
Parik Malintang (Leadernusantara.com) – Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur didampingi Kadis PMD Hendri Satria, Tinjau telah diumulainya pelaksanaan pembagunan Jermbatan Lubuk Napa, pada Selasa sore 7 Juni 2022, di Nagari Batu Kalang Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padan Pariaman.
Jembatan Lubuak Napa yang merupakan sangat strategis bagi masyarakat daerah sebagai lintasan di tiga Kecamatan, diantaranya Kecamatan Padang Sago, VII Koto dan Patamuan. Sehingga, jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga, dibdang ekonomi, sosial dan agama maupun pendidikan.
Sesuai perjanjian kontrak, masa pengerjaan jembatan selama 180 hari kalender atau 6 bulan kerja, dengan harapan jembatan Lubuak Napa dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat pada bulan Desember mendatang di 2022 ini, kata Bupati Padang Pariaman Suharti Bur didampingi Kadis PMD.
Menurut Suharti Bur, “Sekarang, kita alokasikan dana pembangunan jembatan ini dari APBD Padang Pariaman tahun 2022, senilai Rp 6,2 Milyar lebih. Insya Allah awal Desember mendatang, sudah bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat” kata Bupati Suhatri Bur, di lokasi pembangunan Jembatan.
Suhatri Bur juga didampingi Sekretaris Dinas PUPR Padang Pariaman Fauzil Irawadi dan Kabid Bina Marga Adek, menyampaikan sebelumnya Pemkab Padang Pariaman, telah memperjuangkan pembangunan jembatan tersebut, ke Pemerintah Pusat, dengan pagu anggaran sekitar Rp. 35 miliar.
Namun kata Suharti Bur, permohonan bantuan perbaikan bangunan jembatan, menggunakan dana Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tetapi mengalami terkendala administrasi, terkait kerusakan jembatan akibat bencana.
Karena tidak terdata di Pusat Pengendalian Operasi Bencana di Provinsi Sumbar maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sebap kejadiannya sudah lebih dari 2,5 tahun. Sehingga, permohonan tersebut tidak dapat direalisasikan.
“Oleh karena itu, kita berkoordinasi dengan DPRD Padang Pariaman, untuk memperbaiki jembatan Lubuk Napa Padang sago, harus ditanggulangi dengan APBD Padang Pariaman,” ungkap Suharti Bur.
Ditegaskan Suharti Bur, hal ini dilakukan Pemkab Padang Pariaman, agar tidak ada warga atau siswa yang jatuh saat melintasi jembatan darurat, hanya lebar sekitar 80 sampai 100 centimeter, yang dibuat secara swadaya masyarakat, agar dapat dilintasi mereka sebagai jembatan penyebrangan Lubuk Napa.
Kata Suharti Bur, ” Kami telah diskusikan dengan DPRD, maka diminta Dinas PUPR untuk menghitung biaya perbaikannya. Alhamdulillah, pada APBD tahun 2022, dapat dianggarkan untuk pembangunan jembatan tersebut, terialisasi,” ujar Suhatri Bur.
Pembangunan rehabilitasi jembatan Lubuak Napa tersebut, dikerjakan oleh CV. Seipila Agung dengan Konsultan Perencana PT. Taru Nusantara serta Konsultan Pengawas CV. Parades Karya Consultan.
Ditempat terpisah sumber media ini selaku tokoh masyarakat Durian Gadung yang tidak diuraikan namanya secara rinci, disebutkannya terkait tidak terdatanya bangunan yang rusak oleh bencana alam beberapa waktu lalu, di daerah Kabupaten Padang Pariaman “Akibat kelalaian pemerintah yang terdahulu”, sebutnya.
Sesuai yang disampaikan oleh pemerintah saat ini yang sedang berjalan, “Karena tidak terdata di Pusat Pengendalian Operasi Bencana di Provinsi Sumbar maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sebab kejadiannya sudah lebih dari 2,5 tahun. Sehingga, permohonan tersebut tidak dapat direalisasikan”.
Ditambahkan sumber media ini, hal itu merupakan sebuah kelalaian dibidang administrasi pendataan bangunan yang rusak akibat bencana beberapa waktu lalu, maka diminta kedepannya stekholder terkait, agar lebih selektif dalam meinfetarisir adiministrasi sesuai aspirasi keluahan masyarakat yang disuarakan. (Jef)








Hari ini : 2109
Total Kunjungan : 2865113
Who's Online : 127
Discussion about this post