Lingga (leadernusantara.com) – Malam Takruf rangkaian kegiatan MTQ ke VIII 2020, tingkat Kabupaten lingga, pada Minggu malam, 1 Maret 2020, Pemkab Lingga hadirkan Ustat Kondang K.H. Syarif Rahmat SQ.MA, Nara sumber Damai Indonesiaku, untuk mengisi tausiah ceramah agama sebagai siraman rohani agar ada kedamain dalam diri, sehingga tidak mudah terprovokasi ditengah kehidupan sehari-sehari.
Pada kesempatan itu hadiri Wakil Bupati Lingga merupakan ketua MTQ beserta Istri, Sekda beserta Istri, Ketua DPRD Kabupaten Lingga beserta anggota, ketua PKK Kabupaten Lingga, Danlanal Dabo Singkep, Danramil Senayang, Kapolsek Senayang, serta FKPD kabupaten Lingga, para Camat, se Kabupaten Lingga, Lurah, Kepala Desa sekabupaten Lingga, para Tokoh Agama, serta tokoh Adat dan masyarakat, antusias menyaksikan pawai taqruf hingga memenuhi lapangan Bola Senayang, tempat Astaka Didirikan.
Dalam kata sambutan Bupati yang diwakilkan kepada Sekda Kabupaten Lingga Juramadi Esram mengatakan, ” Semestinya yang tampil disini untuk menyampaikan sambutan ini adalah Pak Wakil Bupati, namun Wakil Bupati orang yang rendah hati, calon pemimpin masa depan, memerintahkan dan arahan apa yang bisa dilakukan. hal ini tentunya sebagai bawahan tiada kata lain, selain daripada mengatakan siap, sebagai orang bawahan yang diperintah,” sebut Juramadi Esram.
Ditambahkannya, Inti dari pelaksanaan MTQ malam taqruf ini, upaya untuk mempererat dan mempersatukan kembali jalinan kasih sayang antar sesama umat Islam saat ini mudah terlena, pengaruh modrenisasi globalisasi yang berkembang dimedia online (Medsos), salahsatunya menjadi kebutuhan pokok sehari-hari, baik masyarakat perkotaan maupun masyarat perdesaan, kata Juramadi.
Dari medsos ini umat islam bisa mengartikan atau berbagai pandangan maupun pendapat para ustat dalam perkara hukum islam, pada dasarnya bisa membuat umat islam awam “bigung, galau terblok-blok, tidak punya kemandirian pendapat yang pasti” mungkin pak kiyai Syarif Rahmat bisa menjelaskan nanti, kata Juramadi.
Ditambahkan Juramadi, pada saat ini banyak orang bermodalkan rekaman menyampaikan kata-kata, walaupun hanya satu hari belajar agama, tetapi bisa mencacimaki para kiyai yang sudah bertahun-tahun tinggal dipesantren, jika kita kurang mempilter, maka kita akan percaya apa yang kita lihat dimedsos pada saat ini, jelasnya.
Akibat daripada itu, orang bisa saling menyalahkan karena merasa dirinya paling benar, hingga tidak bertegur-sapa, bahkan mudah sekali timbul bidaah, mempergungjingkan orang lain, tanpa disadari bahwa dirinya sudah masuk kedalam golongan orang yang sesat, pengaruh dari kata-kata dimedsos tanpa pilter, jelas Juramadi Esram
juramadi Esram berharap kepada qori dan qoriah dalam berkompetisi pada MTQ tersebut, bacalah Ayat-ayat Suci Alqur’an dengan benar dan tulis sesuai kaedah-kaedah yang ada. Kemudian Juramadi juga menekankan apa yang menjadi keputusan hakin nanti, tidak dapat diganggu gugat sesuai ketentuan yang berlaku, tegasnya.
Kemudian acara dilanjutkan tausiah agama yang disampaikan K.H. Syarif Ramat, sebagai siraman rohani untuk mengkanter berita berita yang dapat menyesatkan, melainkan agar dapat membentuk krakter dan prilaku yang berakhlakmulia bagi generasi penerus.
Pada cara malam taqruf tersebut, 13 belas kecamatan para qhori dan khoriah yang akan ikut berkompetisi dalam melantunkan ayat suci Alqur’an pada MTQ ke VIII tingkat kabupaten Lingga, untuk mencari vigur yang akan mewakili kabupaten Lingga ketingkat Provinsi Kepluan Riau nanti. diakhiri penyerahan Bendera MTQ Kabupaten Lingga oleh Wakil Bupati M.Nizar. (leader)








Hari ini : 2959
Total Kunjungan : 2869610
Who's Online : 131
Discussion about this post