Natuna, leadernusantara.com-Hilang beberapa saat setelah adanya menguak komplik laut Natuna Utara, kini Kapal Ikan Asing (KIA) berbedera Vietnam kembali leluasa memasuki perairan laut Natuna Utara perbatasan Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI)
Beberapa Kapal Ikan Asing tersebut sempatkan diabadikan Fotonya oleh Ardi (51), nelayan tradisional Lubuk Lumbang Pering, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Ranai, Natuna, Kepri yang saat itu lagi melaut.
Dilansir dari media Ranai Pos, Hal tersebut disampaikab Adri (51) kepada Ranai Pos, Selasa, 19 Oktober 2021 usai balik melaut di Pelabuhan Nelayan Pering, Ranai.
Dikatakan Ardi, bahwa ada belasan kapal Nelayan Asing Berbendera Vietnam, yang terus beroperasi di wilayah laut Natuna.
Yang membuat Ardi kesal, belasan KIA Vietnam itu beroperasi ditempat karang dimana Ardi sering menongkol (Ikan Tuna).
“Kita hanya menangkap ikan tongkol hanya secara tradisional (memancing) sedangkan KIA Vietnam tersebut nangkap ikan pakai jaring pukat dari malam sampai pagi.”Terang Ardi.
Ardi dan rekan-rekan seprofesinya merasa sangat terganggu sama KIA Vietnam yang menggunakan pukat trawl tersebut, “kami sangat dirugikan, hasil tangkapan kami jelas-jelas tidak maksimal dan jauh berkurang.”Keluh Ardi.
Lanjut Adri menjelaskan, keberadaan belasan KIA berbendera Vietnam itu tepat di kordinat 5’40’170 N – 108’29’360 E bagian Utara Timur Laut, Kecamatan Pulau Laut Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Menurut Adri, kawasan yang di sebut dengan Karang Kapal dan Karang Lobang ini merupakan kawasan spot para nelayan lokal yang menggunakan alat tangkap jenis pancing tunda untuk menangkap hasil tangkapan jenis ikan tongkol.
Kehadiran KIA Vietnam di lokasimu kita nelayan lokal ini, sekali lagi saya katakan kami sangat terganggu tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Kapal KIA asal Vietnam itu rata-rata berkapasitas 60 hingga di atas 100 GT, sementara kapal nelayan lokal hanya berkapasitas 5 hingga 8 GT.
Ardi dan rekan-rekan sepropesi berharap perhatian Pemerintah Pusat maupun daerah dan instansi seperti Bakamla, KKP dan TNI untuk dapat benar,-benar dapatkan memberikan rasa aman kepada nelayan tradisional Natuna dari ancaman nelayan Asing.
Selama ini diakui oleh Ardi bahwa pengawasan oleh pihak berwajib di laut Natuna sudah maksimal, namun perlu ditingkatkan lagi agar nelayan asing tidak terus merajalela mengeruk kekayaan perikanan di Laut gerbangnya NKRI ini”Ujarnya.**(Herman)
Discussion about this post