Tanjungpinang (leadernusantara.com) – Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mensosialisasikan kepada masyarakat tentang tatacara pencoblosan surat suara pada Pemilihan umum (pemilu) secara serentak pada Rabu 17 April mendatang 2019 yang akan diselenggrakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) se Indonesia.
Adapun sosialisasi itu dilaksanakan Tiga Orang dari kader PKS tersebut, diantaranya Nasrul Calon DPRD Kota Tanjungpinang dapil kec, Bukit bestari No Urut 2. Rizha Hafiz S,Pd.I Calon DPRD Provinsi Kepri Dapil Tanjungpinang No Urut 1, Andre Simanjuntak Calon DPR RI Dapil Provinsi Kepri No Urut 1 di PKS , pada Tanggal 23 maret 2019, di Rumah HJ. Chairani Gang Resak jalan Pompa Air Km 2, Kota Tanjupinang, dihadiri sekitar 100 Orang warga setempat.
Nasrul tidak asing bagi warga Jln Pompa Air, sudah puluhan tahun tinggal dan bergul bersama warga seempat , berprovesi sebagai pedagang, juga aktif di kepengurusan Partai PKS dan pengurus Mesjid Nurul Iman di Jalan Ir. Juanda Kota Tanjungpinang, Kordinator BKMD ( Badan Keswadayaan Masyarakat Desa ) Kel.Tanjungpinang Timur, kini beranjak maju sebagai caleg di Partai PKS untuk menuju ke Parlemen Lembaga Legislatif di Kota Tanjungpinang priode 2019-2024.
Menurut Nasrul dirinya diminta dari Partai PKS untuk maju menjadi calon DPRD, memang lebih tepat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, akan tetapi kata Nasrul, tanpa didukung dan dipilih oleh warga pompa Air atau Bukit Bestari pada umunya, pada waktu pecoblosan nanti, maka mustahil dirinya bisa masuk ke Lembaga Legislativ mewakili warga.
Nasrul meminta kepada warga masyarakat, jangan sampai golput atau tidak memilih, hal itu sifatnya merugikan diri sendiri, karena tidak ada celah untuk menampung aspirasinya di lembaga legislativ. Maka partisipasinya untuk ikut andil memilih pada waktu pemilihan nanti, sesuai hati nuraninya untuk memberikan amanah kepada calon yang di inginkan, agar dapat menyalurkan aspirasinya di lembaga legislatif untuk tingkat kota maupun tingkat provinsi dan tingkat Nasional.
Hal yang sama disampaikan oleh Rizha Hafiz S,Pd.I calon DPRD Provinsi Kepri dan Andre Simanjuntak merupakan Calon DPR RI, kemudian secara bergantian menunjukan sitem pencoblosan kertas surat suara, lima warna untuk masing-masing Calon, diantaranya calon presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten kota se Indonesia.
Rizha Hafiz S,Pd.I menyampaikan, Lima warna kertas surat suara dan lima pula kotak surat suarat suara, jangan sampai salah memasukan surat suara kedalam kota suara, sesuai warna kertas calon yang kita coblos, jika tidak maka akan berdampak kepada kertas yang suda kita coblos tersebut, himbaunya.
Anas juga menegaskan bahwa pencalonan dirinya untuk dipilih, tidak akan memberikan uang kepada pemilih, karena itu bertentangan dengan akidah sesuai keyakinannya dan bertentangan dengan undang-undang pemilu yang disebut manipolitik.
Dijelaskan Nasrul, kalau ada masyarakat menemukan para calon yang memberikan uang kepada calon pemilihnya, sebaiknya ditolak saja, karena akan menimbulkan politik yang tidak mendidik juga akan melahirkan DPRD yang tidak kardibeL. Jelas nasrul.
“ Jika ada masyarakat mengetahui atau melihat para calon yang memberikan uang untuk supaya dirinya dipilih, sebaiknya ditolak saja karna melanggar aturan juga akan melahirkan anggota DPRD yang tidak kardibel” tegas Anas didampingi Rizha Hafiz S,Pd.I calon DPRD Provinsi Kepri dan Andre Simanjuntak calon anggota DPR RI.
Kemudian Rizha Hafiz S,Pd.I, Menyampaikan program PKS, jika diamanahkan menjadi pemenang pemilu secara Nasional pada Tahun 2019 ini, yakni mengusulakan kepada pemerintah agar memberlakukan SIM seumur hidup dan membebaskan pajak motor roda 2 yang CC nya rendah, karena menurutnya yang memakai motor CC nya kecil, jelas dapat dipastikan orang yang berekonomi lemah, maka sudah patut dibebaskan pajak.
“Kalau mamiliki mobil tentu orang yang berekonomi menengah keatas, pantas dong bayar pajak,” kata Rizha, Riuh disambut tepukan para peserta yang hadir.(sdr)








Hari ini : 2514
Total Kunjungan : 2867906
Who's Online : 128
Discussion about this post