• Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
Minggu, 30 November 2025
Leader Nusantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
Leader Nusantara
No Result
View All Result

Karantina Pertanian Tanjungpinang Musnahkan 500 Kg Komoditas Hasil Tegahan

Leadernusantara.com by Leadernusantara.com
24/01/2020 9:48 PM
in Kepri
0
Karantina Pertanian Tanjungpinang Musnahkan 500 Kg Komoditas Hasil Tegahan

foto Kominfo petugas Karantina memusnahkan baran ilegal yang dianggap dapat membahayakan kesehatan manusia

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tanjungpinang (leadernusantara.com) – Karantina Pertanian Tanjungpinang, Jumat 24 Januari 2020, memusnahkan sekitar 500 kilo gram komoditas pertanian wajib periksa karantina.

Komoditas dimusnahkan dengan cara dibakar di tungku. Sebagian besar diantaranya merupakan daging babi olahan, sayur dan buah serta benih tanaman yang ditegah dari penumpang yang masuk melalui pelabuhan yang ada di Pulau Bintan.

Barang tersebut dibawa wisatawan atau warga Indonesia yang melakukan kunjungan ke luar negeri. Beberapa komoditas ditegah dari kapal kargo. Penegahan dilakukan selama libur Natal dan Tahun Baru hingga menjelang Tahun Baru Imlek.

Kepala Kantor Karantina Pertanian Tanjungpinang, Donni Muksydayan menjelaskan, rata-rata komoditas yang dimusnahkan itu berasal dari China. “Walaupun beberapa diantaranya dibawa dari Malaysia, tetapi ini produk buatan China” ungkapnya.

Baca Juga

Terlihat Rokok Ilegal di Tanjungpinang Masih Menjamur, Bea Cukai Minta Masyarakat Turut Awasi

Sahkan APBD Perubahan 2025  Dintadai Dengan Ketok Palu DPRD

Menurut Donni, penegahan dan pemusnahan merupakan bagian upaya peningkatan pengawasan, sekaligus mencegah penyebaran penyakit melalui barang bawaan.

Salah satunya adalah mencegah masuknya penyakit  African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi yang telah merebak di sebagian besar negara di Asia Tenggara.

“Desember lalu ditemukan di Sumatera Utara. Ini yang kita khawatirkan. Makanya kita telah menutup pengiriman Babi dari Sumatera Utara,” tandasnya. Sumber Diskominfo. (leader)

Tags: Sdr

Discussion about this post

Berita Terkini

Unde Câștigă Strategia — Doar Aici ❗️ Bucovina 🔥

23 November 2025

Cod Promoțional Spin City Cu Rotiri Gratuite ⚝ Tulcea 💎

23 November 2025

Playzax Casino Bonus 10 € Brez Depozita — celotna Slovenija Start Spinning

23 November 2025

Goldenbet Kampanjkod 2025 Bonus Utan Insättning Gratisspel — Svenska regioner Claim Bonus

23 November 2025

Panou De Bord Utilizator Cu Gestionare Completă ♢ Moldova Bet Now

23 November 2025

Cocoa Kaszinó 100 Ingyenes Zseton – magyar régió Win Big Today

23 November 2025

Wheelz Casino Bonuscodes ✺ Koninkrijk der Nederlanden Enjoy the Game

20 November 2025

Erfahren Sie Mehr Über Sichere Virtuelle Casino Plattformen – Nordrhein-Westfalen ♥️

20 November 2025

Kapjuk Bónuszt Fogadunk – Jász-Nagykun-Szolnok megye 🏖️

20 November 2025

Echte Fortuin Casinobonus Zonder Dépôt Nederlandse regio Join the Action

20 November 2025
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto

Pengunjung

2821359
Hari ini : 2519
Total Kunjungan : 2821359
Who's Online : 128

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Contact
  • Pedoman
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Riau
  • Sumbar
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Advertorial
  • Redaksi
  • Contact
  • Pedoman

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.