Tanjungpinang (leadernusantara.com) – Sungguh nais untuk mendapatkan keuntungan lebih besar, salah satu pemilik Sawalayan Pinang Lestari di Bintan Centre, yang dikenal “Ahui” tega mengoplos Beras Bulog untuk dijual kepada konsumennya dengan harga tinggi. Padahal Beras Bulok disediakan pemerintah untuk pangan kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.
Hal tersebut diperkirakan telah terjadi konpederasi sipelaku dan petugas Bulog, serta pendistribusian Beras Bulog lainnya, seperti kelurahan maupun petugas Desa, karena tanpa ada dukungan dari yang lain tidak mungkin pelaku bisa mendapatka Beras Bulog yang jumlahnya cukup lumayan.
Adanya penggerebekan gudang pemilik Swalayan Pinang Lestari, oleh pihak kepolisian Polres Tanjungpinang pada 22 September 2017, maka tidak akan ketahuan telah terjadi pengoplosan Beras Bulog, yang seharusnya disalurkan kepada masyarakat dengan harga telah ditetapkan pemerintah.
Setelah kejadian tersebut Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, melakukan Inpeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah gudang yang ada di Kota Tanjungpunang, Senin (25/9).
Mimi Bety dari Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang di konfirmasi media ini mengatakan, Sidak yang dilakukan pihaknya mengambil sample Beras dan Gula Pasir, karena dikewatirkan sekarang banyak Gula Rafinasi bererdar.
“Kami komisi 2 meninjau beberapa Supermarket, dan mengambil sample gula dan beras, sekarang banyak gula rafinasi beredar di Tanjungpinang. Sample tersebut kita kasih kekantor karantina untuk diuji kandungan gula dan beras tersebut,” Kata Mimi Bety, kepada media ini melalui pesan WA nya.
“Kami turun dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungpinang,” Tutup Mimi. Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Tanjungpinang, Juramadi Esram saat dikonfirmasi awak media ini, membenarkan adanya Sidak Komisi II terkait beras oplos yang diungkap polisi, Jumat pekan lalu.
“Komisi II DPRD Tanjungpinang sudah koordinasi sama Kabid Perdagangan. Namun, saya belum tau siapa yang ikut mendampingi (Sidak Dewan), karena saya masih di Jakarta,” kata Juramadi Esram.
Kabulog Tanjungpinang patut dipertanyakan, sebagai penditribusian Beras Bulog serta pengawasannya. Namun sepertinya tidak berjalan sehingga terjadi pengoplosan Beras Bulok yang dijual di Swalayan.
Terkait hal tersebut, konfirmasi media ini pada (27/9) dengan Kabulog Tanjungpinang Jaka Santosa, melalui SMS ke No Henphond selulernya. meskipun pesan singkat itu terkirim sampai berita ini diterbitkan tidak ada balasan. (Red)









Hari ini : 1749
Total Kunjungan : 2864753
Who's Online : 126
Discussion about this post