PADANG PARIAMAN, LeaderNusantara.com — Akses masyarakat di Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, kembali terbuka setelah jembatan darurat di kawasan Batang Anai mulai difungsikan.
Jembatan itu menjadi akses sementara setelah normalisasi Sungai Batang Anai selesai pada 15 Juli 2026. Kepala Dinas PUPR Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, mengatakan jembatan dibuka lebih cepat dari rencana, yakni dalam dua hari, melalui koordinasi dengan Dinas SDABK Sumatera Barat.
“Percepatan ini dilakukan agar aktivitas masyarakat, khususnya pelajar, pekerja dan pengguna kendaraan roda dua, kembali berjalan normal,” ujarnya.
Untuk sementara, jembatan hanya dapat dilalui pejalan kaki, kendaraan roda dua, dan roda tiga. Kendaraan roda empat belum diizinkan melintas demi keselamatan. Pemerintah juga akan menambah pengaman di kedua sisi jembatan.
Masyarakat diminta berhati-hati karena jalur tersebut menjadi akses penting yang setiap hari dilalui lebih dari 2.000 kendaraan.
Sementara itu, BPJN menyiapkan pembangunan jembatan permanen sepanjang 140 meter dengan dua bentang, masing-masing 70 meter. Jembatan itu akan memiliki lebar enam meter dan menggunakan konstruksi rangka baja.
Proyek yang bersumber dari APBN tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran Rp45,2 miliar dan ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026. Jembatan permanen diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memulihkan konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan Batang Anai.

















Hari ini : 2970
Total Kunjungan : 3060058
Who's Online : 128
Discussion about this post