PADANG PARIAMAN, Leadernusantara.com—Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menambah anggaran subsidi jaminan kesehatan sebesar Rp5 miliar untuk mengejar target Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98 persen pada 2026. Dengan penambahan tersebut, total anggaran UHC meningkat dari Rp16 miliar menjadi Rp21 miliar.
Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama BPJS Kesehatan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Senin (27/7/2026), yang dipimpin Bupati John Kenedy Azis.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang, Meri Lestari, menyebutkan bahwa capaian UHC Padang Pariaman baru mencapai 85,39 persen. Sementara itu, peserta JKN aktif hanya 62,68 persen. Masih terdapat sekitar 171.861 jiwa yang belum terdaftar atau memiliki kepesertaan tidak aktif.
Selain itu, tunggakan iuran peserta PBPU Mandiri mencapai Rp43,93 miliar. Peserta PBI Jaminan Kesehatan yang dinonaktifkan juga meningkat dari 18.182 orang sepanjang 2025 menjadi 29.109 orang hingga Mei 2026.
Bupati meminta Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), puskesmas, serta pemerintah nagari berkolaborasi untuk mempercepat reaktivasi peserta dan mendorong pembayaran tunggakan iuran.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas PMD harus berkolaborasi sampai ke tingkat nagari,” tegasnya.
Pemkab juga menginstruksikan pemasangan media sosialisasi UHC secara seragam di puskesmas dan nagari. Bupati menargetkan adanya progres nyata dalam satu bulan sebelum dilakukan evaluasi.
“Target kita jelas, masyarakat Padang Pariaman harus terlindungi jaminan kesehatannya. Mari kita bergerak cepat agar UHC 98 persen dapat segera kita capai,” pungkasnya. (Jeff)
















Hari ini : 2465
Total Kunjungan : 3059553
Who's Online : 128
Discussion about this post