi untuk mempertajam keunggulannya, guna menangkap peluang di industri kesehatan Indonesia yang menjanjikan berkembang dengan cepat. Kami berharap investasi ini menjadi proyek unggulan dari kerja sama antara Tiongkok-Indonesia, di bawah Belt and Road Initiative,” tutur Zhu Jun.
Holding BUMN Farmasi (Bio Farma Group) yang beranggotakan BUMN PT Bio Farma (Persero), PT Kimia Farma Tbk, PT Industri Nuklir Indonesia (INUKI), di awal tahun 2023, menetapkan visi untuk menjadi world class healthcare company, dengan kapabilitas pada Riset & Pengembangan (R&D).
Kapasitas manufaktur serta coverage distribusi di nasional dan internasional, serta penguasaan pasar ritel farmasi di Indonesia. Bio Farma Group saat ini tengah menjalankan beberapa inisitif strategi, untuk pengembangan bisnis kedepan, baik pada segmen farmasi maupun segmen layanan Kesehatan. Sumber Humas Bio Farma. (Leader)






Hari ini : 1893
Total Kunjungan : 2881184
Who's Online : 127
Discussion about this post