Tanjungpinang (leadernusantara.com) – Dalam rangka menekan penyebaran penyakit demam berdarah, Pemerintah kota Tanjungpinang bersama elemen masyarakat melakukan upaya preventif dengan gerakan bersama basmi jentik nyamuk. Sabtu (15/02/19).
Kegiatan tersebut diikuti relawan PMI, Pramuka Saka Bakti Husada, kader posyandu, kader jumantik, kader PKK, Forum RW dan RT, kantor kesehatan pelabuhan, babinsa, Babinkamtibmas, dinas kesehatan, Puskesmas, serta masyarakat. Selain itu juga ikut serta kalangan mahasiswa, diantaranya Stikes Hang Tuah dan Poltekkes Tanjungpinang.
Wakil Walikota Tanjungpinang menyampaikan agar semua pihak berperan serta dalam mensukseskan gerakan satu rumah satu jumantik. Karena semua rumah bisa berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
“ Hal itu dilaksanakan secra serentak di 17 kelurahan di wilayah Kota Tanjungpinang.” tutur Wakil Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma, S. IP, di balai pertemuan warga Kijang Kencana III, Kelurahan Pinang Kencana, Sabtu (15/02/19).
“Gerakan satu rumah satu jumantik ini harus dilakukan secara berkesinambungan, meskipun kasus DBD sudah menurun”, ajak Hj. Rahma.
Dalam kesempatan itu juga Wakil Walikota menyerahkan bahan pembasmian jentik kepada Ketua Forum RT, RW Kelurahan Pinang Kencana, serta menghimbau semua elemen masyarakat untuk aktif langsung secara door to door melakukan pemeriksaan jentik dan memberikan bubuk abate sekaligus memberikan edukasi kepada warga yang dikunjungi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam, SKM., M.Si menyampaikan, Penyakit demam berdarah dengue (DBD) menjadi salah satu prioritas dalam pengendalian penyakit menular di Indonesia.
“Upaya pengendalian DBD masih perlu ditingkatkan, mengingat daerah penyebaran pirus DBD saat ini terus bertambah luas dan berisiko penularan Luar Biasa”, ungkap Rustam.
Kegiatan ini didukung penuh ole unsur kecamatan dan kelurahan setempat. Selain itu dukungan dari sejumlah pimpinan OPD, para Kepala Puskesmas, serta Ikatan Guru TK dan PAUD.
‘Kasus DBD di Kota Tanjungpinang menunjukkan pada tahun 2018 terdapat 350 kasus DBD, sedangkan pada tahun 2019 sampai dengan bulan Februari ini sudah tercatat 110 penderita “, sebut Rustam.
Gerakan satu rumah satu jumantik dihadiri Anggota DPRD kota Maskur Tilawahyu, SH, staf ahli Kota Tanjungpinang Samsudi , S.Sos, MM, , Kadis Kesehatan PP & KB Rustam, SKM., M.Si, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Drs. H. Wan Samsi, MM, plt Kadis Kominfo bpk soemantri, sumber Hms, editor (sdr)







Hari ini : 2305
Total Kunjungan : 2867697
Who's Online : 133
Discussion about this post