Tanjungpinang (leadernusantara.com) Suhu politik pilwako Tanjupinang 2018 mulai mengemuka, hal itu kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hj. Rahma S.ip mengundurkan diri dari keanggotaan DPC PDIP Kota Tanjungpinang bentuk kesiapannya untuk Pilwako 2018.
Rahma kader DPC PDIP yang masih menjabat sebagai Anggotaan DPRD Kota Tanjungpinang, asal pemilihan Tanjungpinang Timur, yang diusung dari PDIP beberapa waktu silam, tidak segan-segan menanggalkan atribut PDIP bahkan menandatangani surat penuduran dirinya sebagai anggota kader DPC PDIP Kota Tanjungpinang, pada hari Minggu 7 Januari 2018 di sekretariat DPC PDIP KM 9 Bintan Centre Kota Tanjungpiang.
Hj.Rahma S.Ip mundur dari DPC PDIP, karena mahu bertarung Pilwako priode 2018-2023 untuk maju mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota (Cawawako) berpasangan dengan Syahrul SPd yang merupakan Wakil Walikota Tanjungpinang Priode 2013- 2018 yang sudah berakhir 6 Januari 2018.
Menurut Rahma menyampaikan kepada sejumlah awak media usai mernyaahkan berkas surat pengunduran dirinya sebagai kader DPC PDIP Kota Tanjungpinang, pada hari Minggu 7 Januari 2018, “ Sebelum saya mundur dari kader PDIP jauh hari sudah saya pikirkan dengan penuh pertimbangan”. Sebutnya.
“Dulu sewaktu saya masuk menjadi kader PDIP dengan baik-baik, kini saya keluar juga baik-baikjuga, harus gentlemen sehingga tidak yang terlukai dan jauh hari saya sudah sampaikan kepada ketua DPC PDIP pak Sukandar, melalui SMS maupun Telphon selulernya dengan komunikasi yang baik.” Jelas Rahma.
Rahma resmi sudah merahkan semua Atribut PDIP mulai dari Kartu Tanda Anggota (KTA) kepada pengurus DPC PDIP pada hari Minggu 7 Januari 2018. Rahma mengucapkan terimakasih kepada partai PDIP yang sudah memberikan kesempatan untuk berkarya, bekerja mendedikasikan diri sebagai wakil rakyat, pengalaman yang sangat berharga. Ucapnya.
“Tentunya pada hari ini saya bersyukur disambut dan diterima oleh pengurus partai Golkar, bahkan dicalonkan untuk menjadi calon Wakil Walikota Tanjungpinang priode 2018-2023, hal itu mungkin karena bukti ke sungguhan saya” mengabdi sebagai wakil rakyat, sesuatu itu terjadi bagaikan Air mengalir,” ungkapnya
Rahma bahkan mengatakan bahwa dirinya diterima sebagai kader dan diusung dari Partai Golkar, tidak dipungut biaya atau membayar satu sen pun, bahkan juga dirinya sangat dihargai, “Sampai saat ini saya bisa duduk karena rekomendasinya,” katanya. (Yat)







Hari ini : 2392
Total Kunjungan : 2866234
Who's Online : 131
Discussion about this post