Tanjungpinang (leadernusantara.com) – Hilangnya Judi Jetpot beralih ke Lotto alias Lagu berhadiah atau yang disebut Kim, begitu juga Rolek dan Cengkoko alias Dadu Goncang tumbuh subur di Tanjugpinang bagaikan jamur di musim hujan.
Terlihat dilaut jaya KIM dan Rolek eksis dimainkan setiap malamnya, begitu juga di Lokasi Rimba Jaya terdapat 2 titik, disuka berenang 1 titik, bahkan di komplek Bintan Centre tepatna didepan kantor Polsek Tanjungpinang Timur.
Terkait hal tersebut ketika media ini konfirmasi dengan Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi melalui SMS ke Nomor HP nya, pada Hari Senin sekira pukul 1 WIB 1/9 2018, namun tidak ada jawaban sema sekali, senyap bagaikan seribu bahasa.
Adapun berita konfirmasi tersebut, “Izin pak Kapolres Tanjungpinang, saya Sudirman Pimpinan Media Oline Leadernusantara.com, konfirmasi komandan, terkait sejumlah titik tempat yang disinyalir perjudian berkedok Lotto alias lagu berhadiah dan Rolek serta Cengkoko tumbuh subur Ditanjungpinang. Mohon tanggapannya. Terimakasih.”
Tidak adanya tanggapan dari Kapolres Tanjungpinang, dapat diduga penegak hukum di Tanjungpinang mungkin sudah dikondisikan, sehingga tidak terlihat upaya untuk menghentikan praktek judi tersebut.
Sebelumnya Tanjungpinang terbebas dari bentuk apapun perjudian, kini Polres Tanjungpinang yang dipimpin AKBP Ucok Lasdin Silalahi, permainan Cengkoko, Lotto, Rolek, terlihat beroprasi setiap malam subur hampir setiap sudut Kota Tanjungpinang.
Hal itu sudah mulai dirasakan oleh Ibu-ibu rumah tangga, suaminnya pulang larut malam kerana hobi main Loto alias Kim Lagu Berhadiah, Rolek, Cengkoko, sehingga berhimbas kepada ekonomi rumah tangga dan pekerjaan sehari-harinya.
Menurut sejumlah Ibu-ibu bercerita keluhkeahnya kepada awak media ini, menyebutkan, bahwa suaminya yang biasanya pulang sore, kini sampai dirumah sudah malam hari, bahkan sampai dirumah mukanya cemberut.
lanjut ibu-ibu itu menceritakan suaminya bekerja sehari-hari sebagai pedagang, kalah main Lotto, sampai dirumah uangnya habis untuk beli kertas bertulisa angka yang akan dicontreng sesuai lagu menyebutkan angkanya.
Saat ibu-ibu itu ditanya media ini, berapa harga kertas bertulisan angka untuk dicontreng itu dibeli, menurut Ibu-ibu itu harganya mulai dari sepuluh ribu hingga lima puluh ribu rupiah, namun sayangnya Ibu-ibu itu tidak bersedia namanya dituliskan dimedia ini.
Namun Ibu-ibu itu berpesan kalau dapat pak polisi menututup Judi tersebut, karena kami sebagai rumah tangga yang merasakan, biasanya uang untuk kebutuhan rumah tangga paspasan kini menjadi terutang diwarung setiap bulannya. (tim)






Hari ini : 2438
Total Kunjungan : 2866778
Who's Online : 130
Discussion about this post