Karawang (Leadernusantara.com) – Bio Farma, induk Holding BUMN Farmasi, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bekerja sama dengan Forum CSR Tenant Indotaisei dalam penanaman mangrove di Pesisir Pantai Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, pada 11 Februari 2023.
Kegiatan penanaman mangrove juga turut dihadiri Kepala Bappeda Kabupaten Karawang beserta beberapa perusahaan lainnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karawang, Dindin Rachmadhy mengatakan, Kami selaku pemerintah daerah mengucapkan terima kasih telah memberikan kontribusi dan dukungan dari dunia industri, sebutnya.
“Kegiatan tersebut menurut kami sangat penting, untuk menjaga garis di pesisir pantai, adanya kegiatan penanaman mangrove ini, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaa lingkungan dan sektor ekonomi”, kata Dindin Rachmadhy.
Direktur Utama Holding BUMN Farmasi, Honesti Basyir menyampaikan, bahwa Bio Farma memiliki komitmen yang kuat dalam melestarikan lingkungan. Kegiatan penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian alam dan lingkungan bagian dari mencegah abrasi pantai, jelasnya.
Kegiatan tersebut bukan kali pertama dilakukan Bio Farma, namun sebelumnya Bio Farma juga melakukan hal yang sama, merupakan sebagai bentuk berkomitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan, salah satunya dalam rangka peringatan Hari Lahan Basah Sedunia, tuturnya.
“Peringatan Hari Lahan sedunia jatuh pada bulan Februari setiap tahunnya, Bio Farma telah melakukan penanaman 2000 pohon keras di Gunung Masigit Kareumbi, dengan tujuan memperbaiki fungsi hutan dan membantu air agar terserap ke dalam tanah” ujar Honesti.
Dalam sambutannya, Ketua Forum CSR Tenant Indotaisei, Syaipul Alamsyah, menyampaikan terpilihnya Muarabaru sebagai lokasi penanaman mangrove, berdasarkan ke khawatiran karena sudah banyak contoh pesisir di wilayah lain yang sudah mengalami abrasi, maka penanaman Mangrove sulusinya, katanya.
Adanya penanaman mangrove ini diharapkan dapat menangkal terjadinya abrasi yang mengancam masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir pantai, sehingga kekwatian masyarakat selama ini terjawab sudah, bagian dari keamanan dan kenyamanan masyarakat pesisir Pantai, katanya serius.
Selain bekerja sama dengan perusahaan dan pemerintah daerah setempat, forum CSR Tenant Indotaisei juga bekerja sama dengan komunitas lingkungan, seperti Cipta Pesona Desa dalam mengadakan kegiatan penanaman mangrove.
Ketua komunitas Cipta Pesona Desa, Ahmad Fatoni menyampaikan “Tujuan kami malakukan penanaman Mangrove untuk mengembalikan kondisi lingkungan yang lebih ramah terhadap masyarakat, karena dapat kita ketahui cuaca pasang ekstrem sudah sering terjadi di Indonesia, maka kami berharap dengan penanaman pohon mangrove ini dapat mengembalikan ekosistem yang sekarang sudah mulai menurun”.
Kepala Divisi TJSL, Vina Tjut menambahkan, Bahwa Bio Farma melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sebagai BUMN akan terus berupaya dan berkomitmen untuk mendukung pelestarian dan peningkatan ekonomi penduduk sekitar, kata Vina Tjut.
Wujud penanaman mangrove ini untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan, tumbuhan Mangrove merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki akar kokoh, dapat meredam gelombang besar, termasuk tsunami, jelasnya.
“Manfaat penanaman mangrove sangat penting sekali untuk mencegah efek dari terjadinya bencana alam”ungkap Tjut Vina.
Dalam penanaman mangrove kali ini, Bio Farma menyumbang 600 bibit pohon mangrove jenis rhizophora. Bio Farma juga merupakan satu-satunya BUMN yang terlibat dalam kegiatan penanaman mangrove di Pesisir Pantai Karawang. Sumber release humas Bio Farma. (Leader)







Hari ini : 1284
Total Kunjungan : 2865624
Who's Online : 128
Discussion about this post