Tanjungpinang, Leadernusantara.com – Kekayaan intelektual yang dimiliki oleh para pelaku ekonomi kreatif merupakan aset yang perlu dilindungi. Produk-produk berbasis kekayaan intelektual yang dihasilkan dapat dilindung secara hukum dalam bentuk Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
” Hasil karya, ide dan pemikiran sangat penting untuk dilindungi, agar karya yang dihasilkan oleh individu tidak dimanfaatkan orang lain. Para pelaku ekonomi kreatif dapat semakin memiliki kesadaran mengenai pentingnya HKI untuk melindungi karya yang dihasilkan dari pemalsuan atau di klaim pihak lain “.
Hal ini yang dikemukakan Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, sebelum membuka Kegiatan Sosialisasi dan Fasilitas Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ” Gratis” yang diprakasai oleh Badan Ekonomi Kreatif (Be Kraf) Republik Indonesia (RI), di Ballroom Hotel CK Tanjungpinang, Rabu (27/9).
Dikatakan Walikota yang akrab disapa Lis ini, HKI merupakan indentitas suatu produk menuju era ekonomi kratif, lompatan dari ekonomi yang mengandalkan daya alam, pertanian, industri, teknologi informasi, menjadi perekonomian yang digerakkan oleh industri kreatif adalah pilar perekonomian Indonesia di masa yang akan datang.
Karena itu, Walikota Lis Darmansyah menyambut baik fasilitas HKI oleh Bekraf bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Tanjungpinang.Terlebih lagi, banyak potensi ekonomi kreatif di Kota Tanjungpinang yang bisa dikembangkan dan tak kalah hebat dengan daerah lain, seperti TTG, logo gonggong, kerajinan tangan, hingga karya-karya seniman.
” Kalau kita pamerkan di daerah Pulau Jawa,, Karya dan seni ini belum tentu bisa mereka buat. Dengan memiliki HKI, para pelaku ekonomi kreatif bisa mendapat kepastian dan hak cipta dalam hukum. Karena itu, sangat sayang sekali jika kegiatan ini tidak dimanfaatkan oleh para pelaku usaha ekraf “, ujar Walikota
Dia mengatakan, kalau Pemerintah Kota Tanjungpinang berencana membuka sentra HKI bekerjasama dengan Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Kepri, ini dilakukan agar proses HKI tidak memakan waktu yang cukup panjang, melalui Kemenkumham kemudian Be Kraf merespon, sehigga ini bisa menjadi semangat bagi para pelaku ekraf untuk daftarkan HKI, ” Semoga kerjasama ini bisa terwujud pada tahun 2018 mendatang “, harap Walikota
Dari hasil uji petik ke daerah, lanjut Walikota, pada 16 November 2016 lalu, tim assesor Bekraf dan tim pemeringkatan Kota Tanjungpinang menetapkan 3 subsektor unggulan, yaitu seni pertunjukkan, kuliner dan fashion. Untuk itulah, dalam mengembangkan ekonomi kreatif (Ekraf) di Kota Tanjungpinang, kita tak bisa hanya mengandalkan anggaran daerah, karena pasti sangat sulit untuk cepat berkembang, apalagi dengan kondisi keuangan saat ini, karena itu, dukungan penuh dari pemerintah pusat sangat kami harapkan.
Sebagai Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau, ada 3 hal yang diharapkan dari Be Kraf RI untuk bisa mendorong pengembangan ekonomi kratif di Kota Tanjungpinang, antara lain, infrastruktur, promosi/event serta peningkatan kapasitas SDM. Alhamdulillah pihak Be Kraf telah merespon permintaan kami melalui revitalisasi ruang kratif Gedung Aisyah Sulaiman pada tahun ini.
Sementara untuk promosi di tingkat Nasional dan Internasional, kami berharap bisa diikutsertakan pada pameran besar yang diadakan Be Kraf dan adanya penilaian Kota Kreatif oleh Be Kraf, seperti halnya penghargaan Kota Layak Anak, Kota Sehat, dan Adipura.
” Keinginan ini kita lakukan untuk mamacu semangat pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, serta komonitas yang ada di Kota Tanjungpinang untuk lebih giat dalam mengembangkan ekonomi kreatif “, ucapnya
Sebelumnya, Direktur HKI Be Kraf RI, Robinson Sinaga, mengatakan pada tahun ini kita diberi amanah untuk memfasilitasi pendaftaran pelaku ekraf secara gratis. Dalam sosialisasi ini, tak hanya dalam segi pembiayaan, tetapi kami juga memberi masukan-masukan dan konsultasi bagi pelaku ekraf berkaitan dengan hal-hal yang perlu dilindungi HKI. Saya berharap bapak/ibu bisa memanfaatkan fasilitas ini,” ujarnya
Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Be Kraf RI, Ahmad Rekotomo, mengatakan Tanjungpinang Provinsi Kepri memiliki potensi pariwisata yang cukup besar untuk dikembangkan, baik itu wisata religi dan sejarah, tak menutup kemungkinan potensi olahraga perairannya pun pasti sangat luar biasa.
” Ada 3 wilayah yang menjadi target kunjungan pariwisata di Indonesia, yaitu Provinsi Bali 40 persen, DKI Jakarta 30 persen, Provinsi Kepri 20 persen, dan sisanya 10 berada di daerah lain. Ini patut di banggakan karena Kota Tanjungpinang merupakan tujuan pariwisata yang luar biasa, ditambah lagi Tanjungpinang punya festival bertaraf internasional, seperti Festival Sungai Carang danDargon Boat Race,” ucapnya
Ia mengatakan sektor pariwisata merupakan sektor paling cepat dan murah untuk memberikan kesempatan kerja dan pengentasan kemiskinan. Selain itu, pelaku ekonomi kreatif memberi peran dalam kemajuan ekonomi bangsa.” Mudah-mudahan apa yang kita selenggarakan pada hari ini berguna bagi bapak/ibu “, tuturnya
Acara ini, turut dihadiri Asisten, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala OPD, serta pelaku usaha. (*)







Hari ini : 3160
Total Kunjungan : 2866164
Who's Online : 130
Discussion about this post