Tanjungpinang Kepri (leader) – Sungguh memperihatinkan tiang penyangga jembatan Dua (2) Dopak nyaris putus sehingga pihak keamanan menutup akses jalan supaya tidak dilewati kendaran yang melintasi jembatan tersebut, upaya Polisi Antisipasi agar tidak trjadi korban jiwa.
Awalnya informasi tersebut dari masyarakat nelayan yang mengaplot foto Tiang penyangga jembatan Dua Dompak Nyaris putus, ke akun Facebook dan WA, sehingga menjadi buming ditengah mayarakat, difoto tersebut sekan bercerita terlihat diperkirakan 60 % nya, tiang penyangga jembatan mengalami kropos nyaris putus.
Kemudian awak media ini melakukan cros cek Jembatan Dompak dua tersebut, benar adanya sekitar 60% tiang penyangga nyaris Putus. Pada Rabu 7 Agustus 2019 sekira pukul 11 WIB,
Yang tidak jau dari Pelabuhan Roro Dompak, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, wilayah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.
Pada saat itu pihak keamanan dari kepolisian dan Polisi Pamong praja sudah terlihat berjaga-jaga dilokasi tersebut, bahkan Polisi sudah meletakan plang tanda larangan, bahwa jembatan tidak boleh dilewati karena kwatir jembatan itu akan ambruk jika dilalui kendaraan.
Miris jika dilihat tiang penyangga jemabatan tersebut, masih belum hilang dari ingatan orang Tanjungpinang dalam masa pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut, diperkirakan usia lebih kurang delapan tahun, tetapi pada saat ini kondisi jembatan sangat memperhatinkan.
Kini akses jalan menuju pusat perkantoran Pemprov Kepri Dompak, bagi pegawai maupun masyarakat yang tinggal di Bintan Centre dan Kijang, harus mutar ke jalan basuki Rahmad Batu 4, melewati Jembatan utama didepan Ramayana Pantai impian Kota Tanjungpinang, hingga menjadi perhatian masyarakat.
Menurut sumber media ini yang tidak mahu namanya dipublikasikan, pada Rabu (7/8), Pemprov Kepri melalui Pekerjaan Umum (PU) dengan pihak terkait mengadakan rapat koordinasi mungkin mencari solusi terkait tiang jembatan dua yang Kropos tersebut, ungkapnya.
Camat Bukit Bestari Faisal Palivi di tempat yang sama, menghimbau kepada seluruh pengguna jalan yang melewati akses jembatan dua Dompak, untuk sementara agar tidak melewati Jembatan tersbut, sampai dinyatakan aman, himbaunya.
Ditempat terpisah salah seorang masyarakat yang enggan disebutkan namanya di media ini mengatakan, “aparatur pemerintahan khususnya Pemprov Kepri dan steakholder yang terkait harus melakukan cros cek secara rutin dalam perawatan terhadap aset aset daerah, apalagi menyangkut pasilitas umum (pasum), agar tidak terjadi korban jiwa,” terangnya.
Menyangkut hal tersebut pihak terkait seharusnya melakukan audit terkait pengerjakan proyek Jembatan Dua tersebut, sepertinya pengerjaannya asal jadi sehingga Tiang penyangga kropos, konsultan pengawasnya juga harus bertanggung jawab, karena hasil auditnya diduga kurang baik.
Sampai berita ini dipostingkan media ini belum berhasil mengkonfirmasi pihak Dinas PU Provinsi Kepri.(sdr)







Hari ini : 2400
Total Kunjungan : 2821240
Who's Online : 124
Discussion about this post