Natuna (leadernusantara.com) – Sunguh Tak beruntung Masyarakat Kabupaten Natuna dimasa sulit yang membutuhkan pelayaran untuk kelas ekonomi, yang biasanya menggunkan KM.Bukit Raya pulang pergi ke Daerah Natuna, namun kini KM. Bukit Raya dialihkan pelayarannya ke Nusa Tenggara Timur, padahal saat ini masyarakat Natuna sangat membutuhakan karena berkenaan dengan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijiryah, sudah dekat.
Mulai dari 25 Juni ini 2017, KM. Bukit Raya, milik Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) tidak lagi melayani pelayaran dari dan ke Kabupaten Natuna. Maka masyarakat Natuna terpaksa beralih untuk belayar menggunakan KM. Perintis jenis Sabuk Nusantara 30, 39 dan 59.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Natuna, Iskandar Dj, kepada awak media di kantornya. Rabu (14/06) pagi. Dijelaskannya, bahwa KM Bukit Raya yang menjadi andalan masyarakat kelas menengah kebawah itu, akan kembali melayani penumpang pada 6 Juli 2017 mendatang.
“Ya tanggal 25 ini Pelni tidak lagi masuk ke Natuna,” ujar Iskandar Dj, didampingi Kabidhub Laut, Sapta Nugraha.”Meskipun tidak masuk ke Natuna, tapi sudah kita siapkan kapal perintis untuk melayani pemudik dari dan ke Natuna,” kata Iskandar.
Ada tiga unit kapal perintis jenis Sabuk Nusantara 30, 39 dan 59, yang akan disiapkan Dishub untuk mengantisipasi jumlah lonjakan pemudik dan arus balik. Kapal tersebut memiliki kapasitas hingga 250 penumpang per unit.
Tapi dari jumlah kapasitas tersebut, akan ada kompensasi (tambahan penumpang) sebanyak 10 persen, karena KM. Bukit Raya menjelang lebaran Idul Fitri 1438 hijriyah, akan digeser ke wilayah Indonesia bagian timur.
“Ini merupakan arahan dari Kemenhub, bahwasannya ada beberapa daerah yang lebih membutuhkan ketimbang Natuna.” Seperti di Indonesia bagian timur serta dipelabuhan besar seperti Tanjung Priok Jakarta dan Merak di Banten,” imbuhnya.
Meski ada pergantian kapal, namun jadwal pelayaran dari dan ke Natuna, Jadwalnya tetap seperti biasa, seperti penerbangan juga, tak ada perubahan jadwal, untuk melayani penerbangan, ada tambahan jadwal, yaitu hari jum’at. Kata Iskandar.
“Penerbangan hingga 6 hari, dari senin hingga sabtu ada terus, karena kami juga sudah hubungi Kabag Ops Lanud Raden Sadjad, untuk menyiapkan PAUM. Harga tiketnya berkisar Rp. 500-600 ribu,” jelasnya.
Dishub juga sudah membentuk tim pemantau arus mudik dan arus balik, yang nantinya akan disebar dibeberapa titik seperti di pelabuhan dan bandara. Dari Dishub sendiri ada 20 personel, ditambah dari pihak kecamatan lagi, pungkasnya. (Jamilus)







Hari ini : 1996
Total Kunjungan : 2865000
Who's Online : 127
Discussion about this post