Tanjungpinang Leadernusantara.com – Usai dilantik, Pejabat (PJ) Walikota Tanjungpinang Raja Ariza langsung melakukan dialog bersama dengan tokoh masyarakat dari sejumlah suku yang ada di Tanjungpinang, terkait dengan konten terindikasi isu sara di website resmi milik Pemko, Tanjungpinang,
Acara dialog yang bertema Silahturahmi itu berlangsung di Aula Gedung Bulang Linggi, Arsip dan Perpustakaan, Jalan HAgus Salim Tepi Laut Tanjungpinang, Senin (22/1)
Dialok tersebut dihadiri oleh 6 Suku diantaranya, Suku Minang, Pasundan, Bugis, Batak, Melayu serta sejumlah SKPD Pemko Tanjungpinang seta berapa anggota dari TNI, Polri.
Diantara 6 Suku, diwakili para tokoh masing-masing suku, berdialok bersama PJ Walikota Tanjungpinang didampingi Sekda Riono, serta ketua MUI dan TNI Polri, di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang.
Usai berdialok PJ Walikota Tanjungpinang Raja Ariza mengatakan dalam sambutannya, Bahwa dirinya dipercaya sebagai PJ Walikota, waktua hanya setahun. Tugas pertama menjalankan roda pemerintahan, pembangunan dan sosial kemayarakatan merangkul semua elemen, untuk bersama-sama menciptakan daerah yang kondusif. Sebut Raja Ariza.
Ditengah menhadapi pemilu kada, kita dikejutkan dengan terkait konten isu sara di website resmi pemerintah Kota Tanjungpinang, sesuai musyarawarah tadi bahwa kita sepakat untuk menyerahkan persoalan tersebut, kepada pihak yang berwajib untuk mengusut pelaku yang menebar isu sara di websit resmi pemko Tanjungpinang. Sebut Raja Ariza.
Raja Ariza juga berharap agar kita semua dapat menahan diri agar tidak terpancing dengan isu perbutan orang yang tidak bertanggung jawab. Kita ditanjungpinang semua suku sudah membaur tidak pernah bertikai, contoh seperti saya orang melalyu, saudara saya menikah dengan orang minang, ada juga dengan orang Batak, Orang Bugis dan orang Jawa, urai Raja Ariza.
Raja Ariza menghimbau kepada semua pihak bersama-sama menjaga kekompakan sehingga tidak mudah dipecah belah. Momen pesta demokrasi kita suksekan pilkada Tanjungpinang 2018 yang tidak lama lagi akan dilaksanakan. tentunya sudah menjadi tanggunjawab kita bersama, kita harus bergembira untuk menyalurkan hak pilih, sesuai keinginannya masing-masing. Tutup Raja Ariza.
Dilokasi yang sama media ini mewawancarai Sekdako Riono, terkait konten tulisan isu sara yang dimuat di website resmi Pemko Tanjungpinang, 6 suku tersebut merasa dilecehkan sehingga bergulir ke kantor Polres Tanjungpinang, hingga mengusik ketenangan pemerintah Kota tanjungpinang.
Riono mengatakan, “Kita sudah melaporkan kepada pihak kepolisian, agar diusut dari mana sumber penebar isu tersebut dan siapa pelakunya, sesui dengan undang-undang E-tie, pelaku harus mepertanggungjawakan perbuatannya. Jika pelakunya itu orang dalam, maka saya sendiri akan menyerahkan kepada pihak berwajib.” tegas Riono.
Terkait pengelolaan website remi yang biasanya dikelola oleh kehumasan Pemko Tanjungpinang, kini dialihkan pengelolaannya kepada Dinas Komimfo Kota Tanjungpinang yang ditangani Teguh, dibawah kepemimpinan Efiyar M.Amin.
Ketika diminta tanggapan Teguh terkait pengelolaan website resmi pemko Tanjungpinang, adanya konten bertuliskan isu sara yang dimuat di website resmi pemko, sehingga menghebohkan banyak suku.
Teguh mengatakan, “ Kedepan kita akan berhati-hati serta membenahi septy website pemko, agar tidak mudah orang yang tidak bertanggungjawab, memuat tulisan sipatnya merugikan orang lain, apalagi mengarah kepada isu sara, dapat menimbulkan suasana tidak kondusif ”. Kata Teguh. (sdr)







Hari ini : 2685
Total Kunjungan : 2866527
Who's Online : 127
Discussion about this post