Natuna (Leader) – Mendekati pilkada Bupati dan Gubernur tahun 2020 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Natuna ajak Media bekerjasama dalam publikasi pemberitahuan kepada masyarakat tentang berbagai pendidikan politik di Natuna khususnya.
Pada acara yang berlangsung di ruang Media Centere Bawaslu lantai II jalan Wan. H. Mohd Benteng
Kecamatan Bunguran Timur Natuna Kamis, (15/08) dini hari dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Khairul Rizal.
Pada acara dengan keterbatasan personil Bawaslu, Khairul Rizal didampingi oleh beberapa komioner dan staf mengaku sangat menyadari bahwa peran Media sangatlah penting untuk digandeng dalam memberikan berbagai informasi, termasuk informasi-informasi pendidikan politik kepada masyarakat sampai ke pulau-pulau di seluruh pelosok wilayah Kabupaten Natuna.
Berbagai kendala yang selama ini dialami oleh Bawaslu dalam penindakan pelanggaran pemilu di daerah, khususnya Natuna juga disampaikan Khairul Rizal. Salah satunya seperti politik uang, mencuri star kampanye. Hal ini kata Khairul Rizal, sangat susah untuk dibuktikan, Adapun kita dengar isu-isu ada politik uang terjadi, namun kalau tidak ada laporan resmi dari masyarakat Bawaslu tidak dapat memproses sebagai temuan.
Acuan kita hanya dua, ada laporan masyarakat atau operasi tangkap tangan (OTT) oleh kita. Nah, selama ini masyarakat yang diharapkan Bawaslu untuk melapor, sangat minim sekali, hal ini juga menjadi pertanyaan kami pihak Bawaslu, kenapa masyarakat takut melapor kalau ada kejadian pelanggaran.
“Sehubungan kita akan melakukan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Bupati, melalui media yang ada di Kabupaten Natuna khusunya PWI dan Media-media lainya, Khairul Rizal menghimbau, bila nantinya ada menemukan hal-ⁿhal diatas, ayo cepat laporkoan ke pihak Bawaslu. Kita terbuka dan menerima setiap dan sekecil apapun laporan masyarakat terkait pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh peserta pilkada, pihak Bawaslu juga akan melakukan investigasi kelapangan.”Ujarnya.
Namun yang sangat disayangkan oleh para awak media selama ini, Bawaslu meminta peran aktif media dalam pendidikan politik di masyarakat, namun tidak ada anggaran khusus yang dianggarkan untuk media sebagaimana instansi-instansi lainnya, tentunya Bawaslu berharap ada anggaran khusus untuk media dalam membantu lancarnya pelaksanaan pemilu dan Pemilukada.
“Tetapi untuk pilkada Tahun 2020 ini kami pihak Bawaslu sudah mencoba mengajukan ke APBD tahun 2020 mudah-mudahanlah tidak dicoret.”Harap Khairul Rizal.(Herman)







Hari ini : 2161
Total Kunjungan : 2868199
Who's Online : 128
Discussion about this post