Lingga (Leadernusantara.com) – Balai Arkeologi Sumatra Utara Stanov Purnawibowo M.A akan serahkan objek penelitian Perahu Cagar Budaya Bercadik khas Nusantara, yang diangkat dari Pulau Sebangka daerah Kecamatan Senayang, pada 26 Agustus 2021, kepada pemerintah daerah Kabupaten Lingga.
Terkait hal itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga Azmi bersama rekan dari Balai Arkeologi Sumatra Utara, temui Bupati Lingga di ruang kerjanya, pada Rabu 1 September 2021, dalam rangka berkoordinasi agenda penyerahan objek penelitian Perahu Cagar Budaya Bercadik khas Nusantara tersebut.
“Kami berkoodinasi rencana penyerahan benda cagar budaya, kepada pemerintah Kabupaten Lingga, dari Balai Arkeologi Sumatera Utara, berkoordnasi dengan Bupati Lingga,” jelas Azmi usai pertemuan tersebut.
Sebelumnya pihak dinas juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, terkait rencana pemindahan Perahu Cagar Budaya yang ditemukan warga terbenam dipantai Pulau Sebangka, Senayang Kabupaten Lingga ke Museum Kabupaten Lingga.
Pemindahan Perahu bercadik khas Nusantara itu dengan panjang 12,55 meter, lebarnya kurang lebih 1 meter, diangkut menggunakan angkutan laut dan darat, dibantu tim dari Balai Arkeologi Sumatra Utara bersama masyarakat setempat, pada 26 Agustus 2021 lalu, kata Azmi.
Azmi menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pengembangan serta menggali objek cagar budaya, karena secara maritim, peradaban di Kabupaten Lingga, sudah terbilang maju sejak dulu.
Akan banyak temuan-temuan baru, benda cagar budaya di daerah kabupaten Lingga, hasil temuan itu nanti, tentu akan menambah koleksi ragam benda cagar budaya untuk daerah Lingga, Untuk saat ini perahu yang sudah diteliti oleh tim dari balai arkeologi, tersimpan di mesuem Linggam Cahaya, sebut Azmi.
“Alhamdulillah, Bupati Lingga mendukung penuh, seterusnya melalui dinas, kami diminta terus berkerjasama berkenaan dengan pengembangan cagar budaya,” jelas Azmi.
Bupati Lingga, Muhammad Nizar saat dikonfirmasi mengatakan, pemerintah daerah sangat mendukung upaya perlindungan Benda Cagar budaya tersebut, baik ekskavasi dan kegiatan lanjutan yang dilakukan Balai Arkeologi Sumatra Utara. Menurutnya hasil dari penemuan dan penelitian ini merupakan suatu prestasi.
Apalagi Kabupaten Lingga, dilihat dari kilas balik rentetan sejarah yang cukup panjang, merupakan jalur lalu lintas dagang yang diperkirakan cukup padat, menurut sejarahnya, kita yakin, masih banyak benda cagar budaya yang terbenam didasar laut, hal itu perlu menjadi perhatian kita bersama, sebut NIzar.
“Pemerintah daerah sangat mendukung, membuka laluan kepada dinas, mekanismenya tentu berkoordinasi dengan rekan-rekan dari Balai Kajian, baik itu Balai Arkeologi Sumatera Utara, maupun balai kajian lainnya, sesuai tupoksi pengkajiannya bersama daerah kita,” jelas Bupati.
Balai Arkeologi Sumatera Utara Stanov Purnawibowo M.A, mengatakan, Selain rencana penyerahan, pihaknya juga mengkoordinasikan rencana penelitian/observasi pada dua lokasi, yakni perairan Desa Suak Buaya Kecamatan Posek, juga di perairan Batu Belubang Kecamatan Bakung Serumpun, pada tanggal 03 hingga 12 September mendatang.
Dijelaskannya juga, Untuk saat ini memang tengah fokus melakukan penelitian di Kabupaten Lingga, Terhitung sejak tanggal 21 Agustus lalu, hingga tanggal 13 September mendatang, dengan jumlah lebih kurang 15 orang tenaga peneliti, jelasnya.
“Kami mohon restul dari pak Bupati, karena kami memang focus kepada benda-benda cagar budaya di perairan, memang beresiko,” jelas dia.
Kata Stanov Purnawibowo, Perahu atau jelo yang akan diserahkan tersebut, tidak terlalu tua, meskipun hampir keseluruhan material perahu dibuat menggunakan kayu utuh dan ada jejak cadik. Tetapi pada proses penelitian ditemukan komponen logam untuk pasaknya.
“Kita prediksikan secara teknologi ini tidak terlalu tua. Tapi karakteristiknya perahu Nusantara, ada banyak pasak dan jejak cadik,” kata Stanov (Leader)








Hari ini : 1913
Total Kunjungan : 2869204
Who's Online : 128
Discussion about this post