
Tanjungpinang, (leadernusantara.com) – Terkait dengan rencana pembangunan reklamasi oleh Pemprov Kepri di wilayah Teluk Keriting, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang meyakini, antara Pemko dan Pemprov Kepri mempunyai keinginan yang sama untuk membagun kota Tanjungpinang.
Hal diatas disampaikan AD Angga usai menghadiri Dialog di gedung Radio Republik Indonesia (RRI) Jalan A Yani, Kota Tanjungpinang Selasa (04/04).
“saya yakin antara Pemko dan Pemprov mempunyai tujuan yang sama untuk membangun kota Tanjungpinang ini. Yang di perlukan hanya duduk bersama saja untuk koordinasi, melepaskan ego masing-masing,”kata AD Angga.
Angga juga berjanji pihaknya akan mendatangkan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, terkait dengan hal tersebut,
“mungkin dalam jangka waktu dekat ini kita akan beranisiatif untuk mendatangkan pak Gub dan membahas masalah pembangunan Wilayah Teluk Keriting ini. Kemudian kita juga mendatangi pak Walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah. Intinya kalau sudah duduk antara Pemko dan Pemrov, DPRD akan mendukung yang penting koordinasi saja,”ungkapnya.
Sebagai putra daerah Angga juga berharap pembangunan juga harus menjaga ke arifan lokal, masyarakat nelayan terbantu dan tidak mengganggu perekonomian masyarakat.l
“rumah-rumah yang telah dibangun, itu juga harus dihibahkan menjadi milik masyarakat. Kemudian pengelola juga harus mengonsep lingkungan karena jangan sampai membangun disana terus wilayah tangkapan yang selama ini mereka menyondong, memancing, menjaring, itu jangan sampai menjadi rusak dan harus menjadi perhatian dari pada pengembang nantinya,”papar Angga.
Sementara, Walikota Tanjungpinang H Lis Darmasyah, sangat mendukung reklamasi yang akan dilakukan oleh Pemrov tersebut.
“pada intinya saya sangat mendukung pembangunan reklamsi itu. Namun perlu perencanaan yang matang, harus di buat master plan dengan detil, sehingga konsep pembangunan betul-betul pembangunan itu tidak tidak menutup reklamasi itu.”ungkap Lis.
Masih Lis, jika ditawarkan kepihak investasi pihaknya tidak mempermaslahkan, namun harus jelas pembagianya terhadap daerah.
“pembagianya ada ruang untuk publik, perbandinganya paling tidak, mungkin 40, 60, ntah 40 investasi atau 60 untuk publik atau 60 untuk investasi, 40 untuk publik. Kosumsi seperti itu kan harus kita jaga, siapa lagi menjaga Tanjungpinang kalau bukan kita,”papar Lis.
Ketika ditanya untuk membahas permasalahan tersebut, apakah Walikota yang akan mengundang Pemprov, Lis menjawab “yang akan melaksanakan pembangunan itu siapa.”tutup Lis. (aliasar)







Hari ini : 2612
Total Kunjungan : 2868004
Who's Online : 131
Discussion about this post