Tanjungpiang (leadernusantara.com) – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang membagikan 6000 Ribu paket sembako murah kepada masyarakat di 18 kelurahan, upaya untuk menekan harga sembako pada Bulan Ramadhan Jelang Lebaran Idul Fitri 2018.
Informasi dari warga kelurahan Pinang Kencana, pada Selasa 22 Mei 2018 dalam operasi pembagian paket Sembako murah, di Kelurahan Pinang Kencana, sempat diwarnai kericuhan, antara warga dengan pihak petugas panitia pembagian Sembako murah tersebut.
Hal itu dipicu salah seorang ibu ibu paro baya, hendak membeli Paket sembako murah dengan harga Rp 76.500, namun petugas tidak memberikannya, karena yang bersangkutan tidak dapat menunjukan kupon yang diterbitkan Panitia, melainkan hanya membawa KK dan KTP.
Mersa dibedakan hingga timbul cecok adu jotos antara yang bersangkutan dengan petugas panitia yang membagikan sembako murah, namu tidak lama berselang petugas berhasil merdam amarah Ibu Parobaya tersebut.
Ketika Media ini konfirmasi dengan ketua pnitia penyelenggara sembako murah, Gilang di kantor Disperindag Kota Tanjungpinang pada Selasa (22/5) di jalan basuki Rahmat tepatnya simpang Jalan Pramuka Tanjungpinang.
Gilang mengatakan Disperindag menyediakan paket sembako murah, 6000 ibu Paket yang dibagikan 18 kelurahan, di wilayah Kota Tanjungpinang, dengan nilai 300 juta Rupiah, betujuan interpensi harga pada Bulan Ramadhan jelang lebaran Idul Fitri 1439 H.
Menurut Gilang, 6000 paket Sembako murah disertai dengan kupon, untuk dibagikan kepada ketegori standart masyarakat Tanjungpinang yang patut mendapatkannya, melalui kelurahannya masing-masing, bagi masyarakat yang membawa kupon ke posko dspst dilayani panitia, sebut Gilan.
Gilang juga menyebutkan, “Setiap pelaksanaan sembako murah kerap terjadi cecok antara panitia dan masyarakat, setelah ditelusuri bahwa mereka itu tidak dapat menunjukan kupon saat antri di posko panitia, melainkan hanya membawa KK dan KTP, setelah kita jelaskan, mereka paham,” sebut Gilang.
Ditambhakan Gilang, Posko yang telah ditentukan panitia melayani bagi masyarakat membawa kupon, yang tidak ada kupon tidak dapat dilayani, karena kupon dibuat sessuai dengan paket yang tersedia, jika dilayani yang tidak ada kupon, tentu jadi masalah baru, sebab yang punya kupon tidak kebagian, kata Gilang santai.
Gilang juga menerima keritikan dari pihak manapun, adanya keitikan itu dapat mengetahui dimana titik kelemahan yang harus diperbaiki, tutup Gilang. (sdr)







Hari ini : 1586
Total Kunjungan : 2865926
Who's Online : 127
Discussion about this post