Tanjungpinang (leadernusantara.com) – Terkait keluhan masyarakat pelayanan kesehatan di Tanjungpinang Kepulauan Riau, yang memakai BPJS Kesehatan untuk mendapat perawatan dari pihak Medis, ada alasan obat tidak masuk dalam daftar tanggungan BPJS.
Keluhan salah seorang yang tidak disebutkan namanya disini, bahwa dirinya sedang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah Tanjungpinang, memakai Kartu BPJS Kelas Ekonomi, ada oknum petugas medis mengatakan, “Ada obat tetapi tidak masuk dalam daftar tanggungan BPJS, kalau mau bisa tapi bayar”, sebut petugas itu kepada pasien tersebut.
Sehingga pasien tersebut tepaksa merogoh koceknya untuk membayar obat perawatannya, maka pasien tersebut tampak mengerutu sambil mengatakan kepada awak media ini, “Untuk apa gunanya kartu BPJS ini, kita bayar juga,” sebutnya lirih,
Terkait hal itu ketika awak media ini konfirmasi dengan kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Rustam, pada Rabu 28 Maret 2018 diruangan kerjanya mengatakan, “ Tidak dikasi Obatpun tidak apa-apa yang penting pasien itu sembuh, bagaimana caranya, terpulang kepada pihak medis,” sebut Rustam tertawa bercanda.
Ditambahkannya, “ Tidak ada istilah obat diluar tanggunagan BPJS, yang jelas setiap pasien berobat memakai BPJS di Rumah sakit yang ditnujuk sesuai rujukan, maka pihak medis harus memberikan pelayanan perawatan kepada pasien sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Rustam.
Masih Rustam, kalau misalnya tidak ada obat di Rumah sakit tersebut, jika perlu dikasi rujukan ketempat lain yang bekerjasama dengan BPJS. Kalau ada pasien diperlakuan seperti yang dikatakan tersebut, catat nama pelaku, kemudian laporkan ke Dinkes atau ke Kantor BPJS, tegas Rustam.
Ditempat yang sama kasi Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Tanjungpinang Novi Santi mengatakan, Pasien mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang sama, sesuai kelas BPJS nya, kecuali perawatan yang bersifat untuk kecantikan, seperti pasang Kawat Gigi, mek up, itu tidak ditanggung oleh BPJS, kata Novi.
Ditambahkannya, “Atau Gantung diri percobaan mengakhiri hidupnya dengan diri sendiri, tetapi karena cepat ketauan, tidak meninggal, kemudian dibawa kerumah sakit, walaupun dia pakai BPJS, itu tidak ditanggung oleh BPJS,” tutup Novi.
Ketika berita ini dimuat media ini belum berhasil konfirmasi dengan kepala Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tanjungpinang, begitu juga dengan kepala BPJS Kota Tanjungpinang. (sdr)






Hari ini : 1288
Total Kunjungan : 2865628
Who's Online : 125
Discussion about this post