• Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
Selasa, 3 Februari 2026
Leader Nusantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Galeri Foto
  • Advertorial
No Result
View All Result
Leader Nusantara
No Result
View All Result

Karantina Pertanian Tanjungpinang Musnahkan 500 Kg Komoditas Hasil Tegahan

Leadernusantara.com by Leadernusantara.com
24/01/2020 9:48 PM
in Kepri
0
Karantina Pertanian Tanjungpinang Musnahkan 500 Kg Komoditas Hasil Tegahan

foto Kominfo petugas Karantina memusnahkan baran ilegal yang dianggap dapat membahayakan kesehatan manusia

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tanjungpinang (leadernusantara.com) – Karantina Pertanian Tanjungpinang, Jumat 24 Januari 2020, memusnahkan sekitar 500 kilo gram komoditas pertanian wajib periksa karantina.

Komoditas dimusnahkan dengan cara dibakar di tungku. Sebagian besar diantaranya merupakan daging babi olahan, sayur dan buah serta benih tanaman yang ditegah dari penumpang yang masuk melalui pelabuhan yang ada di Pulau Bintan.

Barang tersebut dibawa wisatawan atau warga Indonesia yang melakukan kunjungan ke luar negeri. Beberapa komoditas ditegah dari kapal kargo. Penegahan dilakukan selama libur Natal dan Tahun Baru hingga menjelang Tahun Baru Imlek.

Kepala Kantor Karantina Pertanian Tanjungpinang, Donni Muksydayan menjelaskan, rata-rata komoditas yang dimusnahkan itu berasal dari China. “Walaupun beberapa diantaranya dibawa dari Malaysia, tetapi ini produk buatan China” ungkapnya.

Baca Juga

Pasokan Pasir Laut Diduga Ilegal Masuk Batam, Aktivis Desak Penindakan Tegas

Terlihat Rokok Ilegal di Tanjungpinang Masih Menjamur, Bea Cukai Minta Masyarakat Turut Awasi

Menurut Donni, penegahan dan pemusnahan merupakan bagian upaya peningkatan pengawasan, sekaligus mencegah penyebaran penyakit melalui barang bawaan.

Salah satunya adalah mencegah masuknya penyakit  African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi yang telah merebak di sebagian besar negara di Asia Tenggara.

“Desember lalu ditemukan di Sumatera Utara. Ini yang kita khawatirkan. Makanya kita telah menutup pengiriman Babi dari Sumatera Utara,” tandasnya. Sumber Diskominfo. (leader)

Tags: Sdr

Discussion about this post

Berita Terkini

Hogyan biztosítja a Lemon Casino a gyors kifizetést és a megbízhatóságot

1 Februari 2026

Ancien Populaire Jeu De Casino Commerce zone française Claim Bonus

30 Januari 2026

Modern Design De Joc Pentru Pariuri Fluide • România Join the Action

29 Januari 2026

Legjobb Póker Élmények Hozzáférni Az Eszközödön · Magyar Köztársaság Start Playing

28 Januari 2026

Welcome Fillip Software System Point – Irish region Claim Your Reward

27 Januari 2026

Modalități De A Selectează Cele Cele Mai Bune Online Ruletă De Cazino Cazinouri} ◦ regiunea europeană Register Free

27 Januari 2026

Încearcă Minunat Lumi Jocuri De Noroc Online Pline De Viață Virtual · pe teritoriul României Join Now

27 Januari 2026

What Typecast Of Stake Cost Uncommitted Atomic Number 85 FG777 Gambling Casino – Australian area Join Now

27 Januari 2026

De voordelen van een goed begrip van casino rewards systemen

27 Januari 2026

Sľubní Poskytovatelia Čo Vyskúšať – v rámci Slovenska Get Started

26 Januari 2026
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Riau
  • Sumbar
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto

Pengunjung

2855233
Hari ini : 1494
Total Kunjungan : 2855233
Who's Online : 130

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Contact
  • Pedoman
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Kepri
  • Tanjungpinang
  • Bintan
  • Batam
  • Karimun
  • Lingga
  • Natuna
  • Anambas
  • Riau
  • Sumbar
  • Pendidikan
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Advertorial
  • Redaksi
  • Contact
  • Pedoman

© 2018 Leader Nusantara. All Rights Reserved.